
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 63
...•...
...•...
Keesokan harinya, Calissa langsung menemui Cahaya yang baru keluar dari kamarnya karena hendak pergi ke sekolah seperti biasanya. Nampaknya Calissa benar-benar penasaran ada hubungan apa antara Cahaya dengan Topan, sungguh ia tidak senang serta cemburu melihat kedekatan Cahaya dengan Topan malam tadi.
"Heh, tunggu!" ujar Calissa menahan tangan Cahaya yang melengos begitu saja.
"Ish, apaan sih lu? Gue mau sekolah, jangan tahan-tahan gue deh!" bentak Cahaya.
"Haish, entar dulu lah! Ada yang mau gue bicarain sama lu sebentar, jangan berangkat dulu!" ujar Calissa memaksa Cahaya tetap disana.
"Hadeh, lu gausah sok akrab deh sama gue! Awas ah gue mau ke sekolah, nanti kalo telat gue gak dibolehin masuk sama satpam!" ujar Cahaya.
"Et bentar dulu napa sih!" ucap Calissa.
"Ish, yaudah cepetan lu mau ngomong apa! Awas ya kalo omongan lu itu gak bermutu!" ujar Cahaya.
"Iya iya... gue tuh cuma mau tanya sama lu, ada hubungan apa lu sama cowok yang semalam kesini nganterin lu? Dia pacar lu, ya?" ujar Calissa bertanya pada Cahaya sekaligus menerka-nerka.
"Sembarangan aja lu kalo ngomong, jangan fitnah ya! Gue itu gak punya pacar, udah ah awas ngomong kok gak berbobot banget!" ujar Cahaya ketus.
__ADS_1
Akhirnya Cahaya mendorong pelan tubuh Calissa lalu melewatinya begitu saja dan pergi dengan terburu-buru keluar dari rumahnya, sedangkan Calissa masih berdiri disana seperti tak percaya dengan jawaban dari Cahaya barusan.
"Hmm... gue kok gak yakin ya kalo Cahaya sama Topan cuma temenan, orang kelihatan banget kok kalo mereka itu deket!" ujar Calissa bingung.
Calissa pun pergi ke meja makan melanjutkan sarapannya yang sempat tertunda akibat rasa penasaran ia pada Cahaya, ya saat ini Hendra sang suami tengah menjalankan bisnisnya di luar kota sehingga Calissa harus sarapan sendirian karena Cahaya tentunya tidak mau makan berdua dengan wanita yang sudah membuat ibunya meninggal.
Sementara Cahaya kini sudah berada di garasi mendorong motornya keluar lalu segera menaiki motornya itu, tiba-tiba ia malah jadi kepikiran dengan perkataan Calissa tadi yang sepertinya penasaran sekali dengan hubungan antara dirinya dan Topan.
"Kira-kira si Calissa kenapa ya, kok dia kepo banget sih sama hubungan gue dan Topan? Ah bodoamat deh, gak ada untungnya juga gue ngurusin dia!" gumam Cahaya.
Tliingg...
Baru saja Cahaya hendak memakai helmnya, namun tiba-tiba ponselnya berbunyi membuat ia harus meletakkan kembali helmnya lalu mengambil ponsel yang ia letakkan di kantung bajunya.
"Badai? Duh gue lupa kalo lagi deket sama dia, ah dasar Cahaya...!!" gumamnya geram.
Cahaya pun dengan cepat langsung membuka dan membaca isi pesan dari Badai di ponselnya, terlihat ada dua chat yang belum sempat ia baca karena kemarin hampir setengah hari terjebak bersama Topan si lelaki menyebalkan.
💌Badai : Good morning, kamu kok belum bales chat dari aku sih? Ohh pasti lagi sibuk, ya?
Cahaya tampak menyesal karena telah mengabaikan pesan dari Badai, ia menggigit jarinya memikirkan balasan apa yang pantas ia ketik untuk Badai supaya pria itu tidak lagi marah padanya.
💌Senja : Eee maaf ya, Badai! Aku baru sempat buka hp sekarang, sekali lagi maaf banget!
Cahaya hanya kepikiran mengetik seperti itu pada Topan karena ia sangat bingung, ia pun berharap supaya Badai tidak marah dan mau memaafkan dirinya yang sudah mengabaikan pesan pria itu.
🌺
Singkat cerita, Cahaya kini sudah sampai di sekolah dan melepas helmnya serta turun dari motor yang sudah terparkir dengan tenang di parkiran sekolahnya. Ia merapihkan rambut yang berantakan karena habis mengenakan helm sembari berjalan menuju depan sekolah, ia tak sadar kalau sedari tadi orang-orang terus saja memperhatikan dirinya.
Dan saat ia sampai di depan lobi sekolah, sungguh terkejut bukan main dirinya karena disana terdapat poster berisi wajah ia bersama Topan disertai tulisan yang mengatakan kalau mereka berdua sudah resmi berpacaran sejak kemarin. Tentu Cahaya terbelalak lebar melihat itu semua, terlebih lagi banyak murid disana yang juga menyaksikan Cahaya termasuk teman-temannya yakni Mawar & Melani.
__ADS_1
"Cahaya!" sapa Mawar sambil menghampiri Cahaya.
"Ini beneran, lu sama Topan udah jadian?" tanya Mawar penasaran.
Cahaya hanya diam dengan raut wajah kesal, ia tak menyangka Topan akan melakukan tindakan seperti ini yang membuat dirinya malu bukan main apalagi menjadi bahan perbincangan satu sekolah karena ia dianggap berpacaran dengan anak pemilik sekolah.
"Heh, kok diem aja sih? Gue kan nanya tau, dijawab dong Aya!" ujar Mawar kesal.
"Ya enggak lah, ini gak bener! Ngaco aja yang bikin poster gak jelas kayak gini, siapa sih yang bikin dan taruh poster ini disini?" ujar Cahaya.
"Gue...."
Tiba-tiba suara seorang pria muncul dari arah belakang dan Cahaya reflek menoleh lalu menganga melihat Topan tengah berjalan santai keluar dari dalam lobi sekolah, pria itu tampak tersenyum puas dengan satu tangan ia masukkan ke dalam kantung celana dan kacamata hitam menutupi matanya.
"Gue yang buat semua ini, kenapa? Kan emang bener kalo kita kemarin udah resmi jadian, gue ada bukti videonya kok yang menyatakan kalau lu mau jadi pacar gue!" ucap Topan.
Cahaya terbengong mendengar ucapan Topan, ia penasaran bukti apa yang dimiliki Topan karena sepertinya kemarin pria itu memang tidak memvideokan atau merekam ucapannya yang memilih untuk menerima Topan jadi kekasihnya.
Semua mata tertuju pada sebuah layar besar yang terpajang di dinding depan sekolah, ya sebelumnya layar itu diperuntukkan untuk mempromosikan sekolah mereka agar banyak peminatnya. Kali ini justru di layar tersebut muncul video Cahaya yang tengah makan malam bersama Topan di sebuah tempat romantis, tentu mereka semua disana merasa baper akan kemesraan duo kekasih itu.
"Heh, lu apa-apaan sih? Sejak kapan lu videoin itu?" tegur Cahaya dengan raut kesal.
"Sejak lu datang kesana, gue sengaja pasang kamera tersembunyi di setiap sudut tempat itu supaya semua kejadian serta ucapan kita bisa terekam jelas! Jadi lu gak bisa ngelak lagi sama semuanya disini, kan udah ada buktinya...." ujar Topan tersenyum.
Cahaya benar-benar bingung harus berbuat apa saat ini, ia tidak bisa menyangkal ucapan Topan lantaran pria itu memiliki bukti valid dan semua murid disana sudah menyaksikan sendiri momen saat Cahaya memilih bunga dari tangan Topan yang artinya ia mau menjadi kekasih Topan.
"Bener-bener ya si Topan, gue sampe dipermaluin begini di depan semua murid sekolah!" batin Cahaya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1