
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 68
...•...
...•...
Topan sampai di permata cafe sama seperti Cahaya sebelumnya, ia pun memarkirkan mobilnya tepat di tempat parkir sembari celingak-celinguk nyari tukang parkir tapi gak ketemu nanti mungkin giliran pulang baru muncul tukang parkirnya buat minta uang terus pergi lagi gak bantu keluarin mobilnya.
Setelahnya, barulah Topan keluar dari mobil lalu hendak berjalan masuk ke dalam cafe untuk menemui Senja sang wanita yang berhasil membuatnya terpesona walau hanya dengan ketikan dan suaranya saja.
Tliingg...
Tiba-tiba ponselnya berdering saat ia baru melangkahkan satu kakinya ke depan, ia pun tidak jadi meneruskan langkahnya dan memilih untuk melihat lebih dulu siapa yang mengirimkan pesan kepadanya karena siapa tahu itu adalah Senja.
Dan benar saja memang Senja lah yang mengirim pesan ke ponselnya, senyum tersimpul begitu saja di bibirnya pada saat melihat nama Senja pada layar notifikasi ponselnya.
💌Senja : Badai, aku udah sampe nih! Kamu dimana?
Tak mau berlama-lama lagi, Topan langsung membalas pesan dari Senja yang mengatakan jika ia juga sudah sampai di tempat itu dan tengah menuju ke dalam permata cafe tersebut.
💌Badai : Aku juga udah sampe kok, Senja! Tunggu ya sebentar lagi aku bakal susul kamu ke dalam cafe itu, oh iya kamu pake baju apa??
Setelah membalas pesan Senja, Topan pun lanjut berjalan ke depan cafe sambil masih menggenggam ponselnya di tangan kanan kalau-kalau Senja nantinya membalas pesan darinya jadi lebih mudah bagi Topan untuk membacanya.
Sesampainya di pintu depan cafe itu, Topan langsung celingak-celinguk melihat ke sekeliling mencari yang mana Senja wanita yang akan ditemuinya disana namun cukup banyak perempuan wanita duduk sendirian sehingga ia pun bingung.
Pandangan matanya kali ini tertuju pada sosok wanita yang tengah duduk sendirian menghadap membelakangi pintu, ia merasa tak asing dengan wanita tersebut dan tanpa basa-basi lagi langsung bergerak menghampirinya untuk memastikan kalau ia tidak salah kira kali ini.
"Oi...!!" panggil Topan sambil menepuk pundak wanita tersebut.
Ya tentu saja wanita itu reflek menoleh padahal sedang menyedot minuman di mejanya, ia terkejut ketika melihat Topan berdiri di sampingnya dengan wajah penuh emosi serta tatapan menelisik.
"Topan?" ucapnya pelan.
__ADS_1
"Bener kan, lu Cahaya! Lagi ngapain lu disini, kenapa gak bilang sama gue dulu??" ujar Topan geram.
"Hah? Buat apa gue bilang sama lu?" tanya Cahaya.
"Lah kok buat apa, sih? Kan udah jelas-jelas sekarang kita ini pacaran, jadi kalo lu mau bepergian kemanapun itu harus izin dulu sama gue! Ya minimal kirim sms lah gitu ke hp gue, jangan diem-diem begini!" ujar Topan menceramahi Cahaya.
"Yaelah, lebay banget sih lu! Kita pacaran juga atas dasar sepihak, gue kan gak mau jadi pacar lu!" ucap Cahaya membela diri.
Topan menyunggingkan senyum lalu duduk di samping gadisnya sembari meraih tangan Cahaya, Topan tanpa diduga mencium punggung tangan gadisnya itu dan membuat Cahaya terheran-heran sambil berusaha menarik tangannya tapi gagal.
"Denger ya, mau sepihak ataupun enggak... tetep aja intinya sekarang status lu itu jadi pacar gue, lu gak bisa nolak karena lu sendiri yang pilih!" ucap Topan.
Cahaya terdiam menatap wajah Topan sembari menelan saliva dengan kasar, sesekali ia melirik ke sekitarnya melihat cukup banyak pengunjung disana dan tentunya ia malu jika terus-terusan digenggam seperti ini oleh pria tersebut.
"Topan, gue—"
"Ssshhh...!!"
Dengan cepat Topan menempelkan telunjuknya pada bibir Cahaya sambil memajukan wajahnya, terlihat Cahaya terbelalak mendapati wajahnya dengan wajah Topan kini hanya berjarak cukup dekat.
"Jangan panggil gue Topan, mulai sekarang lu harus panggil gue dengan sebutan sayang!" sambung Topan.
"Hah? Idih, ogah banget gue!!" ujar Cahaya.
"Ya ogah lah, males banget gue harus panggil lu sayang! Jangan mimpi deh..!!" ujar Cahaya.
Lagi-lagi Topan hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala, ia kembali mencium tangan gadisnya berkali-kali tanpa rasa ragu ataupun malu padahal disana banyak orang dan Cahaya sendiri juga terus meronta minta dilepaskan.
"Ish, stop Topan!" bentak Cahaya kesal.
"Kenapa sih, sayang? Dicium pacar sendiri kok ngamuk, sekarang gini deh lu kasih tau sama gue tujuan lu dateng kesini mau ngapain!" ujar Topan.
"Kepo banget sih lu! Suka-suka gue lah mau ngapain kek disini, bukan urusan lu...!!" ucap Cahaya.
"Iya iya, tapi sebagai pacar gue berhak dong mau tau apa sih tujuan lu dateng kesini..." ucap Topan.
"Gue mau ketemu orang, puas?" ujar Cahaya.
"Ohh.... orangnya siapa, cowok atau cewek??" tanya Topan masih menaruh penasaran.
"Mau cowok atau cewek juga bukan urusan lu, udah deh gausah sok perhatian begitu!" ujar Cahaya.
__ADS_1
"Apaan sih, sayang? Ditanya baik-baik kok kamu jawabnya judes gitu? Aku ini pacar kamu loh sayang, masa kamu tega judes begitu sama pacar kamu sendiri??" ucap Topan tiba-tiba bersikap aneh.
"Jangan kayak gitu deh, gue malah jijik tau!" ujar Cahaya mencibirkan bibirnya.
"Hahaha, makanya kasih tau yang bener! Orang yang mau kamu temuin itu, cowok atau cewek??" ucap Topan tersenyum memperlihatkan gigi-giginya.
"Cowok!" jawab Cahaya jutek.
"Buset, enak banget ya jawabnya... bisa-bisanya lu ketemu sama cowok, padahal lu udah punya pacar yaitu gue! Lu gak bersyukur banget sih jadi cewek, kurangnya gue apa sih??" ujar Topan.
"Hadeh, gue mau ke toilet...." ucap Cahaya sembari memutar bola matanya.
"Oke,"
Cahaya pun berdiri setelah tangannya dilepaskan oleh Topan, ia langsung pergi ke toilet di cafe tersebut tanpa membawa ponselnya yang tergeletak di atas meja. Sedangkan Topan hanya tersenyum memandang gadisnya yang mulai menjauh, ia penasaran sebenarnya siapa pria yang ingin ditemui Cahaya di tempat itu.
Setelah Cahaya tidak terlihat lagi, Topan pun menjadikan momen ini untuk mengirim pesan kembali pada Senja karena sampai kini ia belum berhasil bertemu dengan gadis tersebut.
"Ah kesempatan nih, gue coba kirim pesan ke Senja aja deh tanya dia sebenarnya duduk dimana dan pake baju apa! Abisnya daritadi pesan gue belum dibales-bales, dia lupa apa gimana sih?" ujar Topan.
💌Badai : Senja, kamu duduk di sebelah mana? Aku udah ada di dalam cafe nih, tapi banyak banget cewek yang sendirian jadi aku bingung...
Begitulah pesan yang ia kirimkan ke ponsel Senja, ia masih terus celingak-celinguk mencari tahu yang mana Senja karena belum mendapat petunjuk apapun hingga kini.
Tliingg...
Tiba-tiba ponsel milik Cahaya yang tergeletak di atas meja itu berbunyi, sontak Topan kaget dan penasaran siapa kiranya yang mengirim pesan ke ponsel Cahaya itu.
"Cahaya kan lagi di toilet, gapapa kali ya kalo gue buka hp nya?" ucapnya.
Topan pun mengambil ponsel milik Cahaya itu dengan perlahan, matanya langsung terbelalak lebar begitu melihat layar ponsel Cahaya dan ia seperti tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"Badai....??"
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...Wah ketahuan guys, akhirnya mereka bakal tau jati diri masing-masing nih guys...
__ADS_1
...❤️❤️❤️...