
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 171
...•...
...•...
Cahaya telah sampai di rumahnya bersama dengan Ardan dan Guntur yang mengantarnya, ya kedua pria itu memang dititipkan oleh Topan untuk mengantar Cahaya pulang ke rumahnya. Cahaya pun terpaksa mau ikut bersama mereka karena tak ada pilihan lain dan ia juga tidak memiliki uang untuk menaiki taksi atau ojek, walau sebenarnya ia agak malas pulang bersama Ardan dan Guntur yang aneh itu.
Sesampainya di depan gerbang rumahnya, Cahaya langsung hendak turun dari mobil dan membuka pintunya. Namun, Ardan menghalanginya dan meminta pada Cahaya untuk menunda keinginannya karena ia masih ingin bicara disana dengannya. Cahaya pun menurut dan tidak jadi membuka pintu karena ia juga penasaran apa yang hendak dibicarakan oleh Ardan kepadanya.
"Ada apa sih? Buruan ngomong, jangan kebanyakan diem! Gue tuh capek pengen istirahat!" ucap Cahaya.
"Eh buset, galak amat! Iya iya gue ngomong ini, gue tuh cuma mau tanya aja sama lu, sebenarnya lu beneran suka dan cinta sama Topan atau enggak sih?" ucap Ardan dengan wajah penasaran.
"Hah? Ngapain lu tanya begitu?" ujar Cahaya.
"Yeh jangan salah paham dulu! Gue cuma pengen tahu aja, siapa tau kan lu cuma bilang begitu ke Topan supaya Topan gak marah?" ucap Ardan.
"Haish, kan tadi gue udah bilang. Gue emang udah mulai ada rasa cinta sama Topan, ya walau dikit tapi gue tetep ngerasa nyaman kalau di dekat dia. Karena Topan itu orangnya asik dan perhatian banget sama gue, itu yang bikin gue tertarik!" jawab Cahaya.
"Oalah, bukan soal hartanya?" tanya Ardan bercanda.
"Ya bukanlah! Kalau itu mah nyokap tiri gue, buat apa gue mau sama Topan cuma karena hartanya? Emang harta tuh bisa dibawa mati dan bikin kita masuk surga? Enggak kan? Lagian soal harta mah, dari kecil juga gue udah dimanjain banyak harta kok sama nyokap bokap gue." jawab Cahaya tegas.
__ADS_1
"Hahaha, ya syukur deh! Eh bentar bentar, tadi lu bilang apa? Nyokap tiri? Emang lu punya nyokap tiri juga?" ujar Ardan penasaran.
"Iya, nyokap tiri gue tuh masih muda dan usianya cuma beda tiga tahun sama gue. Makanya gue heran banget sama bokap gue, bisa-bisanya dia nikahin cewek yang seumuran sama anaknya!" ucap Cahaya.
"Hahaha, mungkin bokap lu lagi puber kedua kali." ujar Guntur sambil tertawa kecil.
"Yaudah ah, gue mau turun! Makasih ya, udah anterin gue sampe depan rumah! Gue gak harus bayar kan sama kalian berdua?" ucap Cahaya bersiap turun.
"Ya enggak lah! Biar nanti kita minta bayarannya sama Topan." jawab Ardan.
"Hahaha, iya tuh. Kita kan udah anterin dan jagain ceweknya dengan selamat, nanti kita palakin dia pas di tongkrongan!" sahut Guntur sambil tertawa dan memukul pundak Ardan.
"Yeh gausah mukul juga kali!" ujar Ardan.
"Jahat banget kalian! Masa sahabat sendiri diporotin sih? Kalau kalian emang mau minta uang atau traktiran, yaudah sama gue aja. Kasihan Topan dong, yang dianterin sama kalian gue tapi yang dimintain bayaran malah dia." ucap Cahaya.
"Aduh, cie cie yang mulai perhatian sama Topan dan belain Topan...." ledek Ardan.
"Haish, apaan sih?" Cahaya pun malu-malu.
...•••...
Disisi lain, Topan sudah pergi dari cafe tempat ia bertemu dengan Arvio tadi. Kini Topan tengah dalam perjalanan pulang dengan motornya, namun pikirannya itu masih saja tertuju pada perkataan Arvio tadi yang mengatakan jika Calissa adalah mama tiri Cahaya yang selama ini juga diceritakan oleh Cahaya kepadanya.
Disaat ia tengah melamun, tiba-tiba saja ponselnya berdering dan membuatnya harus berhenti sejenak untuk mengangkat telepon yang ternyata dari mamanya itu. Topan pun penasaran apa sebenarnya yang ingin dibicarakan sang mama, namun ia sedikit yakin kalau mamanya akan memarahinya karena sudah meninggalkan Wulan begitu saja tadi.
"Aduh, mama telpon lagi! Gimana ini ya? Pasti mama mau bahas soal gue yang tinggalin Wulan tadi, mama pasti marah nih!" ujar Topan sambil garuk-garuk kepala dan tampak kebingungan.
Akhirnya Topan terpaksa mengangkat telepon dari mamanya itu, karena ia tidak ingin durhaka jika mereject atau mendiamkan telpon itu.
📞"Halo, mah!" ucap Topan.
__ADS_1
📞"Halo, Topan! Kamu ini apa-apaan sih? Kenapa kamu malah tinggalin Wulan begitu aja di restoran tadi dan suruh temen-temen kamu buat temenin dia?" ujar Eun-Kyung langsung ngegas.
📞"Duh, sabar dulu mah! Jangan marah-marah nanti cepat tua loh!" ucap Topan.
📞"Haish, kamu ini! Sekarang cepet bilang ke mama! Pergi kemana tadi kamu, ha? Kenapa kamu sampai tega tinggalin Wulan di restoran dan titipin dia ke teman-teman kamu yang gak bener itu? Mama kan udah bilang, kamu harus makan berdua sama Wulan sebagai permintaan maaf kamu!" ujar Eun-Kyung.
📞"Iya mah, aku minta maaf! Tadi tuh aku ada urusan mendadak, makanya aku tinggalin Wulan sama temen-temen ku. Tapi, Wulan gak diapa-apain kan mah sama mereka?" ucap Topan.
📞"Ya enggak sih. Tapi, seharusnya kamu gak bersikap seperti itu sama Wulan! Bukannya minta maaf karena kemarin kamu udah anggurin dia di rumah, eh sekarang kamu malah bikin ulah lagi sama dia! Emang bener-bener ya kamu, Topan!" ucap Eun-Kyung masih saja marah-marah.
📞"Iya mah, aku tau aku salah. Gini aja deh, nanti aku hubungin Wulan dan minta maaf sama dia secara langsung." ucap Topan.
📞"Aduh, jangan lewat telpon dong Topan! Kamu ini bisa ngertiin perasaan wanita gak sih? Kamu ajak lagi Wulan ketemuan seperti tadi, baru kamu minta maaf sama dia disana!" ucap Eun-Kyung.
📞"Iya mah, aku bakal begitu kok." ucap Topan.
📞"Yaudah ah, mama mau syuting lagi! Awas ya kalau kamu bohong dan gak minta maaf sama Wulan, mama bakal kasih hukuman buat kamu dan kamu gak boleh pergi keluar selama sebulan!" ucap Eun-Kyung mengancam Topan.
📞"Waduh, mah jangan mah!" ucap Topan langsung ketakutan.
Tuuutttt...
Telpon sudah langsung diputus oleh Eun-Kyung secara cepat setelah ia menuntaskan obrolannya dengan Topan, sedangkan Topan tampak gusar sendiri dan terus garuk-garuk kepala sembari memandangi ponselnya.
"Ah elah! Mau ngurus masalah Cahaya aja susah amat, ini udah disuruh mama buat minta maaf sama Wulan lagi. Gimana kalo Cahaya cemburu?" ujarnya.
Akhirnya Topan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana, lalu memakai helm dan lanjut melaju dengan motornya. Topan ingin mengurus sejenak masalah Cahaya dengan Calissa, barulah nanti ia akan memikirkan Wulan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1