Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 223. Pergi dari rumah


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 222


...•...


...•...


Bram sampai di rumah Bella dengan ekspresi panik serta cemas, ia merasa bersalah telah meninggalkan kekasihnya itu sendirian di jalanan tadi hanya karena ia ingin menemui temannya. Bram sangat amat menyesal telah melakukan itu pada Bella, padahal ia bersusah payah dahulu untuk bisa mendapatkan hati Bella yang sempat melekat pada Topan kala itu.


Bram pun langsung berupaya untuk menemui Bella disana dan meminta maaf padanya, namun ia terlambat karena Bella sudah terlanjur masuk ke dalam rumahnya. Ya Bram tak menyerah begitu saja untuk bisa bertemu dengan Bella malam ini, ia sampai memohon pada satpam disana untuk dapat membukakan pintu pagar agar ia bisa masuk.


"Pak, saya mohon pak! Bolehin saya masuk ke dalam dong pak, saya cuma mau ketemu sama Bella! Abis itu saya janji deh pak, saya langsung pulang dan gak bakal balik lagi hari ini!" rengek Bram.


"Maaf mas Bram! Tapi, non Bella sendiri yang kasih pesan ke saya tadi kalau dia mau istirahat dan malam ini gak mau ketemu siapapun lagi! Sebaiknya mas Bram hubungi nomor non Bella dulu, supaya lebih jelas lah gitu!" ucap pak satpam.


"Haish, yaudah deh iya saya coba telpon Bella dulu!" ucap Bram cemas sembari mengusap wajahnya.


Bram pun mengambil ponselnya dari saku celana, lalu mulai menelpon Bella disana. Bram sangat berharap kalau Bella mau mengangkat telponnya saat ini dan gadis itu bisa memaafkan kesalahan yang telah ia perbuat tadi, ya Bram tahu kalau Bella pasti sedang marah saat ini dan ada kemungkinan gadis itu tak mau mengangkat telpon darinya itu.


"Duh, kagak diangkat lagi!" umpat Bram kesal karena telponnya tidak diangkat oleh Bella.

__ADS_1


Bram pun kembali menghampiri satpam disana, "Pak, saya mohon pak izinin saya masuk ke dalam dong! Saya cuma mau ketemu Bella sebentar aja, boleh ya pak?!" ucapnya merengek.


"Eee maaf banget mas! Tapi, saya tetap gak bisa bukain pintu pagarnya! Soalnya ini pesan langsung dari non Bella, mending mas Bram pulang dulu aja ke rumah! Terus besok pagi balik lagi kesini, baru deh saya bisa bukain pagarnya!" ucap satpam itu.


"Yah elah, yaudah deh saya balik! Maaf ya pak udah ganggu malamnya, kalo gitu saya permisi dulu!" ucap Bram pamitan pada si satpam.


"Iya mas, hati-hati!" ucap satpam itu.


Disaat Bram hendak melangkah pergi kembali menuju mobilnya, tiba-tiba saja seorang pria dari arah belakang memanggil namanya yang membuat Bram terkejut lalu menoleh. Bram melihat pria yang tak lain adalah Topan itu sedang berjalan ke arahnya dengan tatapan serius, ia pun menghentikan langkahnya penasaran hendak apa Topan disana.


"Bram!" ucap Topan sambil berjalan lalu berhenti tepat di depan Bram dan menghela nafasnya.


"Eh lu, kenapa? Kok lu bisa ada disini, abis ngapain?" tanya Bram penasaran.


"Lah lu gimana sih? Emang si Bella gak kasih kabar sama lu kalau gue abis nganterin dia pulang?" ucap Topan dengan santai.


"Iya, tadi gue gak sengaja ketemu dia di pinggir jalan. Gue kasihan ngeliat dia sendirian disana, gue takut terjadi sesuatu sama dia! Makanya gue tawarin dia buat ikut gue pulang, lagian lu kemana sih? Kok bisa lu tinggalin Bella sendirian begitu?" ucap Topan.


"Umm, gue tadi ada urusan sebentar Topan! Gue juga gak sengaja tinggalin Bella disana, makasih banyak ya lu udah mau anterin Bella pulang ke rumahnya!" ucap Bram tersenyum.


"Sama-sama! Lain kali lu jangan begitu lagi, kasian Bella kalau sampe kenapa-napa!" ucap Topan.


"Iya bro, gue janji kok!" ucap Bram.


...•••...


Disisi lain, Eun-Kyung sudah mempersiapkan dirinya serta barang bawaan miliknya yang akan ia bawa pergi juga dari rumah itu. Ya Eun-Kyung sudah tak tahan lagi dan ingin segera pergi dari sana, karena menurutnya Sergie sudah benar-benar keterlaluan dan membuatnya tak mau terus berada disana bersama suami yang sudah membohonginya itu.

__ADS_1


Sergie pun tampak syok saat melihat istrinya keluar dari kamar dengan membawa koper, ia langsung mendekati Eun-Kyung dan mencegah istrinya itu agar tetap disana tinggal bersamanya. Ya tentu saja Sergie tak mungkin bisa kehilangan sosok Eun-Kyung yang sudah sangat berjasa di dalam hidupnya dari dulu sampai menjelang hari tuanya ini.


"Mah, mama ini mau kemana sih? Papa kan udah bilang sama mama, papa tuh sayang banget sama mama dan juga Topan! Papa gak mungkin bisa kehilangan mama, ayolah mah jangan ngambek kayak begini! Nanti papa disini sama siapa dong kalau mama pergi?" ucap Sergie merengek.


"Ngapain tanya sama mama? Ya terserah papa lah mau sama siapa kek, itu kan urusan papa bukan urusan mama!" ujar Eun-Kyung emosi.


"Mah, please lah mah! Pikirin ini semua lagi, jangan ambil keputusan dalam keadaan emosi! Kita bicara baik-baik ya, mah? Papa janji gak akan pernah sakitin perasaan mama lagi deh!" ucap Sergie memohon.


"Mama gak butuh janji dari papa! Mama udah terlanjur kecewa sama tindakan papa, buat apa sih papa masih sembunyiin anak itu?" ujar Eun-Kyung.


"Soal itu juga kan papa udah bilang sama mama, papa ini gak bisa tinggalin Wulan sendirian! Dia itu juga darah daging papa, sama seperti Topan! Jadi, dia berhak mendapat kehidupan yang layak seperti Topan, mah! Papa gak bisa asingkan dia seperti yang mama mau, mungkin kalau mama jadi papa, mama bisa ngerti perasaan papa!" ucap Sergie.


Eun-Kyung menghela nafas sembari memutar bola mata dan menaruh dua tangan di depan.


"Mah, mama dengerin papa ya! Papa bakal lakuin apapun deh yang mama mau mulai sekarang, asal mama tetap mau tinggal disini bareng papa dan juga Topan! Please mah, jangan tinggalin papa disini!" ucap Sergie.


"Papa serius mau lakuin apapun yang mama mau?" tanya Eun-Kyung masih tak percaya.


"Iya mah, apapun itu! Mama tinggal bilang aja ke papa, pasti papa bakal turutin kok kemauan mama itu!" ucap Sergie tersenyum.


"Jauhi Wulan! Papa juga harus stop transfer uang buat biaya hidup dia, terus papa jangan pernah bantu apapun ke dia! Karena dia itu gak berhak buat mendapat apapun dari papa, yang berhak cuma Topan anak sah papa dari mama! Sementara Wulan, dia kan anak hasil hubungan gelap papa!" ujar Eun-Kyung dengan nada tegas emosi.


Sergie langsung terhenyak kaget mendengar permintaan sang istri, ia bingung tak tahu harus melakukan apa saat ini karena baik Eun-Kyung maupun Wulan adalah wanita yang ia sayangi.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2