Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 14. Pake tangan


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 13


...•...


...•...


Cahaya akhirnya sudah menjauh dari pria yang tadi membuatnya tersinggung, ia terus berjalan dalam kondisi lapar dan memegangi perutnya. Sebenarnya Cahaya sudah tak bisa menahan lagi rasa laparnya itu, tapi ia juga bingung harus bagaimana saat ini karena tidak ingin kembali ke rumah papanya apalagi bertemu wanita yang menjadi penyebab kepergian mamanya.


Tiba-tiba kepalanya terasa pusing mungkin akibat ia belum makan sedikitpun sejak pagi, bahkan untuk sekedar minum saja ia belum sama sekali memasukkan apapun ke dalam mulutnya karena sangat sedih atas kepergian sang mama dari hidupnya.


Karena tak kuat lagi melanjutkan perjalanan, Cahaya memilih duduk di pinggir trotoar jalan sambil masih memegangi perutnya yang sudah sangat terasa lapar itu. Cahaya masih berharap ada yang bisa membantunya, padahal tadi saja ia malah pergi dari pria yang ingin membelikan makanan untuknya.


Disaat ia tengah duduk menunduk menekan perutnya agar bisa menahan rasa lapar yang amat sangat itu, tiba-tiba seseorang menyodorkan plastik di hadapan Cahaya.


"Nih buat lu!" ujar orang itu.


Sontak Cahaya mendongak ke atas memastikan siapa yang telah memberikan itu untuknya, ya rupanya dia adalah pria tadi yang duduk disampingnya dan sempat menawarkan traktiran untuknya tapi ia tolak.


"Ambil!" sambung pria itu.


"Gausah, gue gak butuh dikasihani!" ujar Cahaya jutek menolak pemberian pria itu karena gengsinya cukup tinggi.


"Hadeh udah kelaparan begitu masih aja gengsi, buruan ambil sebelum gua berubah pikiran! Ini gue kasih ke lu bukan karena gue kasihan sama lu, tapi karena gue peduli!" ucap pria itu coba membujuk Cahaya agar mau menerima makanan darinya.

__ADS_1


Cahaya terdiam memalingkan wajahnya dari si pria itu, ia berusaha berpikir apakah harus menerima pemberian pria tersebut atau menolaknya lagi dan pergi dari sana dengan resiko akan semakin tersiksa karena rasa lapar yang mengguncang tubuhnya itu.


"Yaudah kalo gak mau mah, biar gue kasih ke pemulung di depan itu!" ucap pria itu menarik kembali plastik yang tadi ia sodorkan ke depan wajah Cahaya dan pergi dari sana.


"Eh tunggu!" teriak Cahaya bangkit coba menahan pria itu untuk tidak pergi.


Ya pria itu pun menghentikan langkahnya lalu berbalik sambil tersenyum tipis, ia menghampiri kembali Cahaya karena tidak tega dengan wanita yang sedang kelaparan itu.


"Kenapa? Tadi katanya gak mau, kok giliran gue pergi lu nahan gue?" tanya pria itu pada Cahaya.


"Iya gue mau kok terima makanan dari lu, tapi lu ikhlas gak ngasihnya ke gue??" ucap Cahaya.


"Yaelah pake ditanya segala, kalo gak ikhlas ngapain gue sampe rela jauh-jauh ngejar lu kesini padahal tadi kan lu udah gak mau terima bantuan gue dan pergi gitu aja!" ujar pria itu.


Akhirnya Cahaya mau menerima makanan pemberian pria itu, ia mengambil bungkus plastik berisi makanan dari tangan pria itu walau dengan ragu-ragu.


Pria itu hanya terkekeh geli melihat ekspresi Cahaya yang masih saja gengsi, tanpa disangka Cahaya menyomot plastik itu dengan cepat dari tangan si pria lalu kembali duduk disana.


"Makasih!" ucap Cahaya singkat kemudian mulai membuka bungkus makanan itu.


"Heh, ini kok gak ada sendok nya sih? Lu itu niat apa enggak kasih gue makan? Masa cuma ngasih nasi sama lauk terus gak ada alat buat makannya? Sekarang gue makan ini pake apa ha?" ujar Cahaya kesal menatap wajah pria itu.


"Ya ampun, lu norak banget sih! Kan lu punya 2 tangan dan dua-duanya masih utuh itu, pake nanya lagi makan pake apa!" ujar pria itu.


Cahaya pun mengernyitkan dahinya mendengar perkataan pria itu, ia tak mengerti maksudnya dengan memakan pakai tangan karena ia memang belum pernah melakukan itu.


"Maksudnya gimana sih, gue gak ngerti?" tanya Cahaya dengan wajah polosnya menatap pria disampingnya yang tengah menghisap rokok.


"Hadeh masa gitu aja mesti gue ajarin sih? Yaudah siniin makanannya biar gue kasih unjuk ke lu cara makan yang baik dan benar!" ujar pria itu ingin menunjukkan caranya pada Cahaya.


Cahaya pun memberikan bungkus makanan itu kepada pria tersebut, ia tampak syok saat pria itu hendak memasukkan jari-jarinya ke dalam nasi di bungkus tersebut. Dengan sigap Cahaya menarik kembali makanannya karena tak mau tercemar dengan jari jemari milik pria itu.

__ADS_1


"Ish lu jorok banget sih! Masa makanan buat gue mau lu obok obok pake tangan lu?" ujar Cahaya marah-marah.


"Lah tadi kan lu yang minta ajarin cara makan pake tangan, ya itu barusan gue mau ajarin lu kocak malah marah-marah!" ujar pria itu geram dan memilih membuang muka menghisap rokoknya ke arah lain daripada harus berhadapan dengan gadis disampingnya.


Cahaya yang baru mengerti akhirnya mencoba apa yang tadi hendak dilakukan pria itu kepada makanannya, ya Cahaya menggunakan tangannya untuk memakan makanan tersebut.


Akhirnya rasa lapar yang diderita Cahaya berhasil teratasi dengan makanan pemberian pria itu, Cahaya tampak makan dengan lahap tak perduli tangannya kotor atau apa.


...•••...


Sementara itu, Hendra juga tengah berada di meja makan bersama istrinya yakni Calissa. Mereka hendak makan siang tentunya karena sang istri sudah merasa lapar katanya.


Sudah terdapat banyak sekali makanan di atas meja itu, Hendra pun menarik kursi untuk istrinya agar Calissa bisa duduk disana.


"Makasih mas," ucap Calissa tersenyum kemudian duduk di kursi yang sudah ditarik oleh suaminya tadi.


"Sama-sama sayang," ucap Hendra lalu duduk di samping sang istri sambil tersenyum.


Calissa pun mulai mengambilkan sepiring nasi untuk suaminya dan juga dirinya, tak lupa juga ia menuangkan lauk-pauk yang tersedia disana ke dalam piring itu cukup banyak.


"Ini mas, silahkan dimakan!" ucap Calissa menaruh piring di depan suaminya.


"Makasih sayang.." ucap Hendra tersenyum mengusap-usap kepala istrinya lembut.


Calissa membalas senyuman suaminya lalu beralih mengambil lauk untuk dirinya sendiri, cukup banyak juga ia menaruh lauk di piringnya seperti orang yang tak pernah makan.


"Jangan dihabisin dong sayang, kasihan Cahaya nanti kalo gak bisa makan!" ujar Hendra mengingatkan istrinya untuk tidak menghabiskan lauk disana.


"Oh iya maaf mas, abisnya anak itu belum pulang juga sampe sekarang! Aku pikir dia udah gak mau makan disini mas.." ucap Calissa.


"Iya juga ya, kemana perginya dia itu?" ujar Hendra jadi kepikiran dengan Cahaya karena sampai saat ini belum kembali ke rumah.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2