
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 112
...•...
...•...
Topan yang sangat khawatir dan cemas pada Cahaya itu kini sudah sampai di lokasi tempat Cahaya berada sesuai dengan yang gadis itu kirimkan ke handphonenya, namun ia melihat Cahaya sedang bersama tiga orang di depan sana.
"Siapa ya mereka? Cowok itu...."
Akhirnya Topan maju mendekati mereka karena ia sangat cemas pada kondisi Cahaya, ia tidak mau gadisnya kenapa-napa atau mungkin sampai terkena mental karena dihujat terus-menerus.
"Cahaya!" ucap Topan memanggil gadisnya.
Sontak keempat orang itu menoleh secara bersamaan ke arah Topan, mereka tampak terkejut melihat keberadaan Topan disana. Termasuk juga Robi yang masih berada disana bersama Cahaya dan teman-temannya.
Ketika Topan melihat Robi, ia teringat pada sosok pria yang menolongnya di rumah sakit kemarin dan Topan pun tersenyum lalu mendekati Robi. Sedangkan Cahaya tampak khawatir mengira kalau Topan akan marah pada Robi.
"Lu disini juga?" ujar Topan.
"Iya bro, gimana kabar lu? Baik-baik aja kan?" ucap Robi tersenyum.
"Ya, gue baik! Ini juga berkat lu, kan lu yang bawa gue ke rumah sakit!" ucap Topan.
"Ah bukan apa-apa bro! Gue cuma mau tolong sesama manusia kok, yang sembuhin lu itu Tuhan lewat perantara dokter! Jadi dalam hal ini andil gue cuma sedikit bro!" ujar Robi.
"Gak lah, kalo gue gak ketemu sama lu mungkin gue udah lewat!" ucap Topan.
Cahaya dan kedua temannya sangat heran melihat Topan serta Robi tampak akrab begitu, namun Cahaya merasa lega karena Topan ternyata tidak bertengkar dengan Robi, Cahaya pun berdiri dari duduknya lalu menghampiri pria tersebut.
"Topan?" ucap Cahaya pelan.
"Eh iya, maaf aku jadi lupa sama kamu! Soalnya aku mau bilang makasih dulu sama Robi, dia yang udah nolong aku kemarin!" ucap Topan.
"Nolong kamu? Emangnya kamu...."
__ADS_1
"Iya, aku ngilang seharian kemarin karena aku di rumah sakit dan cowok ini yang bantu aku! Kamu kok bisa kenal sama Robi, apa kalian temenan?" ucap Topan menjelaskan.
"Kita baru kenal kok, tadi juga gak sengaja ketemu disini! Terus kamu kenapa, kok bisa masuk rumah sakit?" ucap Cahaya cemas.
"Gapapa, kemarin cuma masalah cowok! Eh terus gimana sekarang soal video itu? Kamu pasti sedih banget ya gara-gara jadi bahan hujatan di sosmed?" ucap Topan khawatir.
"Gak kok, aku udah baik!" ucap Cahaya.
"Yaudah, kita duduk lagi yuk!" ucap Topan langsung memegang dua pundak gadisnya.
Topan pun membawa Cahaya kembali ke tempat duduk yang ada disana, sedangkan Robi masih tampak diam disana mematung memikirkan hubungan Cahaya dengan Topan yang terlihat dekat.
"Jadi dia cowoknya Cahaya?" batin Robi.
Setelah mereka duduk disana, Robi pun menghampiri keempat orang itu lalu berpamitan pada mereka. Sepertinya ia tidak mau mengganggu Topan & Cahaya disana, itulah mengapa ia memilih pergi dari sana walau terasa berat.
"Cahaya, bro gue pamit ya!" ucap Robi.
"Eh iya iya bro, sekali lagi makasih ya udah nolong gue kemarin!" ucap Topan.
"Sama-sama bro!" ucap Robi tersenyum.
"Makasih ya Robi!" ucap Cahaya.
Robi pun bergegas pergi dari sana meninggalkan mereka semua, harapan untuk memiliki Cahaya pun sirna seketika saat Topan datang dan tampak akrab dengan gadis itu, akhirnya ia memilih melupakan rasanya pada Cahaya walau berat.
Sementara Topan & Cahaya kini masih berada disana bersama Mawar serta Melani yang sedari tadi menemani Cahaya, mereka membahas bagaimana caranya menghentikan hujatan itu dan meminta si pemilik akun menghapus postingan video itu.
•
•
Sudah sekitar 20 menitan waktu yang dibutuhkan bagi mereka untuk mendapat ide demi menyelamatkan Cahaya dari hujatan para netizen dan orang-orang di sekitarnya, akhirnya Topan yang pertama mendapatkan ide tersebut.
"Aku ada ide!" ucap Topan bersemangat.
"Serius?" tanya Cahaya tak percaya.
"Ya iya dong, masa seorang Topan bercanda dalam situasi seperti ini!" jawab Topan.
"Yaudah, apa idenya?" tanya Cahaya.
"Aku mau kasih tau, tapi kamu harus senyum dulu dong jangan sedih-sedih kayak gini terus!" ucap Topan meminta gadisnya tersenyum.
__ADS_1
"Hah? Ngapain sih?" ujar Cahaya.
"Yeh ya senyum, aku gak mau kamu sedih kayak begini! Makanya aku minta kamu senyum sekarang, ayo dong senyum biar tambah cantik!" ucap Topan.
"Iya Aya, senyum aja buat pacar mah gapapa!" ucap Mawar meledek temannya itu.
"Ish, lu gausah nyebelin deh! Gue mana bisa senyum kalau keadaannya lagi kayak gini? Udah deh gausah pada ngada-ngada, mending kamu kasih tau dulu idenya Topan!" ucap Cahaya.
"Hahaha, senyum doang kok sebentar! Aku yakin kamu bisa pasti kalo cuma senyum!" ucap Topan sembari membelai rambut Cahaya.
Cahaya malah memalingkan wajahnya dan cemberut tanpa mau menuruti kemauan Topan, tentu Topan langsung terkekeh melihatnya. Sedangkan Mawar serta Melani saling melirik satu sama lain menyaksikan sepasang kekasih itu berdebat.
"Ayolah, Cahaya! Senyum dulu supaya aku bisa kasih tau ide aku ke kamu!" bujuk Topan.
"Gak mau! Kalau kamu emang beneran tulus mau bantu aku, harusnya gausah pake syarat dong!" ucap Cahaya masih tetap kekeuh pada keputusannya.
"Huft, iya iya deh aku ngalah!" ucap Topan pasrah.
"Nah gitu dong, yaudah sekarang kasih tau apa ide yang kamu dapetin!" ucap Cahaya langsung menoleh ke arah Topan dan tanpa sadar malah tersenyum.
"Itu bisa senyum, kan jadi makin cantik!" puji Topan.
Cahaya yang baru sadar langsung cepat-cepat mengakhiri senyumannya, ia pun kembali berwajah jutek walau sebenarnya ia tidak ingin mengeluarkan ekspresi itu, Topan lagi-lagi dibuat terkekeh karena tingkah Cahaya itu.
"Kamu lucu ya? Maklum sih kamu kan masih bocil, jadi sifatnya juga masih kayak anak-anak!" ucap Topan terkekeh.
"Dih, enak aja! Gini-gini aku lagi ngurus KTP tau!" ujar Cahaya cemberut.
"Baru ngurus kan, belum jadi? Yaudah gausah sok dulu kalau belum jadi mah, berarti sekarang kamu masih piyik belum legal..." ujar Topan.
"Hah? Ngaco aja! Buruan kasih tau ide apa!" ujar Cahaya kesal.
"Iya iya... nanti aku bakal cari tau dulu siapa pemilik akun yang udah nyebarin video gak bener kamu itu, setelahnya aku bakal ngorek info dari dia kalau emang ada yang suruh dia ya pasti aku bakal dapetin juga! Gampang kan?" ucap Topan.
"Iya gampang kalo diomongin doang, tindakannya?" ucap Cahaya.
"Tenang aja, aku ini Topan! Kalau cuma ngelakuin itu doang mah kecil buat aku, kasih aku waktu 3 hari untuk bisa temuin pemilik akun itu!" ucap Topan.
"Oke, btw itu muka kamu kenapa diperban?" tanya Cahaya.
Topan tersenyum sembari memegangi perban di wajahnya, entah mengapa ia merasa senang karena Cahaya mulai perduli padanya walau terlambat, padahal ia sudah datang sedari tadi tapi Cahaya baru menyadari perban itu sekarang.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...