
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 151
...•...
...•...
Bram membawa tubuh Bella ke dalam klinik di kampusnya dengan kondisi cemas serta panik karena Bella mengalami luka kecil pada bagian lututnya.
Bram langsung meletakkan tubuh Bella di atas ranjang lalu memanggil-manggil dokter yang bertugas disana untuk segera mengobati luka pada bagian lutut Bella alias gadis yang ia sukai itu.
Melihat Bram sangat mencemaskan kondisinya, membuat Bella sedikit merasa terharu sekaligus tak menyangka jika Bram memang benar-benar perduli dengannya tidak seperti Topan, entah mengapa ia mulai tersentuh dengan perlakuan Bram padanya.
Tak lama kemudian, dokter muncul disana menghampiri Bram serta Bella.
"Ada apa ini?" tanya dokter penasaran.
"Ini dok, Bella lututnya luka karena jatuh. Saya khawatir dia kenapa-napa atau terinfeksi, makanya saya langsung bawa Bella kesini." jawab Bram.
Dokter pun segera memeriksa luka Bella.
"Kamu tenang ya! Ini luka kecil kok, hanya butuh diobati dan pasti akan bisa sembuh. Sebentar ya, saya ambilkan dulu obatnya di lemari!" ucap dokter tersenyum lalu pergi menuju lemari obat disana.
"Baik, dok!" ucap Bram sedikit merasa lega.
Tak lama, dokter pun kembali membawa obat yang akan digunakan untuk mengobati luka Bella.
Bram pun sedikit menyingkir untuk memberi ruang bagi dokter mengobati luka Bella.
"Bram bener-bener tulus sayang sama gue, jahat banget rasanya karena selama ini gue selalu menghindar dari dia dan anggap dia hama! Apa mungkin gara-gara itu gue juga selalu gak bisa deketin Topan lagi?" batin Bella sembari memandangi wajah Bram.
__ADS_1
Sangking seriusnya memandangi wajah Bram, Bella sampai tak sadar kalau dokter akan mengobati luka pada bagian lututnya.
"Awhh," rintih Bella saat lututnya tersentuh obat.
"Tahan ya! Ini sebentar aja kok," ucap dokter.
"Iya dok, saya tadi cuma kaget aja." ucap Bella.
"Nah udah, kamu bisa jalan lagi nanti setelah obatnya kering. Untuk sekarang, kamu rebahan aja dulu disini ya!" ucap dokter sambil tersenyum.
"Iya dok, terimakasih ya." ucap Bella.
"Sama-sama, yasudah saya izin permisi keluar! Kalau ada apa-apa lagi, panggil aja saya!" ucap dokter itu pamit pada Bella dan Bram.
"Baik dok," ucap Bram.
Setelahnya, dokter pun pergi keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Bram serta Bella berduaan disana.
Tentu saja Bram langsung menghampiri Bella dan kembali mendekati gadis itu untuk menanyakan kondisinya, Bram tersenyum lalu sedikit membungkuk sembari menatap wajah Bella.
"Iya, gue udah mendingan kok. Makasih ya, lu mau bantu gue tadi dan bawa gue ke klinik ini! Gue berhutang budi sama lu, maaf juga ya tadi gue malah marah-marah sama lu!" ucap Bella yang sepertinya merasa bersalah pada pria tersebut.
"Kamu santai aja! Aku bakal tetap jagain kamu dan selalu ada di sisi kamu, biarpun kamu juga terus aja menghindar dari aku." ucap Bram tersenyum.
"Makasih ya, gue bener-bener beruntung banget punya seseorang yang perhatian dan selalu ada saat gue butuh bantuan. Gue juga nyesel banget, karena selama ini selalu kesel tiap kali lu muncul dan berusaha buat deketin gue! Gue emang udah dibodohi oleh cinta, sampai gue gak sadar kalau ada orang yang lebih pantas buat gue cintai dan lu orang itu!" ucap Bella.
Bram sama sekali tak menyangka jika Bella akan mengatakan kalimat itu padanya, ia pun tampak tersenyum bahagia mendengarnya dan mulai merasa kalau Bella sudah mau menerima cintanya.
...•••...
Disisi lain, Topan masih menunggu jawaban dari Calissa atas pertanyaannya tadi mengenai video viral yang sengaja disebarkan oleh Calissa untuk membuat nama baik Cahaya tercemar.
Calissa tampak kebingungan sendiri harus menjawab apa karena ia tak mungkin mengakui perbuatannya itu kepada Topan.
"Kok diem aja sih?" tanya Topan heran.
Calissa pun menoleh ke arah Topan dengan memasang wajah datar akibat tidak tau harus apa sekarang ini setelah Topan terus saja memaksanya untuk menjawab pertanyaan tersebut.
__ADS_1
"Gapapa, aku cuma heran aja kenapa kamu bisa sampe tanya begitu ke aku? Padahal aku gak tau sama sekali soal video viral itu, mungkin kamu salah tanya karena bukan aku yang nyebarin video itu! Aku kenal aja enggak sama cewek di video itu, gimana aku bisa ngelakuin itu?" ucap Calissa.
Topan tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
"Oke, gue berarti salah orang. Mungkin cuma namanya aja yang mirip, soalnya gue lagi nyari info sih tentang siapa yang udah nyuruh akun gosip itu buat sebarin video pacar gue." ucap Topan.
"Pacar kamu? Ohh, jadi cewek di video yang kamu maksud itu pacar kamu?" tanya Calissa berpura-pura tidak tahu menahu soal itu.
"Iya, dia pacar gue. Makanya gue gak terima sama orang yang udah berani-beraninya fitnah dia, gue bisa lakuin apapun buat balas perbuatan orang itu! Bahkan gue juga gak akan segan-segan buat masukin orang itu ke penjara!" ucap Topan.
Calissa pun tampak ketakutan dan mulai gugup sembari memalingkan wajahnya.
"Gawat nih! Kalo sampe Topan emang beneran tau gue yang udah bayar akun sosmed itu, bisa-bisa Topan bakal jeblosin gue ke penjara! Gue harus tenang, gue gak boleh panik!" batin Calissa.
Topan memang sengaja mengatakan itu untuk melihat bagaimana reaksi Calissa setelah mendengarnya, ya Topan hanya pura-pura percaya dengan perkataan Calissa tadi padahal ia sudah tau kalau memang Calissa lah yang membayar akun gosip tersebut.
"Lu gak bisa bohongin gue, Calissa! Gue bakal cari tau lebih lanjut tentang semua ini, gue juga penasaran apa masalah lu sama Cahaya sebenarnya sampai lu tega lakuin itu ke dia!" batin Topan.
Topan pun bangkit setelah dirasa cukup baginya untuk berbincang dengan wanita itu.
Calissa juga ikut bangkit lalu menahan Topan.
"Eh Topan, kamu mau kemana?" tanya Calissa penasaran saat melihat Topan bangkit dari duduknya lalu bersiap untuk pergi dari sana.
"Gue harus pergi, ada urusan yang harus gue selesaikan. Tolong jangan tahan gue!" ucap Topan dingin sembari menatap wajah Calissa.
Calissa akhirnya terpaksa melepas tangannya dari lengan Topan dan membiarkan pria itu pergi.
Tanpa berlama-lama lagi, Topan langsung pergi dari sana meninggalkan Calissa yang masih terdiam memandanginya dari posisi ia berdiri saat ini.
"Topan itu sebenarnya kenapa sih? Ngapain coba dia pake susah payah nyelidikin semua itu? Apa emang dia beneran cinta sama Cahaya?" gumam Calissa.
Calissa mendengus kesal dengan wajah cemberut, lalu pergi kembali ke dalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1