
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 40
...•...
...•...
Cahaya masih belum bisa tidur padahal jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi, ia tampak tak tenang memikirkan Badai yang sepertinya kecewa karena menganggap telah dipermainkan olehnya. Cahaya terus saja bolak-balik menghadap ke kanan lalu kiri secara bergantian selama hampir 3 jam, ia merasa sangat bersalah karena gagal bertemu Badai.
Gadis itu kemudian bangkit melihat ke arah jarum jam di dinding yang terus bergerak, ia syok melihatnya tapi tetap tidak bisa tertidur karena pikirannya sedang kacau dan belum tenang memikirkan Badai.
"Duh Badai marah gak ya? Tapi, kayaknya dilihat dari chat sih dia marah sama gue dan anggap gue cuma kasih harapan palsu ke dia! Ya walau dia gak bilang langsung sih, tapi kan tetep aja gue ngerasa gak enak sama dia! Mana udah bilang otw eh malah gak diizinin sama papa, huft ini semua gara-gara si wanita murahan itu!" batin Cahaya kesal.
Cahaya berdiri kembali berjalan ke arah jendela kamarnya, ia membuka tirai yang menutupi jendelanya lalu melihat keluar sembari bersandar pada penyangga jendela di dekatnya. Suasana hatinya masih belum bisa tenang, ia terus dihantui rasa bersalah pada Badai karena telah mempermainkan pria tersebut.
Tiba-tiba muncul bintang jatuh yang melintas di langit gelap, Cahaya pun tersenyum memandangi keindahan itu serta mengingat saat dahulu bersama mamanya. Ya mendiang mamanya pernah mengatakan kalau meminta permohonan saat ada bintang jatuh, kemungkinan besar akan terkabul.
"Apa gue minta juga supaya Badai gak marah sama gue? Huft ya walau semua ini belum ada kebenarannya, buktinya permintaan gue waktu kecil gak terkabul padahal gue cuma minta keluarga gue harmonis terus!" batin Cahaya manyun.
Gadis itu menutup kembali tirai jendelanya lalu mengambil ponselnya dari atas meja dekat lampu tidur, ia bingung harus apa sekarang karena tak mungkin dinihari begini ia mengirim pesan pada Badai. Tentunya ia takut mengganggu pria itu apalagi sekarang adalah jamnya istirahat, akhirnya Cahaya meletakkan kembali ponselnya di atas meja.
Saat ini Cahaya tengah duduk di pinggir ranjangnya sembari memandang foto sang mama di tangannya, entah mengapa disaat seperti ini ia membutuhkan kehadiran mamanya karena hanya mamanya yang selalu bisa memberi ketenangan baginya.
__ADS_1
Tanpa sadar Cahaya menitikkan air mata jatuh ke bingkai foto mamanya, ia mengusap lembut bingkai itu sembari tersenyum penuh kerinduan.
"Mah, mama apa kabar sekarang? Pasti mama udah di surga ya? Aku kangen banget sama mama, aku butuh kehadiran mama disini! Maafin aku ya mah, karena aku tidak bisa menemani saat-saat terakhir mama di rumah sakit...." batin Cahaya.
Cahaya pun memeluk bingkai foto tersebut sambil terus menangis sesenggukan, ia membayangkan saat ini tengah memeluk mamanya dan merasakan kehangatan sang mama disana.
...•••...
Tak jauh berbeda dengan Cahaya yang masih belum tidur karena kepikiran badai, Topan pun juga seperti itu dan ia masih terjaga sampai saat ini karena belum bisa melupakan Senja dari pikirannya. Topan sebenarnya sudah sangat menantikan momen seperti tadi untuk bertemu dengan Senja, tapi sayang sekali wanita itu mendadak membatalkan semuanya setelah ia sampai di lokasi pertemuan.
Topan pun tampak galau dan bersedih karena gagal bertemu dengan Senja, ia masih terus uring-uringan di atas kasur sembari memeluk guling berbalik ke kanan dan kiri sampai cicak saja pegal memperhatikan Topan yang tak bisa diam.
Akhirnya pria itu bangun terduduk di ranjang sambil mengacak-acak rambutnya serta kesal sendiri, ia menatap jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah 3 pagi dan masih terus berjalan menuju pukul 3.
"Aaarrgghh! Ayolah, Topan! Lu ini kenapa sih kayak gini segala? Senja itu gak datang karena gak dapat izin dari papanya, dia bukan sengaja gak dateng ke cafe tadi! Udah lah lu jangan begini, Topan! Gue yakin pasti Senja pasti juga sedih dan kecewa sekarang sama kayak gue, secara kan dia sendiri yang ajak gue ketemuan tadi..." ujar Topan menabok wajahnya.
"Masa iya gue malam ini gak tidur sama sekali? Besok kan gue ada kelas jam 9, kalo gak tidur bisa-bisa gue ngantuk nanti disana!" gumam Topan sembari menatap cermin di kamar mandinya.
Setelah selesai membasuh mukanya, ia pun menggunakan handuk kecil untuk menyeka air di wajahnya lalu kembali duduk di ranjangnya.
Topan melihat ponselnya sekilas, ia berpikir apa mungkin ia harus menghubungi Senja jika ingin bisa tenang tertidur malam ini tanpa terus gelisah memikirkan gadis tersebut. Namun, dengan cepat Topan menepis pikiran tersebut lantaran ini sudah hendak memasuki pukul 3 pagi dan tentunya tak mungkin ia mengirim chat jam segini.
"Gak, enggak! Pasti Senja udah tidur, gak enak juga kalo gue chat dia jam segini..." gumam Topan.
Akhirnya pria itu meletakkan kembali ponselnya di atas meja lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang sembari memeluk guling kesayangannya, ia membayangkan guling itu adalah Senja sehingga Topan sampai mengelus-elus guling nya sembari menyebut nama Senja dan menciuminya.
"Senja, aku mau ketemu kamu..." racau Topan sambil mencium guling nya.
...•••...
__ADS_1
Setelah melewati malam yang panjang dan sulit, Cahaya berhasil bangun walau agak kesiangan 15 menit dari waktu biasanya yang sudah ia tentukan. Cahaya langsung bergegas masuk kamar mandi dengan terburu-buru sembari membawa handuk di bahunya, walau saat ini ia masih mengantuk lantaran hanya tertidur sekitar 2 jam saja.
Di dalam toilet, Cahaya menyalakan shower kemudian melepas baju tidurnya lalu berdiri di bawah kucuran air shower yang dingin tersebut. Ia tampak menikmati dinginnya air yang menyentuh tubuhnya sembari memejamkan mata, entah mengapa sekarang rasa gelisah di hatinya hilang dalam sekejap.
"Mungkin gue terlalu khawatir berlebihan, siapa tahu Badai juga gak kecewa atau malah senang karena gagal ketemu sama gue...." batin Cahaya sembari memakai shampo ke rambutnya.
Cahaya mempersingkat waktu mandinya dari yang biasa 30 menit kini hanya sekitar 15 menit, ia tentu tak bisa terlalu lama karena waktunya mepet.
Setelah selesai mandi, tentunya Cahaya langsung memakai seragam sekolahnya yang sudah ia siapkan dari semalam. Gadis itu hanya menyisir rambutnya yang masih basah tanpa duduk di kursi depan cermin, itupun ia menyisir asal-asalan dan gerakan sisiran nya juga sangat cepat.
Ya kini Cahaya sudah memakai kaus kaki serta sepatunya, ia juga telah mengambil jaketnya kemudian memasukkan buku pelajaran sesuai jadwal ke dalam tasnya. Barulah ia siap keluar dari kamar, ia memberanikan diri menoleh ke arah jam dinding untuk mengecek jam sekarang.
"Hah? Jam 6? Waduh gawat!!" batin Cahaya panik.
Tampak Cahaya begitu panik, ia merasa heran mengapa tiba-tiba jam sudah menunjuk pukul 6 padahal tadi ia sudah melakukan semuanya dengan cepat bahkan tak sempat juga ia membereskan kasurnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...YOK SEMANGAT YOK YANG MASIH SEKOLAH...
...🔥🔥🔥...
...JANGAN KEK CAHAYA GUYS, MASA MAU SEKOLAH MALAH BEGADANG MIKIRIN COWOK...
...😁😁😁...
__ADS_1