Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 297. Pergi dari sini


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 296


...•...


...•...


Calissa sedang bersama Andre berdua di dalam mobil, mereka memang jadi lebih sering pergi berdua seiring dengan kerjasama diantara mereka yang tengah mereka jalani.


Sebenarnya Calissa tak ingin terlalu dekat dengan Andre saat ini, karena ia khawatir akan membuat pria itu merasa diberi harapan olehnya. Namun, ia tak memiliki pilihan lain untuk sekarang agar ia juga bisa memanfaatkan Andre.


Keduanya kini sedang menuju ke sebuah tempat, tentu untuk kembali menuntaskan hasrat Andre.


"Dre, aku haus nih. Kita mampir dulu ke warung di depan ya?" ucap Calissa sembari memegangi tenggorokannya.


"Umm, oke deh!" ucap Andre tersenyum.


Pria itu menuruti keinginan wanitanya, ia menghentikan mobil tepat di depan sebuah warung kecil untuk membeli minum sejenak sesuai permintaan Calissa tadi.


"Nah, kamu tunggu aja disini! Biar aku yang turun dan beliin minuman buat kamu," perintah Andre.


Calissa hanya mengangguk setuju, kebetulan ia juga sedang malas berjalan sehingga perkataan Andre cukup membuatnya senang. Andre pun turun dari mobil dan membeli minuman untuk wanitanya, ia tak terlihat keberatan sama sekali melakukan itu.


Andre mengambil dua buah minuman dingin dari kulkas, lalu membayarnya pada si pemilik warung yang kebetulan ibu-ibu.


"Bu, ini dua harganya berapa?" tanya Andre sambil menunjukkan minuman itu pada si penjual.


"Ohh itu lima belas ribu aja, mas!" jawab si penjual ramah.


Andre mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu dan menyerahkannya pada pemilik warung tanpa meminta kembalian.


"Ambil aja kembaliannya, Bu!" ucap Andre.


"Terimakasih mas!" ucap si penjual kegirangan.


Setelahnya, Andre segera kembali ke mobil sambil membawa dua buah botol minuman tersebut.


Sementara Calissa tak sengaja melihat sosok Bella yang sedang bersama Bram tak jauh dari mobilnya, tentu saja ia merasa terkejut dan hendak turun menemui mereka.


"Itu kan si Bella, gue coba turun deh dan bujuk dia sekali lagi buat mau kerjasama sama gue!" gumam Calissa sambil membuka pintu mobil.


Akan tetapi, saat ia hendak melangkah mendekati Bella dan Bram, Andre sudah lebih dulu mencegahnya karena pria itu kebetulan sudah selesai membeli minuman.


"Calissa!" tegur Andre menahan wanitanya.


"Eh Andre, udah selesai beli minumnya?" tanya Calissa tersenyum agar Andre tak curiga.

__ADS_1


"Udah nih, kamu mau kemana?" ujar Andre.


"Eee sebentar ya Dre, aku mau kesana dulu!" ucap Calissa sambil menunjuk ke arah Bella.


"Ngapain?" tanya Andre tak mengerti.


"Itu disana ada temanku, kebetulan aku ada perlu sama dia. Kamu tunggu aja dulu disini, sebentar doang kok!" jelas Calissa.


"Ohh, oke!"


Setelah mendapat izin dari Andre, Calissa pun kembali menoleh ke arah Bella berada dan bergegas menghampirinya. Namun, terlihat kalau Bella sudah masuk ke dalam mobil Bram dan hendak pergi.


"Duh, dia pergi lagi!" batin Calissa.


Calissa pun berteriak memanggil Bella agar gadis itu tidak pergi.


"BELLA TUNGGU BELLA!!!"


Akan tetapi, ia sudah terlambat. Ya karena mobil Bram telah melaju pergi meninggalkan tempat tersebut dan membuat Calissa gagal menemui Bella.


"Aaarrgghh sialan!" umpatnya.


Andre yang penasaran akhirnya memutuskan mengejar Calissa.


"Calissa, ada apa sih sebenarnya?" tanya Andre.


"Eee gak ada kok, aku cuma mau ketemu sama teman aku tadi. Tapi, dia malah keburu pergi. Jadi, aku gak bisa ketemu dia deh!" jawab Calissa menjelaskan pada Andre.


"Ohh, emang ada urusan apa sih?" tanya Andre.


"Yaudah, nih minum dulu!" ucap Andre.


Calissa mengangguk dan kemudian mengambil satu botol minuman dari tangan Andre, ia coba membukanya tetapi gagal.


"Sini aku bukain!" ucap Andre langsung berinisiatif membukakan tutup botol minuman tersebut.


Krekk..


Dengan sekali putaran ia berhasil membukanya dan kembali memberikan pada Calissa.


"Nih!"


"Makasih!"


Calissa tersenyum, lalu menenggak minuman tersebut sampai tinggal setengah karena ia sangat amat haus.


...•••...


Disisi lain, Robi tampak mengendap-endap masuk ke dalam ruangan milik Calissa yang sengaja disewa untuk tempat perkumpulan orang-orang yang bekerjasama dengannya.


Ya Robi pun berhenti tepat di depan pintu kamar tempat peristirahatan Lyodra dan teman-temannya.


TOK TOK TOK...

__ADS_1


Robi mengetuknya perlahan sembari terus celingak-celinguk memastikan tempat itu kosong dan tidak ada Calissa atau Andre.


"Lyodra, Ziva, Lini!" ucap Robi memanggil mereka.


Tak lama kemudian, pintu terbuka dari dalam dengan Lyodra muncul disana.


Ceklek...


"Loh bang Robi, ngapain?" tanya Lyodra heran.


"Kita bicara di dalam!" ucap Robi.


Robi langsung masuk begitu saja ke dalam kamar tiga gadis itu dan mengunci pintu dari dalam, membuat Lyodra merasa keheranan, terlebih Ziva serta Mahalini yang masih acak-acakan disana.


"Bang Robi?" ujar Ziva terkejut.


"Ih bang Robi ngapain masuk kesini?" tanya Lini.


"Tenang semua! Gue kesini mau bicara sama kalian, ini tentang rencana gila Calissa yang pengen bunuh Cahaya! Menurut gue, kalian itu gak pantas buat ikut dalam rencana ini! Kenapa? Ya karena kalian masih pada muda, kalian itu gadis-gadis cantik yang punya masa depan cerah! Kalau kalian membunuh orang, kalian bisa di penjara! Di penjara itu gak enak, dan kalian gak akan bisa ngapa-ngapain lagi!" ucap Robi dengan raut cemasnya.


"Hah? Emang bang Robi udah pernah masuk penjara, ya?" tanya Lyodra.


"Belum sih, tapi gue tau semuanya dari teman gue yang pernah di penjara! Kalian mending jangan ikut deh ke dalam rencana ini, demi kebaikan kalian juga!" tegas Robi.


"Sebenarnya kita emang gak setuju sih bang sama rencana Calissa, tapi kan dia udah banyak bantu kita selama ini. Calissa itu yang bikin kita bisa dapat ijazah SMA, terus kita bisa kuliah sekarang juga berkat bantuan Calissa! Kalau kita pergi, itu artinya kita berkhianat dong bang!" ucap Lyodra.


"Benar tuh!" sahut Ziva.


"Kalau yang menolong kalian itu malah menyesatkan kalian, gak ada salahnya kalian berkhianat! Justru kalian emang harus kabur dari dia!" ujar Robi.


"Tapi bang, kita tuh juga benci sama Cahaya! Gara-gara dia kita jadi sengsara begini!" ujar Lyodra.


"Gini deh, coba kalian mikir dengan jernih! Emang ini semua resmi kesalahan Cahaya? Enggak! Justru kalian yang bersalah, Cahaya itu kena pelecehan loh! Masih untung dia gak lapor polisi buat penjarain kalian, iya kan?" ucap Robi.


Ketiga gadis itu saling melirik satu sama lain.


"Iya juga sih bang, gak seharusnya kita benci sama Cahaya! Apalagi kita yang udah bikin dia sampe dilecehin begitu, ini semua berarti gara-gara Lyodra bang!" ucap Ziva.


"Ish, kok gue?" ujar Lyodra.


"Udah lah, kalian jangan saling menyalahkan! Kalian itu sahabat, harusnya kalian saling mendukung! Lebih baik kalian sekarang pergi, supaya bisa lepas dari Calissa dan kembali ke keluarga kalian!" ucap Robi meyakinkan mereka.


"Tapi bang, caranya kita kabur dari sini gimana? Pasti bakal ketahuan juga sama Calissa!" tanya Lyodra.


"Tenang aja! Gue bisa bantu kalian, sekarang kalian beresin semua barang-barang kalian dulu!" ucap Robi.


"Oke bang!"


Akhirnya tiga gadis itu setuju dan mulai merapihkan barang milik mereka untuk bersiap pergi.


"Cahaya, gue gak akan biarin satu orangpun nyakitin lu! Walau gue ini gak bisa milikin lu, tapi gue tetap cinta sama lu dan gue janji kalau gue bakal jagain lu sampai kapanpun!" batin Robi.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2