Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 167. Terpesona


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 166


...β€’...


...β€’...


Setelah berada di dalam mobil bersama Ardan dan juga Guntur, Cahaya merasa lebih aman walau masih ada sedikit rasa cemas kalau kedua bodyguardnya itu bisa melihatnya di dalam sana, akibatnya ia pum masih saja melihat ke luar memastikan kalau baik Tio maupun Jaber tidak melihatnya ketika berjalan masuk ke dalam mobil Ardan itu.


Ardan terkekeh sembari menggelengkan kepalanya melihat kecemasan di wajah Cahaya, ia pun menoleh ke belakang dan coba untuk meminta pada Cahaya agar tidak cemas lagi, sedangkan Guntur sendiri tampak hendak menghubungi Topan untuk bertanya dimana posisi pria tersebut sekarang.


"Heh, Cahaya! Lu ngapain sih ngeliat ke luar mulu?" ucap Ardan menegur Cahaya yang masih terlihat panik itu.


"Eh, iya nih. Gue takut aja kalo tadi mereka pada ngeliat gue masuk ke mobil ini, kan gawat banget kalau sampe itu terjadi terus mereka samperin gue ke dalam sini." jawab Cahaya.


"Yaelah, santai aja! Kalaupun mereka lihat, kan mereka gak akan bisa temuin lu!" ucap Ardan.


"Iya Cahaya, pacarnya Topan yang cantik! Lu udah duduk aja yang anteng, tenang gausah panik! Kita bakal jagain lu kok dari bodyguard lu yang gedenya hampir sama kayak kulkas tiga pintu itu, jadi santai aja ya!" sahut Guntur membantu Ardan untuk menenangkan Cahaya.


"Iya deh, terus ini kita kenapa diem aja? Kalian niat gak sih bawa gue ketemu Topan? Atau jangan-jangan kalian bohong ya dan cuma mau nipu gue aja?" ujar Cahaya menaruh curiga.


"Ya ampun! Kok si Topan bisa ya tahan sama cewek modelan begini? Bisa-bisanya dia malah curiga sama kita, padahal tadi dia sendiri yang minta kita buat anterin dia ketemu Topan." ucap Guntur.


"Tau nih! Lagian kan kita udah buktiin tadi, kalo kita beneran temennya Topan." sahut Ardan.


"Ya abisnya kalian malah diem aja, bukannya langsung jalan mumpung bodyguard gue gak lihat! Emang kalian nunggu apa lagi sih?" ujar Cahaya.


"Sabar dong, cantik! Gue mau telpon si Topan dulu ini, daritadi dia nomornya gue hubungin gak aktif mulu! Gak tau dah nih, dia lagi ngapain dan sama siapa! Bisa jadi dia main sama perempuan lain di bar, gara-gara kesel sama lu Cahaya!" ucap Guntur.


"Hah? Emang Topan begitu orangnya?" tanya Cahaya.


"Heh, Tur! Lu sembarang aja kalo ngomong! Enggak enggak, Topan gak kayak gitu kok Cahaya! Si Guntur mah jangan didengerin, dia agak sengklek otaknya!" ucap Ardan menjawab.

__ADS_1


"Ohh, pantes daritadi kepalanya miring-miring mulu. Gue kira tadi kenapa, gak taunya emang sengklek ya!" ucap Cahaya sambil terkekeh.


"Hahaha, nah iya tuh!" ujar Ardan tertawa.


"Yeh terus aja terus, ledekin gue terus! Seneng amat kayaknya ngeledekin temennya yang kesusahan! Eh eh, ini nyambung nih telponnya ke nomor Topan!" ucap Guntur.


"Yaudah," ucap Cahaya.


"Ssshhh! Jangan bicara dulu!" ucap Guntur.


Cahaya manggut-manggut lalu menutup mulutnya dengan telapak tangan, ia khawatir akan tetap menimbulkan suara jika mulutnya dibiarkan terbuka.


πŸ“ž"Halo, brot! Lo dimana nih sekarang? Daritadi kok gue telponin gak aktif mulu sih, brot?" ujar Guntur.


πŸ“ž"Ohh, iya iya maaf! Gue abis di jalan tadi, ini gue lagi di depan restoran jangkung. Emang ada apa sih lu telponin gue?" ucap Topan.


πŸ“ž"Ah gapapa. Gue sama Ardan mau susul lu aja, boleh kan ya?" ucap Guntur.


πŸ“ž"Ohh, boleh boleh. Sini aja dateng! Gue juga butuh kehadiran kalian disini, gue tunggu ya secepatnya!" ucap Topan.


πŸ“ž"Siap! Gue meluncur sekarang!" ujar Guntur.


Tuuutttt...


"Gimana? Topan dimana?" tanya Ardan.


"Restoran jangkung katanya," jawab Guntur.


"Ohh, oke. Kita langsung gas kesana!" ujar Ardan.


"Buru dah!"


Saat Ardan hendak melajukan mobilnya, tiba-tiba Cahaya justru melontarkan pertanyaan yang membuat mereka berdua ngakak hebat.


"Eee restoran jangkung itu dimana, ya? Emang ada restoran yang namanya kayak gitu?" tanya Cahaya dengan wajah polosnya.


"Hahaha... hahaha...." Ardan serta Guntur tertawa lepas di dalam sana mendengar pertanyaan polos dari Cahaya.


"Kenapa sih? Apa yang lucu?" tanya Cahaya.

__ADS_1


"Gak kok, gak ada. Udah, lu diem aja! Nanti juga tau restoran jangkung itu dimana, santai!" ucap Ardan.


"Ohh, yaudah." ucap Cahaya.


Cahaya pun terdiam tak lagi berbicara, ia mengeluarkan ponselnya lalu membuka sosial medianya untuk mengisi kebosanan.


β€’


β€’


Sementara itu, Topan memasukkan ponselnya kembali ke saku celana sesudah menerima telpon dari Guntur temannya. Ia pun agak sedikit lega karena tak harus berduaan dengan Wulan disana, ya karena akan ada temannya yang menyusul nanti. Memang Topan masih ragu jika harus berduaan dengan Wulan, apalagi statusnya saat ini adalah pacar dari Cahaya walau gadis itu terpaksa.


"Untungnya si Guntur nelpon, kebetulan juga sih dia mau nyusul kesini sama Ardan. Jadi, gue gak perlu grogi lagi deh buat ketemu sama Wulan di dalam. Huft, maaf ya mah!" gumamnya.


Setelahnya, Topan pun melangkah menuju ke dalam restoran tersebut sembari mengusap rambutnya ke belakang dengan telapak tangan. Sesekali Topan berkaca di kaca mobil yang ia lewati, melihat penampilannya sendiri karena ia takut membuat Wulan ilfeel atau kecewa padanya.


Saat di dalam, pria itu berhasil menemukan keberadaan Wulan yang sudah datang menunggunya disana seorang diri. Topan tersenyum memandangi Wulan dari depan pintu masuk restoran, ia agak canggung untuk maju menghampiri Wulan karena bagaimanapun juga Wulan adalah seorang artis.


"Ehem ehem..." Topan berdehem di dekat Wulan, berharap agar wanita itu mau menoleh ke arahnya.


Ya benar saja, sesuai dugaan Wulan pun mengalihkan pandangannya dari layar ponsel menuju ke arah Topan yang ada di sampingnya. Wulan tampak terbengong menganga saat melihat Topan yang tengah tersenyum memandang ke arahnya, ia tak bisa berkata-kata apapun saat ini karena terpesona pada ketampanan wajah pria tersebut.


Tak hanya Wulan, bahkan Topan sendiri juga merasa gugup dan jantungnya berdetak kencang ketika Wulan menoleh ke arahnya. Kecantikan Wulan memang luar biasa dan melebihi Cahaya, tentu saja karena Wulan adalah seorang artis terkenal yang pastinya sering melakukan perawatan wajah dan lebih memperhatikan dirinya.


"Hai! Maaf lama dan udah buat kamu nunggu disini, soalnya tadi saya ada kuliah." ucap Topan.


"Ah iya, gapapa kok." ucap Wulan.


"Kamu belum pesan?" tanya Topan.


"Iya nih, aku nunggu kamu aja. Oh ya, yaudah duduk aja! Kebetulan aku juga baru sampe kok, silahkan duduk!" ucap Wulan tersenyum gugup.


"Iya..." Topan tersenyum sembari menarik kursi di dekatnya, lalu duduk disana tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari wajah Wulan.


Tampaknya Topan juga terpukau dengan kecantikan Wulan yang sangat berbeda dibanding Cahaya ataupun para mantan-mantannya, mungkin hanya Calissa yang mendekati karena ia juga seorang model seperti Wulan.


"Aduh, gue ini kenapa sih?" batin Topan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2