
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 62
...•...
...•...
Cahaya kini telah berada di dalam mobil Topan, pria menyebalkan yang sekarang malah sudah resmi menjadi kekasihnya walau ia tidak tahu apakah Topan memang benar-benar menginginkan ia untuk menjadi pacarnya atau hanya sekedar mengerjai dirinya dan memancing ia untuk menyukai pria itu.
Cahaya pun berusaha untuk tidak terbawa perasaan dengan apa yang dilakukan Topan kepadanya, ya ia tidak mau nantinya malah jadi suka beneran sama Topan dan urusannya akan lebih ribet kalau sampai itu semua terjadi. Masa iya dari penagih hutang tumbuh menjadi kekasih masa depan?
Selama di dalam mobil, Cahaya & Topan lebih banyak diam dan hanya sesekali bicara itu pun juga pembicaraan yang tidak terlalu penting karena mereka sama-sama bingung hendak membahas apa. Sedangkan Cahaya juga memang tidak menginginkan berada di dekat Topan secara terus-menerus, ingin sekali rasanya ia segera turun dan pergi jauh dari pria menyebalkan itu.
"Hey, pacar! Kok kamu diem mulu sih, emang kamu gak mau ya ngobrol berdua gitu sama aku? Ayolah, kita kan udah pacaran masa masih kayak begini aja!" ujar Topan sembari melirik wajah Cahaya.
"Gue mau jadi pacar lu itu karena terpaksa ya, bukan murni keinginan gue!" ucap Cahaya ketus.
"Ya iya gue tau, tapi kan itu lu sendiri yang milih buat jadi pacar gue! Padahal gue kan gak maksa lu buat milih bunga, kan masih ada dua pilihan lagi antara coklat atau gak pilih dua-duanya!" ujar Topan.
"Iya, tapi semuanya lebih gak waras! Ogah banget kalo gue harus nikah sama lu, apalagi tidur berdua di hotel sama cowok mesum kayak lu!" ujar Cahaya.
"Hahaha, pacarku ini gemesin banget sih! Padahal enak loh kalo kita langsung nikah, kan jadi bebas bisa ngelakuin apa aja sesuka hati kita! Emangnya kamu gak pengen anu-anu sama aku?" ujar Topan menaikkan kedua alisnya bermaksud menggoda gadis di sampingnya.
"Gila! Kenapa coba gue harus ketemu sama cowok kayak lu? Udah deh jangan bahas gituan lagi, atau gue loncat nih dari mobil!" ujar Cahaya kesal.
"Ya elah, loncat aja kalo berani mah! Gue yakin banget omongan lu itu cuma omong kosong, mana mungkin lu berani loncat dari mobil gue! Yang ada begitu loncat lu langsung masuk ke liang lahat, terus nanti ditanya sama malaikat man robbuka?" ujar Topan tertawa sendiri.
"Dih, garing lu!"
"Gapapa garing, yang penting gue kaya sama ganteng! Buktinya lu aja sampe kepincut sama gue, kan?" ujar Topan menunjukkan kepedean nya.
__ADS_1
"Hah? Udah gila kali lu, ya? Sejak kapan gue kepincut sama cowok stress kayak lu? Yang ada tuh lu yang terus kejar-kejar gue sampe paksa gue buat jadi pacar lu, ah dasar cowok aneh!" ujar Cahaya.
"Hahaha, aneh-aneh gini sekarang udah jadi pacar lu tau! Harusnya lu bersikap manis dong ke gue, jangan jutek terus kayak gitu!" ucap Topan tersenyum.
"Ish, amit-amit! Ogah banget gue harus manis ke cowok kayak lu, mending gue cium-cium tembok daripada harus kayak gitu!" ujar Cahaya.
"Ohh, oke sekarang gue pegang omongan lu! Awas ya kalo nanti tiba-tiba lu kesemsem sama gue, terus ngejar-ngejar gue nantinya!" ucap Topan.
"Itu cuma terjadi di mimpi lu!" ujar Cahaya.
Topan hanya melirik ke wajah Cahaya sekilas sembari menyunggingkan senyum, sejujurnya ia juga malas harus berpura-pura manis seperti ini pada wanita yang sangat ia benci karena tingkah lakunya yang menyebalkan itu.
•
•
Setelah sekitar 2 jam berkutat di jalan raya yang macetnya gak karuan, akhirnya Topan sampai di rumah Cahaya yang lumayan besar itu pada saat waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam dan suasana disana pun juga lumayan sepi.
"Dah sampe, turun lu!" ucap Topan setelah menghentikan mobilnya di depan rumah Cahaya.
Cahaya celingak-celinguk terkejut karena tiba-tiba sudah berada di depan rumahnya, ya ia sempat tertidur selama beberapa menit ketika dalam perjalanan karena rasa kantuk dideritanya.
"Hahaha, makanya jangan tidur! Dasar kebo *****, mana tidurnya mangap lagi sampe tuh iler netes kemana-mana...." ujar Topan tertawa terpingkal-pingkal.
Sontak Cahaya reflek memegangi mulutnya untuk mengecek apakah perkataan Topan benar adanya, Topan malah semakin tertawa melihat tingkah Cahaya yang polos dan mudah sekali ditipu.
"Ish, nyebelin lu! Mana buktinya kalo gue ngiler? Orang mulut gue bersih kok, ngaco!" ujar Cahaya.
"Hahaha, lagian lu percaya aja sama kata-kata gue! Udah tau gue cuma iseng ngerjain lu, eh tapi beneran sih tadi ada ilernya netes dikit!" ucap Topan.
"Tau ah, nyebelin! Yaudah gue mau turun, lama-lama disini sama lu bisa stress gue!" ujar Cahaya kesal.
Cahaya langsung membuka pintu mobil Topan dan turun begitu saja tanpa mengucap kata apapun lagi, sedangkan Topan sendiri hanya tersenyum memandangi Cahaya yang turun dari mobil cukup kesulitan karena gaunnya nyangkut.
Setelah Cahaya turun dari mobilnya, tiba-tiba saja gadis itu malah berbalik lalu mengetuk-ngetuk kaca mobil Topan meminta pria itu membukanya.
"Hadeh, apa lagi sih? Ohh gue tau, pasti lu gak bisa kan pergi jauh dari gue?" ujar Topan nyengir.
__ADS_1
"Ish, ge'er banget lu! Gue mau minta ambilin seragam sekolah gue yang ketinggalan di dalam, itu loh di jok belakang mobil lu!" ucap Cahaya.
"Yaelah seragam aja pake diambil lagi, segitu miskinnya ya lu sampe gak mampu beli seragam yang lain?" ujar Topan.
Cahaya hanya diam walau ia sangat kesal dengan ucapan Topan barusan, sedangkan Topan turun dari mobilnya untuk mengambil seragam Cahaya yang tertinggal di jok belakang mobilnya.
"Nah, nih seragam lu!" ucap Topan menyerahkan tas plastik berisi seragam sekolah Cahaya.
"Thanks," ucap Cahaya singkat lalu berbalik dan hendak pergi begitu saja dari sana.
Akan tetapi, kakinya malah terpelintir sehingga Cahaya hampir saja terjatuh ke bawah. Beruntung Topan dengan sigap maju menolongnya menahan tubuh Cahaya yang hendak terjatuh, ya kini Cahaya ada di dalam dekapannya dan mereka saling bertatapan dan terdiam tanpa ekspresi.
"Dilihat-lihat lu cantik juga, manis lagi!" batin Topan.
Tanpa sadar senyum tersimpul di wajah Topan melihat Cahaya yang memang sangat dekat dengannya saat ini, sedangkan Cahaya baru sadar kalau Topan tersenyum dan ia malah ikut tersenyum seperti hendak meledek pria itu.
"Cie yang senyum-senyum sendiri, suka beneran ya sama gue? Hahaha, iya tau sih gue kan cantik!" ucap Cahaya.
Mendengar ucapan Cahaya membuat Topan salah tingkah dan langsung melepas tangannya dari pinggang Cahaya, sontak gadis itu pun terjatuh ke bawah dan meringis kesakitan.
"Awwhhh... songong lu!" ujar Cahaya kesal.
"Sorry, abisnya lu terlalu kepedean sih jadi cewek!" ucap Topan menahan tawanya.
🌺
Disaat mereka tengah asyik bertengkar seperti itu, Calissa yang baru pulang dari rumah mamanya menggunakan taksi tampak tercengang melihat Cahaya tengah bersama seorang pria di depan pagar rumahnya.
"Eh pak, pak! Stop, pak!" ucap Calissa.
Sontak supir taksi itu langsung menghentikan mobilnya secara mendadak karena tiba-tiba Calissa juga memintanya berhenti.
"Itu kan si Cahaya, dia sama siapa ya?" gumam Calissa penuh penasaran.
Setelah mengamati dengan seksama, Calissa pun mengenali siapa lelaki yang tengah bersama Cahaya saat ini karena tentunya ia sangat tidak asing pada sosok pria tersebut.
"Loh loh, itu kayak Topan.... tapi ngapain dia sama Cahaya?" gumam Calissa bertanya-tanya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...