
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 278
...•...
...•...
Keesokan harinya, Topan mengantar Cahaya ke sekolah seperti biasa dengan mobilnya. Sepasang kekasih itu saling pandang dan tersenyum sembari berpegangan tangan disana, entah mengapa Cahaya merasa lebih senang dan bahagia di pagi hari ini saat bertemu Topan, padahal ia selalu diantar ke sekolah oleh kekasihnya itu walau pernah bolong sehari.
Topan pun bercerita pada Cahaya mengenai apa yang dibicarakan Hendra semalam, ya Topan juga ingin Cahaya tidak selalu keluar malam dan lebih banyak berdiam diri di rumah. Namun, Topan lebih berhati-hati untuk mengatakan itu karena tak mau gadisnya akan marah, Topan tahu betul sikap Cahaya kerasnya seperti apa dan tidak ingin diatur-atur.
"Pacar, semalam papa kamu itu sempat bicara dulu loh sama aku. Kamu mau tahu gak apa yang papa kamu bicarain sama aku semalam, sayang?" ucap Topan sambil mengelus wajah Cahaya.
"Boleh, kasih tau dong pacar!" ucap Cahaya.
"Jadi gini sayang, papa kamu itu minta aku buat bicara sama kamu!" ujar Topan.
"Hah? Bicara apa?" tanya Cahaya penasaran.
"Iya pacar, papa kamu itu minta ke aku supaya kamu gak keluar malam-malam terus. Karena papa kamu tuh gak mau terjadi sesuatu ke kamu sayang, jadi gimana menurut kamu?" ucap Topan tersenyum.
"Ish, kok papa minta begitu sih? Tuh kan bener yang aku takutin semalam, papa bakal semakin posesif sama aku dan gak bolehin aku keluar rumah lagi! Ah terus kenapa coba papa malah minta ke kamu buat kayak gitu?" ujar Cahaya terheran-heran.
"Aku juga gak tahu sih, mungkin papa kamu mikirnya kalau aku yang bilang pasti kamu mau nurut kali. Udah lah sayang, nurut aja ya?!" ucap Topan.
Cahaya terdiam dengan wajah cemberut, ia bahkan melepas genggaman tangannya.
"Hey pacar, jangan ngambek dong! Ini kan juga demi kebaikan kamu sayangku, tolong ya nurut aja kali ini supaya kita juga bisa jalan berdua terus! Masih mending loh papa kamu gak larang kita buat pergi bareng lagi, ya kan?" ucap Topan membujuk Cahaya.
Topan pun coba menggoda gadisnya dengan cara mencolek pipi serta hidung gadis itu, namun tetap saja Cahaya tak bisa berubah dan masih terus cemberut seperti itu.
__ADS_1
"Sayang, aku mohon ya sama kamu!" ucap Topan.
"Tau ah! Aku males sama kamu pacar, harusnya kamu sebagai pacar aku tuh belain aku dong Topan! Bukan malah dukung keputusan papa buat larang aku supaya gak pergi malam-malam, aku kan paling gak suka dilarang kayak gitu Topan! Aku ini mau mandiri, paham?!" bentak Cahaya.
"Iya iya aku tahu, mandiri kan gak harus keluar malam sayangku cintaku! Kamu bisa tunjukin sifat mandiri kamu itu dengan cara yang benar, misalnya gak gampang ngambek terus gak selalu bergantung sama papa kamu!" ucap Topan.
"Ohh, jadi maksud kamu aku ini sekarang gampang ngambek gitu?" tanya Cahaya.
"Ya gak gitu sayang, aku kan cuma ngasih saran. Udah ya jangan marah-marah terus, nanti aku ajak kamu jalan-jalan deh abis pulang sekolah ya?" bujuk Topan sembari mengusap wajah gadisnya.
"Iya iya..." Cahaya menurut dan tak marah lagi.
Akan tetapi, Cahaya masih terus menunjukkan wajah cemberut dan tidak mau menoleh ke arah Topan.
"Pacar, katanya iya. Kok gak senyum sih?" ujar Topan.
"Buat apa?" tanya Cahaya ketus.
"Ya biar aku percaya kalau kamu udah gak marah lagi sama aku sayang, selain itu aku juga pengen lihat senyum kamu yang manis cantik!" jawab Topan.
"Yah kok gitu sih pacar?" tanya Topan heran.
"Biarin, wle!" ledek Cahaya sembari menjulurkan lidah ke arah Topan.
Topan hanya terkekeh saja sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah gadisnya.
•
•
Saat sampai di sekolah, Cahaya yang masih bete itu langsung hendak turun dari mobil setelah membuka sabuk pengaman yang ia kenakan. Namun, Topan dengan cepat berhasil mencekal lengan Cahaya dan menarik paksa gadis itu untuk tetap berada disana bersamanya, Topan juga berhasil mengungkung Cahaya di dalam mobil dan menatapnya tajam.
Pria itu coba menghibur gadisnya dengan cara mengusap wajah serta rambut gadis itu, ia pun juga mengecup kening Cahaya berharap agar Cahaya mau tersenyum padanya. Akan tetapi, usahanya itu sia-sia karena Cahaya tetap kekeuh tidak mau tersenyum dan masih marah, ya Cahaya sangat kecewa pada Topan yang lebih membela papanya.
"Sayang, tadi katanya udah gak ngambek lagi. Kok kamu masih cemberut kayak gitu sih? Ayolah pacar, jangan gitu sama aku! Kan aku ini pacar kamu loh, masa dicuekin terus?" ucap Topan.
"Ish, aku mau turun Topan! Kamu lepasin aku sekarang dan biarin aku turun, kalo enggak aku bakal makin marah nih sama kamu! Aku tuh lagi gak mau bahas soal itu dulu, aku pengen fokus sekolah supaya naik kelas!" ujar Cahaya.
__ADS_1
"Iya iya, aku lepasin deh! Tapi, kamu senyum dulu yang manis dong!" ucap Topan nyengir.
"Hah? Gak mau ah!" ujar Cahaya.
"Oh yaudah, kalo gitu aku gak akan lepasin kamu. Aku bakal kurung kamu terus disini sampe kamu mau senyum buat aku!" tegas Topan.
"Pacar, kamu kok kayak gitu sih? Ayolah lepasin aku, nanti kalo aku telat gimana?" ujar Cahaya berontak.
"Hahaha, ya makanya senyum dulu sayang! Cuma senyum aja kok gak lebih, masa yang kayak gitu kamu gak mau lakuin buat aku? Padahal aku ini pacar kamu loh," ujar Topan.
Cahaya mendengus kesal dan akhirnya mau tidak mau ia pun menuruti kemauan Topan untuk tersenyum, biarpun ia sangat malas melakukan itu.
"Iya nih, tuh aku udah senyum!" ucap Cahaya.
"Aduh, manis banget sih kamu! Tapi kurang sayang, yang lamaan dikit dong!" ujar Topan.
"Haish, banyak maunya ih kamu!" geram Cahaya.
Cupp!
Topan justru tersenyum lalu mengecup bibir Cahaya sekilas, ia membelai bibir mungil gadis itu dan kembali mengecupnya untuk yang kedua kali sehingga Cahaya terbelalak.
"Ya gapapa dong pacar, aku pengen lihat senyum kamu lebih lama!" ucap Topan.
Cahaya menelan saliva dengan kasar, ketika ditatap dari jarak yang sangat dekat oleh Topan. Apalagi pria itu juga terus menciumi bibir dan wajahnya.
"Iya iya, ini aku senyum yang lama!" ucap Cahaya.
Cahaya pun menuruti permintaan Topan, ia tersenyum manis cukup lama sembari menatap wajah Topan yang berada dekat dengannya.
"Nah gitu dong, kan aku makin sayang!" ucap Topan merasa senang.
Karena tak tahan lagi, Topan langsung menarik tengkuk gadisnya dan melumatt bibir mungil yang sudah basah olehnya itu. Cahaya yang terkejut coba untuk berontak, tetapi akhirnya ikut terbawa dalam permainan Topan itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1