
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 282
...•...
...•...
Sepulang sekolah, Cahaya masih saja terbayang akan kejadian yang menimpanya semalam saat ia harus menjadi korban pelecehan yang dilakukan sejumlah oknum fotografer bodong.
Cahaya bahkan sampai terus melamun dalam perjalanan menuju ke luar sekolah, padahal saat ini ada Mawar serta Melani yang berada di dekatnya dan tengah berbincang-bincang, namun Cahaya malah fokus melamun tak memperdulikan mereka.
"Gue ini bodoh banget! Harusnya gue gak percaya gitu aja sama kak Lyodra!" batin Cahaya.
Menyadari sahabatnya itu sedang melamun, Mawar dan Melani pun berhenti bicara lalu coba menyadarkan Cahaya dari lamunannya.
"Oi Cahaya!" tegur Mawar cukup keras.
"Hah iya, kenapa?" ucap Cahaya terkejut sembari memegangi dadanya.
"Yeh dia malah ngelamun, daritadi kita ajak lu bicara tau Cahaya! Lu emang mikirin apaan sih sampe gak fokus kayak gitu? Lagi ada masalah ya, sama kak Topan atau siapa?" ujar Mawar heran.
"Eee enggak kok, bukan apa-apa. Gue cuma lagi pusing aja, tapi nanti juga baikan kok. Emang tadi kalian bicara apa?" ucap Cahaya.
"Ini loh gue sama Melani penasaran sama hasil foto model lu semalam, gimana tuh lancar jaya kan gak ada kendala? Si Lyodra itu gak bohongin lu kan Aya?" ucap Mawar dengan penuh penasaran.
"Eee jangan bahas itu sekarang, ya! Gue lagi gak mood buat bahas soal itu!" ucap Cahaya.
"Loh loh, emang kenapa dah?" tanya Mawar heran.
Cahaya hanya menggeleng tak mau menjawab pertanyaan Mawar, ia juga lanjut melangkah ke luar sekolah karena sedang tidak ingin membahas mengenai kejadian semalam yang masih membekas di pikirannya.
"Eh Cahaya, tunggu dong! Lu itu kenapa sih?" teriak Mawar mengejar Cahaya.
__ADS_1
"Tau, kok tiba-tiba lu jadi kayak gini? Perasaan kemarin lu masih asyik-asyik aja tuh!" sahut Melani.
Udah lah guys, cukup! Gue ini lagi gak mau bahas soal itu, kalian tolong ngertiin lah! Udah ya, gue mau pulang capek!" ucap Cahaya.
Mawar dan Melani terdiam saling pandang.
"Yaudah iya, maaf Aya! Kita gak tanya-tanya lagi deh, yuk kita antar lu ke depan!" ucap Mawar.
Cahaya mengangguk pelan, lalu kembali melangkah bersama kedua temannya itu menuju gerbang.
Sesampainya disana, Cahaya langsung disambut oleh Topan sang kekasih yang sudah menunggu lumayan lama. Topan terheran-heran melihat Cahaya cemberut seperti itu, ia pun mendekatinya dan mengusap wajah Cahaya karena penasaran.
"Hey, kamu kenapa pacar?" tanya Topan cemas.
"Ini loh kak, Aya katanya lagi pusing. Dia pengen cepat pulang buat istirahat, mungkin gara-gara sebentar lagi mau ujian!" ucap Mawar.
"Iya tuh, yang namanya murid kan paling takut sama ujian-ujian kayak gitu!" sahut Melani.
Topan justru tersenyum tipis mendengar perkataan Mawar dan Melani, ia kembali beralih menatap Cahaya sembari memegang wajah gadis itu dengan kedua tangannya dan perlahan mendekat.
Cupp!
"Pacar, kamu pusing kenapa? Sini cerita sama aku, gausah sungkan atau ragu!" tanya Topan lembut.
"Gak ada kok, aku cuma pengen istirahat aja di rumah. Yuk kita langsung pulang, aku gak kuat lama-lama berdiri!" ucap Cahaya lemas.
"Eee oke deh, ayo kita pulang!" ujar Topan.
Cahaya mengangguk, lalu berpamitan pada kedua temannya untuk pulang. Setelahnya, barulah ia ikut dengan Topan menuju mobilnya untuk segera pulang ke rumah.
Sementara Mawar dan Melani masih merasa cemas dengan sikap Cahaya, mereka tak yakin kalau Cahaya tidak kenapa-napa karena tak biasanya gadis itu bersikap demikian.
"Mel, gue gak yakin Cahaya baik-baik aja! Dia pasti lagi sembunyiin sesuatu tuh dari kita," ujar Mawar.
"Iya bener! Tapi, apa ya?" ucap Melani.
•
•
__ADS_1
Saat di dalam mobil menuju pulang, Cahaya masih saja terdiam memikirkan kejadian semalam yang membuatnya tak bisa tenang hingga saat ini.
Topan yang melihat itu pun tergerak hatinya untuk coba bertanya pada Cahaya secara langsung, karena sebagai seorang kekasih tentunya ia merasa tidak tega melihat gadisnya bersedih.
"Pacar, kamu kenapa sih? Gak mungkin cuma kecapekan sampe kayak gitu, udah cerita aja sama aku sayang!" tanya Topan penasaran.
"Hah? Eee aku gapapa kok," jawab Cahaya bohong.
"Kamu udah dong sayang, jangan bohong terus! Aku bosen loh dibohongin mulu sama kamu, ayolah jujur aja sama aku ada apa?! Kalau kamu terus bohong kayak gini, yang ada kamu malah semakin sakit sayang dan gak bisa tenang!" ujar Topan kesal.
"Iya, aku tuh sebenernya masih kepikiran sama kejadian semalam. Aku gak bisa lupain itu gitu aja, itu sangat menyakitkan buat aku pacar! Bahkan saat pelajaran tadi, aku sampai gak bisa fokus dan tiba-tiba terbayang lagi sama kelakuan cowok-cowok mesum itu!" jelas Cahaya.
Mendengar cerita Cahaya membuat Topan makin bertambah emosi, ia menekan rem kemudian menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Apa? Jadi, kamu begini itu karena kejadian semalam?" tanya Topan terkejut.
Cahaya manggut-manggut dengan wajah cemasnya, Topan pun tak bisa lagi melihat gadisnya tertekan seperti itu karena ulah Lyodra dan temannya.
"Ini gak bisa dibiarin sih, mereka harus dapat hukuman yang setimpal!" tegas Topan.
"Aku gak mikirin soal itu pacar, aku cuma pengen lupain kejadian itu dan fokus lagi sama kehidupan aku yang sekarang. Tapi, rasanya berat banget buat aku ngelakuin itu Topan! Karena setiap kali aku pejamin mata, aku selalu terbayang sama pelecehan yang aku dapetin semalam!" ucap Cahaya.
"Sayang, kamu tenang ya! Aku sebagai pacar kamu akan selalu berusaha buat lindungin kamu, aku juga gak pengen kamu kayak gini terus! Mungkin salah satunya cara, ya kamu harus lihat sendiri kalau mereka dihukum berat!" ucap Topan.
Cahaya terdiam menunduk, lalu Topan mendekati gadisnya itu dan memegang wajah Cahaya dengan kedua tangan sambil menatapnya.
"Hey, jangan sedih atau cemas lagi ya! Aku disini untuk kamu, aku bakal bantuin kamu supaya bisa lepas dari trauma kamu ini! Aku cinta kamu sayang, i love you!" ucap Topan tersenyum.
Cupp!
Pria itu mendaratkan kecupan di bibir gadisnya, Cahaya hanya diam menatap wajah Topan yang berada sangat dekat dengannya.
"Yaudah, kita lanjut lagi ya?" ucap Topan.
Cahaya mengangguk setuju, Topan pun kembali menancap gas dan melajukan mobilnya menuju rumah Cahaya sambil terus mengusap puncak kepala gadisnya itu.
"Kasihan Cahaya! Tindakan Lyodra itu udah keterlaluan, dia gak bisa cuma dikeluarin dari sekolah karena dia udah bikin Cahaya trauma! Cowok-cowok itu juga harus gue habisin, gak cukup kalo cuma ada di penjara doang!" gumam Topan dalam hati.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...