
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 201
...•...
...•...
Hendra kini menemui Topan di ruang tamu rumahnya setelah ia meminta pada bik Atun untuk membantu Cahaya beberes di kamarnya, ya Hendra tentu tak tega jika membiarkan Topan terlalu lama sendirian di ruang tamu, biar bagaimanapun juga Topan itu adalah salah satu pria yang dicintai oleh putrinya dan ia harus membuatnya nyaman disana.
Topan memang sudah disediakan minum serta cemilan untuk menemaninya yang tadi diberikan oleh bik Atun saat Hendra serta Cahaya sudah pergi ke atas kamarnya, namun tetap saja Topan merasa bosan lantaran tak ada yang bisa ia ajak bicara disana dan tidak mungkin tentu jika ia berbicara dengan sofa ataupun meja yang ada disana.
"Topan!" ucap Hendra menyapa Topan sembari menepuk pundak pria itu dan duduk di sampingnya.
"Eh iya om, gimana Cahaya?" ucap Topan kaget.
"Gak gimana gimana, dia baik kok dan dia juga suka katanya sama kamar barunya. Sekarang dia lagi beres-beres disana, kamu sabar aja mungkin nanti dia juga turun lagi kesini!" jawab Hendra.
"Ohh, tapi kok Cahaya malah beberes sih om? Bukannya dia baru sembuh dan pulang dari rumah sakit? Apa gak bahaya om?" tanya Topan.
"Kamu tenang aja! Om tadi udah suruh bik Atun pekerja disini buat bantu Cahaya, jadi kamu gausah khawatir lagi atau cemas sama kondisi Cahaya! Dia pasti baik-baik aja kok, lagian kata dokter kan kaki Cahaya juga udah membaik!" ucap Hendra.
"Syukurlah om! Saya cuma khawatir aja kalau kaki Cahaya kenapa-napa lagi," ucap Topan tersenyum.
__ADS_1
"Hahaha, santai aja! Kalau kenapa-napa pasti Cahaya akan teriak atau bik Atun pasti bakal laporan ke saya, udah diminum lagi itu minumnya!" ujar Hendra.
"Ah, iya om. Om juga diminum dulu minumannya, sayang tuh kalo dingin!" ucap Topan.
Hendra tersenyum lebih dulu sebelum akhirnya meminum kopi miliknya, begitupun dengan Topan yang juga meminum minuman di atas meja itu bersamaan dengan Hendra. Mereka tampak cukup akrab berbincang-bincang sambil minum seperti seorang anak dan bapak, padahal sebelumnya Hendra sangat benci pada Topan.
"Oh ya, saya mau tanya deh sama kamu. Saya harap kamu bisa jawab dengan jujur, supaya saya lebih percaya sama kata-kata kamu nantinya Topan!" ucap Hendra sembari menaruh gelas di meja.
"Eee tanya soal apa ya om?" ujar Topan bingung.
"Iya, saya cuma mau tanya dan pastikan aja ke kamu. Apa kamu serius ingin menjalin hubungan dengan Cahaya anak saya?" ucap Hendra bertanya.
Sontak Topan terkejut bukan main mendengar pertanyaan dari Hendra itu, ia sampai hampir tersedak kopi akibat pertanyaan yang membuatnya bingung tersebut. Topan bingung plus tidak tahu harus menjawab apa dan bagaimana saat ini, ia serius dan memang serius bahkan ingin segera menikahi Cahaya kalau bisa.
Namun, tentu Topan tak bisa melakukan itu saat ini karena Cahaya yang masih sekolah dan tidak mau diajak menikah muda olehnya, sehingga ia pun harus bersabar menunggu Cahaya lulus sekolah. Kini Topan justru mendapat pertanyaan seperti itu dari calon mertuanya, tentu ia bingung harus bagaimana menjawab pertanyaan tersebut.
"Kenapa? Kok kamu kayak yang kaget gitu pas dengar pertanyaan saya?" tanya Hendra heran.
"Gak ada apa-apa sih, cuma pengen tau aja! Saya senang kalau kamu serius sama Cahaya, tapi kalau enggak ya pasti saya sedikit kecewa! Dan saya juga akan minta sama kamu buat jauhi anak saya kalo gitu, karena Cahaya bukan untuk dipermainkan!" ucap Hendra menjelaskan maksudnya.
Topan tertegun mendengarnya, "I-i-iya om, saya ini serius sekali mencintai Cahaya dan saya juga ingin menikah dengan anak om itu! Hanya saja, saya tidak bisa melakukannya sekarang om karena Cahaya masih ingin lanjut sekolah!" ucapnya.
"Ya iyalah Topan! Saya juga gak akan kasih izin kalau kamu mau menikahi Cahaya sekarang, dia itu masih sekolah dan butuh kelulusan!" ujar Hendra.
"Ahaha, iya om. Saya juga ngerti kok, paling saya akan tunggu Cahaya sampai lulus kuliah nanti dan tunggu juga sampai Cahaya siap! Baru deh nanti saya akan menikahi Cahaya," ucap Topan.
Tiba-tiba saja Cahaya muncul dan kaget mendengar kata-kata Topan barusan.
"Hah? Nikah?" ujar Cahaya terkejut.
__ADS_1
Topan dan juga Hendra pun menoleh secara bersamaan ke arah Cahaya, mereka terkejut lantaran Cahaya tiba-tiba saja sudah ada disana dan sedari tadi mereka tak melihat kalau Cahaya itu menuruni tangga. Mungkin karena mereka terlalu asyik mengobrol, sehingga mereka tak bisa melihat kedatangan Cahaya di bawah sana.
"Cahaya? Kamu kok bisa ada disitu? Sejak kapan?" tanya Hendra terheran-heran.
"Baru kok pah, emang papa gak lihat kalau aku turun dari tangga tadi? Papa sama Topan asyik ngobrol aja sih, jadi gak lihat kan aku kesini!" ucap Cahaya.
"Ahaha, iya sayang maaf! Emang kamu udah selesai beberes di kamarnya?" tanya Hendra.
"Udah pah, makanya aku turun buat temuin papa sama Topan! Tadi tuh maksudnya apa sih, pah? Kok bawa-bawa nama aku dan mau nikahin aku?" ujar Cahaya kebingungan plus penasaran.
"Eee iya Cahaya, tadi papa tuh mau tanya aja ke Topan apakah dia serius jalin hubungan sama kamu atau enggak? Nah ternyata si Topan ini emang serius loh, malah dia udah gak sabar katanya mau nikahin kamu!" ucap Hendra.
"Hah?" ujar Cahaya terkejut bukan main.
Cahaya pun menatap wajah Topan dengan raut cemasnya, sedangkan Topan justru tersenyum.
"Lu jangan ngada-ngada deh!" bentak Cahaya.
"Ngada-ngada apa sih pacar? Kan aku emang pengen nikah sama kamu, tapi aku ngerti kok kalo kamu harus sekolah dan kuliah dulu! Baru nanti setelah itu kita menikah dan hidup bahagia, bukan begitu om Hendra?" ucap Topan tersenyum.
"Iya Topan, om setuju sekali dengan rencana kamu untuk menikahi Cahaya setelah dia lulus nanti! Semoga benar terlaksana ya, karena om juga mau segera nimang cucu!" ucap Hendra.
"Papa apaan sih, pah? Kenapa papa malah ikut-ikutan kayak si Topan?" tanya Cahaya heran.
"Loh kenapa sayang? Memang salah ya kalau papa ini setuju sama rencana mulia Topan? Dia kan baik, buktinya dia mau tunggu kamu!" ujar Hendra.
"Haish, papa ini udah mulai kemakan omongan Topan deh kayaknya!" ujar Cahaya cemberut.
Hendra justru nyengir memandangi wajah Cahaya yang tampak menggemaskan, begitu juga dengan Topan yang terpukau melihat kecantikan wajah Cahaya saat ini.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...