Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 117. Tua bangka


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 116


...•...


...•...


Cahaya serta Topan sampai di sebuah apartemen milik Topan sesuai yang dikatakan pria itu sebelumnya kalau ia ingin membawa Cahaya ke apartemennya, disana terlihat cukup luas dan mewah dengan berbagai fasilitas yang dapat melayani Cahaya saat tinggal disana.


"Cantik, kamu tinggal aja disini sementara waktu sampai kamu mau putusin buat pulang ke rumah!" ucap Topan tersenyum.


"Eee.... apa gue gak ngerepotin lu? Ini kan apartemen punya lu, gue gak enak kalo cuma tinggal gitu aja! Lu kasih tau gue deh, berapa harga sewanya?" ucap Cahaya merasa tak enak pada Topan.


"Gak perlu, aku kan ikhlas bantu kamu!" ucap Topan.


"Ya tapi—"


"Udah lah, gausah bawel dan cerewet! Kamu cukup istirahat aja disini selama yang kamu mau, aku gak ngerasa direpotin kok!" potong Topan.


Akhirnya Cahaya mau tinggal disana karena tidak ada pilihan lain baginya, ia sudah terlanjur pergi dari papanya dan pantang baginya untuk kembali kesana sebelum papanya sadar, walaupun sebenarnya ia tidak ingin pergi jauh dari sang papa seperti ini.


Topan pun mengantarkan gadisnya ke dalam untuk melihat-lihat isi apartemen tersebut sembari memberitahu pada Cahaya bagaimana cara menggunakan fasilitas disana dengan benar, tentu ia tak mau kalau Cahaya kesulitan nantinya.


"Nah begitu, paham kan?" ucap Topan.


"Yaelah, gak perlu dikasih tau gue juga ngerti kali!" jawab Cahaya ketus.


Topan tersenyum kemudian merangkul Cahaya dari samping sembari mengacak-acak rambut gadis itu dengan telapak tangannya, ia tampak gemas pada Cahaya karena masih saja bersikap seperti itu kepadanya padahal ia sudah baik.


"Ish, jangan berantakin rambut gue dong!" ucap Cahaya kesal.


"Ya lagian kamu jawabnya malah begitu! Harusnya kamu makasih, karena aku udah bantu kamu bukannya malah jutek gitu!" ujar Topan.


"Iya iya maaf, yaudah makasih!" ucap Cahaya.

__ADS_1


Cupp....


Tiba-tiba Topan menarik wajah gadis itu ke dekatnya lalu mengecupnya dengan lembut dan sangat lama ia menempelkan bibirnya pada wajah Cahaya, nampaknya Topan merasa gemas sekaligus kesal pada sikap Cahaya yang tak berubah.


"Hah? Lu lancang banget ya, berani-beraninya lu main cium-cium muka gue gitu aja! Wah gue bakal laporin lu ke polisi, atas tuduhan pelecehan!" ucap Cahaya.


"Ya laporin aja gih! Tapi, malam ini kita tidur berdua dulu supaya kamu ngelaporin nya gak setengah-setengah gitu!" ucap Topan terkekeh sembari mencolek hidung gadisnya.


"Dasar gila! Lepasin ah!"


Cahaya berontak dari pelukan Topan dan berhasil, ia juga melayangkan injakan kaki pada area telapak kaki pria tersebut sampai Topan harus meringis kesakitan memegangi kakinya, sepertinya Cahaya tak terima karena Topan mencium pipinya.


"Heh, sakit tau!" ujar Topan.


"Biarin, suruh siapa berani cium-cium pipi gue! Rasain tuh kesakitan, itu juga belum seberapa!" ujar Cahaya menatap penuh emosi.


"Yaelah, kayak belum pernah dicium sama cowok lain aja kamu!" ucap Topan.


"Ya emang belum pernah, hayo mau ngomong apa lagi lu? Udah deh, sekarang mending lu keluar terus pulang sana ke rumah lu! Gue gak mau nanti lu dimarahin nyokap lu, cepetan pulang deh!" ucap Cahaya meminta Topan pulang.


"Peduli amat sih sama aku, mulai sayang ya?" goda Topan sembari mengelus wajah Cahaya.


"Yaudah, sekarang kamu mandi gih sana! Baju-baju buat kamu ada di lemari, tinggal ambil aja sesuai yang kamu mau ya!" ucap Topan tersenyum.


"Thanks, yaudah keluar sana!" ucap Cahaya.


"Yakin, gak mau mandi bareng sama aku?" ucap Topan sengaja memancing Cahaya.


"Umm... boleh deh, yuk!" ucap Cahaya.


"Ah serius?" tanya Topan penuh harap.


Bughh....


"Ya enggak lah, dasar mesum!" jawab Cahaya emosi sembari menendang kaki Topan.


"Awwhhh, dasar cewek kasar!"



__ADS_1


Malam semakin larut, namun Hendra belum juga mampu menemukan keberadaan putrinya hingga saat ini, hampir semua tempat sudah ia datangi termasuk rumah Mawar serta taman-taman di daerah tersebut.


Akan tetapi, Hendra tak kunjung juga berhasil menemukan Cahaya di beberapa tempat tersebut. Ia pun tampak bingung saat ini sekaligus sedih karena tak tahu bagaimana nasib Cahaya sekarang, ia cukup khawatir kalau Cahaya akan kenapa-napa.


Sementara Calissa yang berada di sampingnya terus mencoba menenangkan serta meyakini Hendra kalau Cahaya akan baik-baik saja, ia juga sebenarnya khawatir apalagi jika benar Cahaya sekarang tengah bersama Topan di luaran sana.


"Mas, Cahaya pasti gapapa kok! Dia itu kan anak mandiri yang pinter, aku yakin dia bisa jaga diri! Tapi, yang aku takutin dia bakalan semakin terpengaruh sama Topan itu!" ucap Calissa.


"Itu dia sayang, mas takut banget kalau Cahaya gak akan pernah kembali ke rumah!" ucap Hendra.


"Sabar ya mas, besok pagi kita coba cari lagi Cahaya di sekeliling daerah ini! Aku yakin Cahaya pasti bisa ditemuin, jangan cemas ya mas!" ucap Calissa.


"Iya sayang, makasih ya selalu ada buat tenangin mas!" ucap Hendra tersenyum tipis.


"Sama-sama mas, udah tugas seorang istri untuk menemani suaminya dikala senang ataupun susah seperti sekarang! Aku juga kan mau tunjukin ke kamu, kalau aku bener-bener sayang sama kamu!" ucap Calissa.


"Iya sayang, mas percaya kok!" ucap Hendra.


"Makasih mas, yaudah sekarang kita pulang ke rumah dulu yuk! Ini udah terlalu malam, mas! Kamu butuh istirahat yang cukup, supaya gak jatuh sakit nantinya!" ucap Calissa.


"Kamu benar sayang, yuk kita pulang!" ucap Hendra.


"Ayo, mas!"


Calissa pun menggandeng lengan suaminya lalu mereka bersama-sama pergi menuju mobil, Hendra sudah berhasil ditenangkan oleh istrinya saat ini dan tampak lebih ceria, walau dalam hatinya ia masih sangat khawatir pada kondisi putrinya.


Di dalam mobil, Calissa juga terus mengusap-usap punggung tangan suaminya sembari menatap sambil tersenyum dan memberikan ketenangan bagi Hendra agar tidak cemas terus-menerus, Calissa pun juga berharap jika Cahaya tidak bersama Topan.


"Semoga aja cewek ngeselin itu gak lagi sama Topan, aku sama sekali gak terima kalau mereka enak-enakan berdua sekarang!" batin Calissa.


Hendra pun segera memacu kendaraannya menuju rumah sambil sesekali menoleh ke arah Calissa dan menggenggam tangan istrinya itu, ia tersenyum lalu menggerakkan tangannya mengelus area paha milik sang istri membuat Calissa senyum-senyum sendiri.


"Mas, fokus dulu ke jalan ya! Nanti kalo kamu begini terus bisa nabrak loh!" ucap Calissa.


"Hahaha, iya maaf ya! Yaudah mas mau fokus ke jalan dulu, tenang aja!" ucap Hendra tersenyum.


"Dasar tua bangka mesum!"


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2