
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 109
...β’...
...β’...
"Pah, papa apaan sih? Kenapa aku ditarik-tarik kayak gitu, emangnya aku kambing apa??" ujar Cahaya kesal kepada papanya.
Hendra pun melepas cengkeramannya dari tangan Cahaya setelah mereka keluar dari toko kosmetik, tampak Hendra menatap Cahaya penuh emosi dan tangannya juga sudah terkepal gemetar seperti tak sabar untuk menampar wajah Cahaya.
Sementara Cahaya masih memegangi tangannya yang sakit akibat cengkeraman dari papanya, ia juga heran mengapa Hendra jadi semakin kasar padanya sejak saat menikah dengan Calissa, padahal dulu Hendra sangat sayang padanya.
"Suruh siapa kamu bersikap seperti itu ke Calissa, ha? Papa kan udah berulang kali bilang sama kamu, hormati dia karena dia itu ibu kamu!" ujar Hendra.
"Pah, papa gausah ngaco deh! Mamaku cuma satu dan sekarang mama udah bahagia di surga, Calissa itu cuma wanita gak tahu diri yang ngerusak kebahagiaan di keluarga aku!" ujar Cahaya.
"Cahaya! Kamu ini benar-benar menguji kesabaran papa!" bentak Hendra.
"Apa pah? Emang bener kok, Calissa itu bukan siapa-siapa aku dan sampai kapanpun aku gak akan mau anggap dia sebagai mamaku!" ujar Cahaya tegas.
Pertengkaran antara ayah dan anak itu disaksikan oleh banyak pengunjung mall yang kebetulan melintas disana, mereka berhenti sejenak untuk memvideokan keributan itu dan tak sedikit juga yang merasa kasihan pada Cahaya, walau kebanyakan mereka lebih mengasihani Hendra.
Ya orang-orang memang banyak yang mendukung Hendra karena mereka tahunya Cahaya lah yang salah, walau sebenarnya mereka berdua tidak salah dan hanya diadu domba oleh Calissa untuk memecah belah hubungan mereka.
Cahaya menoleh ke sekeliling melihat banyak orang berkerumun di dekatnya sambil memegang hp dan membicarakan dirinya, tentu saja Cahaya sangat malu dan memilih untuk pergi dari sana meninggalkan papanya yang sedang emosi.
Hendra mencoba untuk mengejar Cahaya dengan berteriak dan berlari, namun lengannya dicekal oleh Calissa yang tak ingin Hendra pergi mengejar Cahaya karena itu hanya membuang-buang waktu saja menurutnya, Calissa pun menenangkan hati suaminya yang sedang panas tersebut.
__ADS_1
"Mas, udah jangan dikejar ya! Cahaya mungkin masih butuh waktu buat terima aku di kehidupannya, sabar ya mas!" ucap Calissa lembut sembari memeluk Hendra berusaha mencari perhatian orang-orang.
Sudah tentu kalau semua orang yang berkumpul disana merasa terharu pada sosok Calissa dan mengutuk tindakan Cahaya tadi yang dianggap tak sopan kepada ayahnya sendiri, banyak pula yang mulai menyebarkan berita tersebut melalui sosmed dengan statement sesuai penglihatan mereka.
"Kasian banget ya bapak itu, punya anak durhaka!"
"Iya, kalau saya pasti udah usir tuh anak begitu!"
"Untung aja ada istrinya yang baik!"
Suara-suara itu membuat Calissa tersenyum puas merasakan kemenangan dari Cahaya, ia juga senang karena pastinya berita tentang Cahaya akan tersebar luas ke jejaring sosial media dan seluruh masyarakat kemungkinan besar bisa melihatnya.
Hendra kini sudah berhasil tenang dan bisa tersenyum kembali sembari mengusap rambut istrinya disana, ia juga berterima kasih pada Calissa karena sudah mau bersabar dengan sikap Cahaya yang seperti itu padanya.
"Makasih ya, sayang!" ucap Hendra sambil mengecup kening istrinya.
"Sama-sama, mas! Udah tugas seorang istri untuk menenangkan hati suaminya, sekarang kita sama-sama cari Cahaya yuk!" ucap Calissa.
"Iya,"
β’
β’
Cahaya yang kabur tadi kini sudah berada di lantai dasar mall dan menuju pintu keluar, entah mengapa banyak sekali pengunjung disana yang menggunjingnya dan menatap sinis ke arahnya.
Cahaya pun heran karena ia merasa tak punya salah apa-apa kepada mereka, namun ia memilih diam karena tidak mau namanya semakin jelek jika ia marah-marah atau kesal kepada mereka yang terus membicarakan dirinya di belakang.
Rupanya video keributan Cahaya & papanya tadi sudah menyebar luas cukup cepat di sosial media, itulah sebabnya orang-orang di mall yang memegang handphone sudah mengetahui tentang itu dan langsung menggunjing Cahaya.
"Itu dia si anak durhaka!"
"Ih iya bener, dasar anak durhaka!"
"Iya, kasian ya ayahnya tadi!"
__ADS_1
"Hooh, anak gak tahu diuntung!"
Cahaya sama sekali tak memperdulikan omongan mereka yang ditujukan untuknya itu, bagi ia semua itu hanyalah angin lewat karena tak benar adanya. Cahaya juga bingung bagaimana bisa semua orang di mall tahu tentang keributan tadi dan mencap dirinya sebagai anak durhaka.
Setelah keluar dari mall, Cahaya duduk sejenak pada kursi yang tersedia lalu mengecek ponselnya untuk mengetahui darimana semua orang tahu tentang keributan dirinya dengan sang ayah tadi.
Cahaya langsung syok saat membuka sosmed pribadinya, banyak sekali yang mention ia ke sebuah postingan video berisi keributan antara ia dengan sang papa di dalam mal tadi. Bahkan video tersebut sudah ditonton lebih dari 200 ribu orang hanya dalam waktu kurang dari 5 menit.
"Ini apaan sih? Kenapa orang yang post video ini ngasih caption begitu? Kalo kayak gini mah gue bakal dihujat satu negara!" batin Cahaya panik.
Tak hanya itu, bahkan banyak juga yang mengirim direct message ke sosmed nya itu dan mengutuknya karena sudah berlaku kasar pada papanya, mereka semua tahu nama sosmed miliknya karena memang netizen ahli dalam mencari akun sosmed orang.
Akibatnya, Cahaya terus-menerus diteror oleh orang-orang di dunia maya yang melontarkan hujatan kepada dirinya.
Mawar juga sampai menelponnya setelah mengirim pesan pula ke ponsel milik Cahaya, sepertinya Mawar khawatir dengan Cahaya dan ingin bertanya secara langsung apa yang terjadi padanya sampai ribut begitu dengan papanya.
π"Halo War, kenapa?" tanya Cahaya sambil terisak.
π"Ya ampun, Aya! Lu lagi nangis, ya? Pasti ini gara-gara video viral itu kan? Kok bisa sih Aya, emangnya kenapa lu ribut begitu sama bokap lu?" ujar Mawar yang cemas dan panik.
π"Gue juga gak tahu, tadi bokap gue marah banget karena gue masih gak mau ngakuin Calissa sebagai nyokap baru gue!" ucap Cahaya.
π"Duh, terus kenapa netizen malah pada ngehujat lu sih? Gue bingung juga deh, kenapa ya orang-orang sekarang tuh pada pengen ikut campur sama masalah orang lain! Terus mereka juga kasih statement seolah-olah mereka paling tahu segalanya, padahal kenal lu aja kagak!" ujar Mawar.
π"Itu dia War, sekarang gue harus gimana ya?" tanya Cahaya lemas.
π"Lu tenang dulu ya, Aya! Kita ketemuan yuk di tempat biasa, nanti gue ajak Melani juga supaya lu bisa lebih tenang!" ucap Mawar.
π"Oke, makasih War!" ucap Cahaya.
Tuuutttt... Tuuutttt....
Telpon terputus karena Cahaya memang sengaja mematikan teleponnya, ia menangis disana sembari menutupi mukanya dengan telapak tangan karena tak mampu lagi menahan kesedihan setelah seluruh netizen kompak mencap dirinya sebagai anak durhaka.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...