
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 173
...•...
...•...
"Ehem ehem..." Topan berdehem sembari mendekati keduanya disana lalu tersenyum.
Sontak Calissa dan Hendra langsung terkejut, mereka yang baru hendak masuk ke mobil tampak mengurungkan niat itu. Keduanya menoleh ke belakang dan makin syok saat melihat Topan berdiri di depan mereka, terlebih Calissa yang langsung terbelalak disertai mulut terbuka lebar ketika tau yang ada di hadapannya saat ini adalah Topan.
"To... Topan...??" Calissa terhenyak.
Topan hanya tersenyum sembari memandang wajah keduanya disana. Ia lalu menjulurkan tangannya ke arah Calissa bermaksud membuat wanita itu semakin terpojok saat ini.
"Hai! Apa kabar?" ucap Topan.
Calissa hanya diam menunduk, ia tak tahu harus melakukan apa saat ini karena Topan tiba-tiba muncul di hadapannya ketika ia sedang bersama Hendra alias sang suami. Calissa pun tampak gugup sekali dan cemas karena saat ini Topan telah mengetahui semua kebohongan yang ia tutupi darinya, ya soal ia menikah dengan Hendra.
Sementara Hendra tampak heran sekaligus tidak senang ketika Topan mengulurkan tangannya ke hadapan Calissa istrinya, ia pun menepak tangan Topan dengan keras lalu menatap tajam ke arah pria tersebut penuh emosi. Hendra tak terima dan menganggap Topan sudah lancang padanya juga Calissa, ia pun semakin yakin bahwa Topan lah yang memang sudah mempengaruhi Cahaya.
"Heh! Lancang sekali kamu! Memangnya kamu siapa? Berani-beraninya mengajak bicara istri saya dan ulurin tangan ke dia!" bentak Hendra.
__ADS_1
"Ohh, jadi benar ternyata kamu udah nikah? Duh, sayang banget sih! Padahal aku masih cinta loh sama kamu, mana kamu nikahnya sama om-om kayak gini lagi!" ujar Topan.
"Dasar kurang ajar kamu!!" bentak Hendra.
Hendra yang emosi langsung hendak maju dan memukul wajah Topan, namun dengan cepat berhasil ditahan oleh Calissa yang tak ingin terjadi keributan disana. Apalagi Calissa juga tak mau melihat Topan kembali terluka, ya walau saat ini ia sudah tidak mungkin balikan dengan Topan setelah Topan mengetahui semuanya.
"Mas, tahan!" ucap Calissa.
"Waduh, dipanggil mas dong! Beruntung banget sih om ini, bisa dipanggil kayak gitu sama perempuan yang umurnya gak beda jauh dari anak om. Kalau aku sih bakalan bahagia seumur hidup, eh tapi kayaknya enggak deh! Soalnya kan perempuan ini suka ambil harta om secara diam-diam dan pengen keruk semuanya sampai habis, terus minta cerai sama om setelah semua misinya selesai." ucap Topan sambil tersenyum.
Calissa hanya bisa terdiam dengan mulut terbuka, ia tak menyangka Topan bisa mengatakan itu di depan suaminya saat ini.
"Heh! Kamu jaga ucapan kamu itu, sebelum saya robek-robek mulut kamu! Jangan pernah kamu hina istri saya, dasar anak tidak beradab! Memangnya kamu tau apa tentang istri saya ini, bocah kemarin sore?!" bentak Hendra yang semakin emosi, namun genggaman tangan dari Calissa membuatnya tak bisa melakukan apa-apa.
"Oh saya jelas tau, om. Istri om ini mantan saya loh, dia cuma cinta sama saya dan sampai sekarang juga dia masih begitu kok." ucap Topan berbicara sembari menatap ke arah Calissa.
Sementara Topan tampak puas berhasil membuat Calissa tertekan, ia juga berharap Hendra mau percaya dengannya dan lebih hati-hati lagi dengan istri mudanya itu. Tentu Topan tak mau jika nantinya Hendra menyesal jika semua yang ia katakan tadi adalah benar dan Calissa hanya mengincar hartanya.
"Om, saran saya sih om lebih hati-hati lagi sama Calissa! Dia wanita ular dan bisa melakukan apapun di belakang om. Oh ya, ini saya ada bukti kelakuan jahat Calissa yang sengaja mengambil harta om diam-diam!" ucap Topan sembari memberikan berkas dari Arvio kemarin kepada Hendra.
Hendra pun menampani berkas tersebut dan terus menatapnya.
"Yaudah om, saya permisi dulu ya! Sekali lagi saya ingatkan, om harus hati-hati sama Calissa! Yang membuat keributan antara om dengan Cahaya itu bukan saya, tapi si ular itu!" ucap Topan.
Setelahnya, Topan pun berbalik badan lalu pergi dari sana meninggalkan Hendra yang masih kebingungan dengan memegang berkas di tangannya.
"Semoga om Hendra bisa sadar kalau Calissa itu cuma mau manfaatin dia, dan om Hendra juga bisa kasih izin ke gue buat pacaran sama anaknya alias Cahaya!" gumam Topan dalam hati.
Topan pun masuk ke dalam mobilnya dan segera melaju menuju tempat syuting Wulan.
__ADS_1
"Oh iya, gue kan udah ada janji sama mama buat ketemu Wulan. Kuenya juga udah gue beli, sayang kalo gak dikasihin ke Wulan!" gumamnya.
Topan langsung menancap gas dengan cepat pergi meninggalkan tempat tersebut sembari tersenyum merasa puas, karena ia sudah berhasil membuat Calissa panas dingin dan pastinya tertekan dengan kata-katanya tadi. Terlebih reaksi Hendra juga membuat Topan yakin kalau Hendra pastinya akan lebih waspada dengan istri mudanya itu.
❤️
Setelah Topan pergi dari sana, tampak Hendra membuka berkas yang diberikan Topan padanya di depan Calissa. Hendra sangat terkejut melihat banyak sekali rincian dana yang dikeluarkan dari rekeningnya, apalagi terlihat bahwa semua dana tersebut ditransfer juga ke rekening mama mertuanya.
Hendra pun menatap ke arah wajah istrinya yang masih merunduk ketakutan dengan tubuh gemetar, Hendra hendak bertanya mengenai kebenaran hal tersebut pada istrinya. Calissa sendiri masih belum berani menoleh dan menatap wajah suaminya, karena ia tahu sekali kalau Hendra pasti akan bertanya padanya dengan ekspresi marah.
"Lisa, apa semua ini benar? Dan apa yang dikatakan Topan tadi itu juga benar? Kamu hanya mengincar harta saya, tidak cinta dengan saya?" tanya Hendra.
"Mas, mas kenapa sih? Kok bisa-bisanya mas percaya sama perkataan Topan? Dia—"
"Cukup Lisa! Kamu tinggal jawab aja, apa itu benar atau tidak? Mas penasaran sekali, karena Topan punya bukti ini buat memperkuat perkataan dia tadi!" potong Hendra dengan wajah seram.
"Eee emangnya itu apa, mas?" tanya Calissa.
"Ini bukti uang-uang milik mas yang kamu ambil secara diam-diam di belakang mas, buat apa kamu ngelakuin itu Lisa?" ucap Hendra.
"Hah? Mas, aku tuh—"
"Udah cukup! Kita lanjut bicara di rumah aja, supaya lebih enakan!" potong Hendra dengan cepat.
Hendra langsung menarik tangan istrinya dan membawa ke dalam mobil, mereka pun pergi dari sana dan pulang ke rumah dengan perasaan kesal dan hanya diam-diam saja selama perjalanan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1