
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 274
...•...
...•...
Cahaya telah selesai berganti pakaian, ia kini keluar dari kamar rias dan menemui Topan serta Jesslyn yang masih menunggu di depan sana. Ya Cahaya tampak lebih cantik dengan pakaiannya yang sekarang karena lebih tertutup, bahkan Topan sampai terpesona dan tak bisa berhenti menatap wajah Cahaya yang amat sangat cantik itu.
Topan bangkit dari duduknya secara tidak sadar dengan mulu sedikit terbuka, sesekali ia mengucek matanya karena masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Cahaya alias kekasihnya itu amat cantik dengan balutan dress berwarna merah yang diberikan Jesslyn tadi, begitu juga dengan Jesslyn yang ikut terpukau melihat kecantikan Cahaya itu.
"Pacar, kamu cantik banget loh! Aku aja sampe gak nyangka kalau ini kamu, tadinya aku kira bidadari yang nyasar kesini! Luar biasa sayang, aku gak bisa berhenti tatap kamu kalo gini!" ucap Topan.
Topan langsung bergerak menghampiri gadisnya dan menatap lebih dekat wajah Cahaya, ia memegang dua pundak Cahaya lalu mendorong tubuh Cahaya ke kanan dan kiri agar ia bisa melihat seluruh bagian tubuh gadis cantik itu. Cahaya hanya terdiam sambil senyum-senyum melihat kelakuan pacarnya yang seperti tak pernah bertemu dengan gadis cantik saja.
"Topan, kamu tuh apaan sih? Ngapain kamu pake kayak gini segala?" tanya Cahaya heran.
"Maaf sayang! Abisnya kamu tuh cantik banget sih, bajunya juga bagus dan cocok dipakai sama kamu pacar! Aku suka banget lihatnya, emang paling the best lah kamu sayang! Kalau kamu mau jadi model, biar aku bantu nanti! Kamu gak perlu lah pake ikutan kayak begini segala, malah jadi kejebak sendiri kan?" ucap Topan.
"Ish, kamu mah pake diungkit-ungkit lagi! Udah lah Topan yang lalu biarlah berlalu, aku kan sekarang pengen menatap masa depan sebagai seorang Cahaya yang mandiri! Kalau kamu mau bantu aku, ya bantu aja! Tapi, jangan banyak-banyak biar aku usaha sendiri!" ucap Cahaya tersenyum.
"Yeh masa gitu? Pokoknya aku mau temenin kamu sampe kamu benar-benar jadi model, tenang aja sayang ada aku di samping kamu!" ucap Topan.
"Iya, aku percaya sama kamu!" ucap Cahaya.
Mereka pun kembali berpelukan disana, Topan tampak menikmati momen itu karena tubuh Cahaya sangat wangi, ia menyesap aroma tubuh gadis itu sembari memejamkan mata.
Sementara Jesslyn lagi dan lagi harus menyaksikan momen romantis itu di depan matanya.
__ADS_1
"Ehem ehem, kayaknya aku mau izin pergi aja deh. Gak enak juga kalau aku terus disini, yang ada malah ganggu kalian mesra-mesraan. Yaudah ya Cahaya, Topan, aku permisi dulu! Sekali lagi aku minta maaf sama kamu Cahaya!" ucap Jesslyn.
Mendengar kata-kata itu, Cahaya dan Topan pun reflek melepas pelukan mereka lalu menatap ke arah Jesslyn disana.
"Eh kamu mau pulang? Yaudah deh gapapa, aku juga udah maafin kamu kok! Oh ya, makasih banyak ya bajunya! Aku suka deh sama baju ini, apalagi bikin pacar aku juga kesenangan gitu!" ucap Cahaya.
"Hahaha, iya Cahaya. Itu baju sebenarnya emang yang paling bagus di butik aku, kamu pakai aja ya kalo kamu suka!" ucap Jesslyn.
"Oh, jadi kamu itu pemilik butik?" tanya Cahaya.
"Iya," jawab Jesslyn sambil mengangguk.
"Wah keren dong! Kapan-kapan aku sama Topan boleh ya mampir ke butik kamu?" ucap Cahaya.
"Oh boleh banget dong, aku malah tersanjung banget kalau kalian mau mampir nanti!" ucap Jesslyn.
"Yaudah, boleh minta nomor kamu?" tanya Cahaya.
"Boleh, sebentar ya!" ucap Jesslyn.
Jesslyn mengambil dompetnya, lalu mengeluarkan sebuah kartu nama untuk diberikan pada Cahaya agar bisa menghubunginya.
"Oke makasih!" ucap Cahaya menampani itu.
"Eee yaudah ya, kalo gitu aku permisi dulu?" ucap Jesslyn pamitan.
"Iya, hati-hati ya!" ucap Cahaya.
Setelahnya, Jesslyn pun membereskan barang miliknya yang ada di kamar hotel itu. Lalu, ia berjalan ke luar kamar sembari membawa tas koper berisi berbagai macam pakaian serta alat makeup yang sengaja ia bawa untuk Cahaya tadi.
Sementara sepasang kekasih itu masih berada di dalam kamar dan hanya berdua, Cahaya juga sudah diberikan kunci kamar hotel itu oleh Jesslyn sehingga ia yang harus mengembalikan kunci itu nantinya saat hendak pulang.
"Pacar, kita mau ngapain nih sekarang?" tanya Topan sambil tersenyum dan merangkul gadisnya.
"Eee ya pulang aja," jawab Cahaya.
__ADS_1
"Yah masa pulang sih? Itu kunci kamar udah ada di tangan kamu loh, kita nginep dulu lah satu malam disini. Besok pagi baru kita pulang, kamu mau kan pacar?" ucap Topan penuh harap.
"Hah? Gak boleh Topan, kita ini belum sah jadi suami-istri! Aku gak mau ada begituan sebelum kita menikah, paham? Lagian besok aku juga harus sekolah, kalo kita nginep disini gimana sama baju seragam aku?" ucap Cahaya kesal.
"Yah elah susah amat sih diajak enaknya! Padahal ini udah di kamar loh, berduaan lagi. Kan enak tinggal anu-anu juga kelar!" ujar Topan.
"Pacar, aku tahu kamu kepengen banget begituan. Tapi, aku belum siap!" ucap Cahaya.
"Yaudah iya, kita pulang deh! Tapi kamu harus ingat, yang selamatin kamu tadi kan aku. Jadi, kamu punya hutang lagi sama aku dan kamu harus bayar hutang itu sayang!" ucap Topan.
"Dih, nolongin pacarnya sendiri kok perhitungan sih?" ujar Cahaya terheran-heran.
"Hahaha, ya iya dong. Pokoknya kamu harus bayar tuh hutang kamu dengan cara cium bibir aku, sekali aja kok!" ucap Topan nyengir.
"Hah? Ish, gak mau ah!" ujar Cahaya.
"Kok gitu sih sayang? Sekali doang kok!" ucap Topan memelas.
"Gak mau! Lagian kamu tuh gak ngertiin perasaan aku banget sih, kan aku baru kena musibah Topan! Aku ini masih trauma loh, tadi aku hampir dilecehin sama orang-orang itu! Apa kamu gak ada rasa kasihan sedikitpun sama aku?" ucap Cahaya.
Topan tersenyum kemudian mencubit hidung Cahaya hingga gadis itu kesal.
"Ih Topan, sakit!" geram Cahaya.
Topan justru terus melancarkan aksinya dan mencubit hidung serta pipi gadis itu, Cahaya pun hendak melepaskan diri, namun Topan dengan cepat memegang kedua tangannya lalu mendaratkan kecupan di bibir mungil Cahaya.
Cupp!
Cahaya yang tadinya aktif bergerak untuk berontak dari genggaman Topan, kini terdiam dan menatap wajah Topan dari jarak dekat. Gadis itu merasa salah tingkah setelah dicium oleh Topan.
"Kenapa, kok diem? Enak ya dicium sama cowok tampan kayak aku?" goda Topan.
"Dih ge'er!" ujar Cahaya mengelak.
Cahaya langsung membuang muka, akan tetapi lagi lagi Topan dengan cepat menarik wajah gadis itu dan kembali mencium bibirnya, kali ini bukan hanya sebuah kecupan sekilas, melainkan juga lumatann yang ganas dan rakus.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...