
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 165
...•...
...•...
Topan masih bersama Siska di kampusnya dan mereka tampak serius mengobrol membahas tentang masalah yang tengah dihadapi oleh Topan, Siska berusaha untuk menenangkan Topan dan mengatakan kalau pria itu tidak boleh menyerah begitu saja untuk mendapatkan cintanya dan harus terus berusaha karena ia yakin kalau semua yang diinginkan Topan akan tercapai jika ia semangat.
Memang Topan sempat pasrah dan tidak mau memikirkan Cahaya lagi, ia merasa kapok karena telah dibuat sakit hati oleh gadis tersebut. Bahkan Topan berniat untuk tidak lagi muncul di hadapan Cahaya dan akan mengatakan pada gadis itu jika ia ingin mengakhiri hubungannya dengan Cahaya yang dirasa tak ada gunanya itu.
Siska pun menatap wajah Topan dengan serius, tangannya meraih satu telapak tangan Topan dan menggenggamnya lalu tersenyum manis.
"Top, gue yakin kok kalo lu pasti bisa jadi cowok yang baik dan kuat! Lu harus tetep semangat buat kejar Cahaya, gue juga bakal bantu doa kok supaya hubungan lu sama Cahaya bisa berjalan lancar!" ucap Siska menyemangati Topan.
"Makasih ya! Gue tau lu emang sahabat gue yang paling baik dan pengertian! Tapi, kayaknya gue mau nyerah aja deh buat kejar Cahaya. Kemarin mungkin gue bisa semangat, walau papanya ngelarang gue buat deketin Cahaya. Ya itu karena gue denger sendiri Cahaya bilang kalau dia cinta sama gue, tapi kan sekarang nyatanya Cahaya gak sama sekali cinta sama gue! Jadi, buat apa gue berjuang lagi kalau yang gue perjuangin itu gak cinta sama gue?" ucap Topan dengan nada lemas.
Siska menghela nafas ketika mendengar ucapan Topan, ia bingung harus bagaimana caranya membujuk pria tersebut agar tidak putus asa.
"Top, lu kok jadi kayak gini sih? Ayolah! Mana Topan yang gue kenal dulu? Mana Topan yang periang dan pantang menyerah? Dan mana Topan yang selalu tebar pesona supaya dia disukai cewek-cewek? Kan lu bisa lakuin itu lagi ke Cahaya, jadi diri lu sendiri dan jangan dengerin perkataan orang lain!" ucap Siska menasehati Topan.
"Maksudnya? Lu minta gue buat jadi playboy lagi? Denger ya, Siska! Emang kita harus jadi diri sendiri, ya beginilah wujud awal gue ketika gue belum disakitin perempuan! Kan lu tau sendiri, apa sebab gue jadi playboy." ucap Topan.
"Calissa...??" ucap Siska.
__ADS_1
"Iya, cewek itu sekarang muncul lagi. Gue juga gak tau dia sebenarnya mau apa? Calissa sengaja sebar video Cahaya di sosial media dan bikin Cahaya jadi dihujat satu negara, gue belum tau motifnya apa ngelakuin itu?" ucap Topan.
"Hah? Seriusan? Emangnya Calissa sama Cahaya itu saling kenal? Kok bisa Calissa begitu ke Cahaya?" tanya Siska terkejut.
"Ya itu yang gue gak tau. Makanya, tadi tuh gue pengen ngaku ke Cahaya kalau sebenarnya gue ini mantannya Calissa. Tapi, perkataan Cahaya bikin gue gak jadi buat ungkapin itu semua." ucap Topan.
"Haish, rumit banget masalah lu! Udah sih, saran gue mending lu temuin Cahaya terus baikan lagi sama dia! Lu juga harus ngaku ke Cahaya kalo lu itu mantannya Calissa!" ucap Siska.
Topan tiba-tiba baru teringat kalau siang ini dia ada janji pada mamanya untuk menemui Wulan. Sontak Topan langsung panik dan khawatir jika mamanya akan marah kalau ia tidak datang kesana.
"Eee kita bahas lagi soal ini nanti, ya? Gue lupa kalo gue ada janji sama nyokap gue!" ucap Topan.
"Yeh dasar lu! Yaudah, sana pergi aja!" ujar Siska.
"Iya, makasih ya atas waktunya!" ucap Topan tersenyum lalu bangkit dari duduknya.
"Santai!" ucap Siska.
Setelahnya, Topan pun bergegas pergi dari sana dengan terburu-buru. Topan tidak mau membuat mamanya marah dan kecewa karena ia tak menepati janjinya.
Cahaya, Ardan serta Guntur kembali ke lobi menemui Mawar dan Melani yang masih setia menunggu tas Cahaya disana sembari bermain ponsel. Ya Cahaya sudah setuju dengan permintaan Ardan untuk menemui Topan dan meminta maaf padanya, maka dari itu sekarang ia hendak berpamitan pada Mawar serta Melani juga mengambil tasnya disana.
Kedua gadis temannya itu, tampak serius mengutak-atik ponsel mereka sehingga tak menyadari jika Cahaya telah kembali. Bahkan mereka masih fokus pada layar hp mereka, ketika Cahaya mengambil tasnya yang berada di samping keduanya itu. Cahaya pun geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya itu, walau ia juga sering begitu.
"Udah yuk, kita temuin Topan sekarang!" ucap Cahaya kepada Ardan dan Guntur.
"Lah itu temen-temen lu gimana? Lu gak pamit dulu sama mereka? Kasihan loh, nanti kalo mereka nyariin lu gimana?" tanya Ardan.
"Udah biarin! Mereka lagi serius, jangan diganggu! Nanti paling mereka telpon gue kalo udah nyadar, yuk anterin gue ketemu Topan!" ucap Cahaya.
"Oke deh, yuk!" ucap Ardan.
__ADS_1
Mereka bertiga pun berjalan keluar meninggalkan Mawar dan Melani yang masih asyik bermain ponsel, namun kedua gadis itu seperti merasakan sesuatu yang tidak enak sehingga mereka berpaling sejenak dari layar ponselnya lalu berbincang.
"Eh, Mel. Lu tadi ngerasa sesuatu gak?" tanya Mawar.
"Iya ngerasa, kayaknya tadi ada yang ngobrol deh di depan kita. Tapi, siapa ya?" ucap Melani.
"Nah itu dia!" ucap Mawar.
Kembali ke Cahaya, gadis itu tampak cemas ketika melihat dua bodyguardnya yang sudah bersiaga di depan gerbang menunggunya. Cahaya pun tidak mau jika sampai mereka melihat keberadaannya, tentu Cahaya pastinya akan dipaksa pulang oleh kedua bodyguardnya tersebut.
"Eh, tunggu deh!" ucap Cahaya menghentikan langkahnya secara tiba-tiba.
"Kenapa?" tanya Guntur heran.
"Kita mau pergi naik apa?" Cahaya bertanya kepada kedua pria tersebut.
"Yaelah, pake mobil gue. Tuh disana!" ucap Ardan.
"Ohh, kalo gitu bagus deh. Tadinya gue kira kalian pada bawa motor gitu, yaudah gapapa kalo mobil mah." ucap Cahaya.
"Buset! Cewek sekarang pada alergi banget kayaknya naik motor, ya?" ujar Ardan terheran-heran.
"Ih bukan gitu! Gue takut ketahuan sama dua bodyguard gue yang jaga di depan gerbang tuh, kalo gue pergi naik motor kan mereka pasti bakal lihat gue dan tangkep gue! Terus gue gak bisa deh ketemu sama Topan. Nah, kalo pake mobil kan gak mungkin bisa kelihatan dari luar." ucap Cahaya.
"Oh gitu, yaudah yuk lanjut! Tenang aja, kaca mobil gue dari luar kelihatan gelap kok." ucap Ardan.
"Iya..."
Cahaya pun merasa lega mendengarnya, ia jalan menuju tempat Ardan memarkir mobil sembari bersembunyi di balik tubuh kedua pria tersebut agar tidak terlihat oleh bodyguardnya.
Setelahnya, mereka pun sama-sama masuk ke dalam mobil. Cahaya duduk di kursi belakang dan masih terus melihat ke arah bodyguardnya merasa cemas, sementara Ardan dan Guntur duduk di depan seperti biasanya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...