Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 92. Topan memaksa


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 91


...•...


...•...


"Darimana lu tahu tentang itu?" tanya Cahaya penasaran pada Topan lantaran pria tersebut tiba-tiba menanyakan tentang ia yang menolak mengikuti ajang abang-none antar sekolah.


Topan malah tersenyum sembari menggaruk batang hidungnya, tentu Cahaya tampak bingung mengapa Topan tak menjawab pertanyaan darinya dan hanya senyum-senyum sambil membuang muka.


"Heh, malah senyum-senyum lagi...!!" bentak Cahaya.


"Sabar dong, sayang!" ucap Topan coba menggoda gadisnya sembari mencolek dagu Cahaya.


Cahaya langsung dengan cepat menepis tangan Topan dari dagunya karena ia sangat benci jika ada pria yang menyentuh tubuhnya, namun Topan lagi-lagi hanya tersenyum terus memandangi wajah gadis di sampingnya.


Gadis yang tengah dilanda kebingungan serta kekesalan memilih membuang muka, ia kini tak perduli lagi mau darimana Topan mengetahui hal itu karena gimanapun juga ia tak akan mengikuti ajang tersebut.


Cahaya pun memutuskan untuk pergi dari sana untuk menuju kelasnya, namun disaat ia bangkit tiba-tiba saja Topan mencekal lengan gadis itu dan memaksanya duduk kembali serta tidak memperbolehkan Cahaya pergi begitu saja.


"Mau kemana sih, ha?" tanya Topan tegas.


"Ish, lepasin gue!" bentak Cahaya sembari berontak berusaha menyingkirkan tangan Topan dari lengannya tetapi tidak berhasil.


"Bentar dulu, aku masih mau ngomong sama kamu!" ucap Topan memaksa.


"Ngomong apa lagi sih? Daritadi lu aja cuma senyum-senyum doang gak jelas, terus pas gue tanya juga gak dijawab tuh!" ujar Cahaya kesal.


"Hehehe, abis kamu gemesin banget sih kan aku jadi gak bisa berhenti senyum..." goda Topan.


Cahaya yang risih berusaha menjauh dari Topan serta melepaskan tangannya dari genggaman pria itu, akan tetapi tenaganya tak cukup kuat dibandingkan dengan cengkeraman dari Topan sehingga Cahaya hanya bisa diam saat ini.

__ADS_1


"Udah deh gausah gombal gitu! Gue harus ke kelas sekarang, kalo gue telat emangnya lu mau tanggung jawab?" ujar Cahaya makin kesal.


Topan pun kembali tersenyum lalu mendekatkan wajahnya pada Cahaya sembari mengelus lembut sisi wajah gadis itu dengan jemarinya, Cahaya terus menjauh tetapi Topan juga semakin mendekat bahkan hembusan nafas pria itu terasa pada kulit wajah Cahaya.


"Kamu ikut aja ya ajang itu, nanti biar aku yang jadi pasangannya..." ucap Topan berdesis di telinga Cahaya.


"Hah? Emang bisa gitu??" tanya Cahaya terkejut menatap wajah pria di sampingnya dengan mata terbelalak lebar.


"Bisa dong, apa sih yang gak bisa dilakukan sama Topan??" ujar Topan dengan pede.


"Tapi, gue gak bisa ikut gitu-gituan! Lu cari aja cewek lainnya yang lebih pantas, gue mah bagian dukung aja deh!" ucap Cahaya menolak.


"Hadeh, kamu itu cocok banget loh sayang! Udah gausah nolak ya, kamu wajib ikut!" paksa Topan.


Cahaya mendengus kesal sembari memutar bola matanya, ia benar-benar heran dengan Topan yang terus saja memaksanya untuk mengikuti ajang tersebut padahal sudah berkali-kali pula ia menolak kemauan Topan itu.


"Gue gak bisa, Topan! Kan masih banyak siswi lainnya yang lebih mahir dari gue, lagian lu tau darimana sih tentang ini?" ujar Cahaya.


"Ya ampun, masih aja kamu nanyain itu! Udah jelas lah aku tahu kan aku pemilik sekolah ini, apa sih yang Topan gak tahu?" ujar Topan tersenyum tipis.


Cahaya pun terdiam kembali sembari membuang muka karena ia kesal dengan Topan yang terus saja memaksanya, sedangkan pria itu masih menunggu jawaban dari Cahaya mengenai keputusannya untuk mengikuti ajang abang-none.


"Lu ngapain sih ngeliatin gue kayak gitu terus?" tanya Cahaya yang merasa risih.


"Topan, berapa kali harus gue bilang? Gue tuh gak mau ikut begituan, gue gak bisa!" ujar Cahaya.


"Haish... yaudah iya aku kasih kamu waktu 1 hari buat mikirin ini, karena batas pendaftarannya cuma sampai minggu depan! Jadi, kamu putusin yang baik ya jangan sampai salah!" ucap Topan.


"Hah? Gue kan bilang gak mau ikutan, bukannya minta dikasih waktu! Lu udah gila apa gimana sih?" ujar Cahaya kesal sendiri.


"Iya, aku tunggu sampe besok ya...!!"


Topan mengusap puncak kepala Cahaya lalu bangkit sembari melepaskan lengan gadis itu dari genggamannya, ia pun pergi meninggalkan Cahaya disana sendirian tanpa sepatah kata lagi terucap dari bibirnya membuat Cahaya terheran-heran.


"Topan kenapa sih, ya?" gumam Cahaya bertanya-tanya di dalam hatinya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.



__ADS_1


...Singkat cerita, Cahaya sudah berada di dalam sekolah menyusuri lorong yang ramai dan penuh kebisingan, murid-murid berbagi cerita serta tertawa disana sebelum masuk ke kelas mereka masing-masing di pagi hari ini....


Cahaya nampak kebingungan memikirkan perkataan Topan yang memberinya waktu satu hari untuk menjawab pertanyaan pria tersebut, tentu saja ia kesal sekaligus emosi pada Topan yang tak bisa mengerti dirinya.


"Aya!"


Tiba-tiba suara kedua temannya yakni Mawar & Melani muncul memanggil namanya, Cahaya pun menoleh lalu tersenyum saat dua sahabatnya itu mendekat ke arahnya dan langsung merangkul gadis tersebut disana.


"Lu kok baru dateng sih? Padahal kita udah nunggu daritadi loh di kantin!" ucap Mawar.


"Iya ih, tumben banget lu jam segini baru dateng! Biasanya juga paling rajin, subuh-subuh udah sampe ke sekolah nemenin setan disini!" sahut Melani.


"Yeh ngaco aja lu! Sejak kapan gue dateng subuh-subuh, ha?" ujar Cahaya.


"Hahaha, itu perumpamaan loh Aya! Maksudnya kan biasanya lu dateng paling awal gitu, lebih dulu daripada kita berdua tapi sekarang lu malah telat!" ucap Melani sambil nyengir.


"Gue gak telat kok, orang gue udah dateng daritadi!" ucap Cahaya.


"Daritadi apanya? Lu aja baru masuk sekarang, ngibul aja lu!" ujar Mawar terheran-heran.


"Dih seriusan, gue udah dateng daritadi guys! Cuma gue diajak ngobrol dulu di taman depan, makanya gue baru masuk sekarang!" ucap Cahaya menjelaskan pada dia temannya itu.


"Ohh, pasti sama cowok lu ya?" tebak Mawar.


"Nah iya tuh, pasti sama kak Thaufan!" sahut Melani.


"Ngaco!"


Cahaya memilih pergi begitu saja melewati mereka berdua karena tak mau terus membahas tentang Topan yang nantinya malah akan membuat ia dicengin terus-menerus, namun kedua sohibnya itu juga mengikuti kemana ia pergi.


"Ih, Aya! Kok lu tinggalin kita sih?" ujar Mawar.


"Tau nih, gak setia kawan lu!" sahut Melani.


"Ya makanya jangan ngecengin gue mulu!" ucap Cahaya ketus.


"Hehehe, iya maaf..." ucap Mawar nyengir.


Akhirnya mereka bertiga jalan bersamaan lagi, Cahaya pun sudah kembali tersenyum karena bagaimanapun dua temannya itu berhasil membuat suasana hatinya lebih tenang.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2