
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 102
...•...
...•...
Keesokan harinya, Cahaya yang semalam menginap di rumah temannya yakni Mawar terbangun dari tidurnya karena suara ayam berkokok yang cukup kencang di samping kamar tempat ia tertidur, ya Cahaya pun terpaksa membuka matanya lalu bangkit sembari mengucek-ngucek mata di atas ranjang.
Ya rumah Mawar memang berdampingan dengan peternakan ayam milik papanya yang memang sudah menjadi pekerjaan sehari-hari sang papa, keluarga mereka juga sudah terbiasa dengan suara ayam sehingga tak merasa keberisikan bila ada ayam yang berkokok atau lain-lainnya.
"Hah? Baru jam setengah 5 ternyata, duh ayamnya Mawar berisik banget sih! Tapi, kok dia bisa tahan ya sampe gak kebangun gitu?" gumam Cahaya.
Cahaya yang penasaran coba melirik wajah Mawar yang tidur membelakanginya karena ia penasaran mengapa gadis itu masih bisa tertidur pulas padahal banyak suara ayam berkokok di samping rumahnya yang terdengar jelas dan keras.
"Wah emang ahli nih bocah kalo soal tidur, udah kayak kebo aja gak bangun walau ada suara berisik dari luar!" gumam Cahaya sembari geleng-geleng kepala melihat Mawar yang masih tertidur pulas.
Akhirnya Cahaya memutuskan untuk turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi, ia sebenarnya masih mengantuk dan beberapa kali menguap karena rasa kantuk yang ia rasakan itu, kebetulan semalam ia memang tidur larut karena Mawar mengajaknya begadang sambil nonton drakor.
Saat di dalam kamar mandi, ia segera membasuh mukanya dengan air dari wastafel sembari menatap cermin disana dan seketika itu juga ia melamun memikirkan papanya, ia merasa bersalah karena tidak pulang semalaman dan bahkan tak memberi kabar pada papanya kalau ia menginap di rumah Mawar malam tadi.
"Kira-kira papa cariin aku gak, ya?" batin Cahaya ditemani suara air yang terus mengalir.
__ADS_1
Ia langsung menepis pikiran itu karena menurutnya tak pantas ia memikirkan papanya yang sudah membuatnya kelimpungan seperti ini, ya ia memang tak lagi menyukai papanya sejak sang papa itu menikah dengan Calissa dan terkena hasutan wanita perebut suami orang itu.
Setelahnya, Cahaya pun lanjut mandi di pagi hari yang dingin ini di bawah kucuran air shower ia membasuh seluruh tubuhnya dengan air dingin, selama mandi ia terus memejamkan mata membayangkan wajah Topan yang hingga kini belum juga ia ketahui bagaimana kabarnya.
Selepas mandi, Cahaya bergegas keluar dengan handuk milik Mawar lalu coba membangunkan wanita itu untuk meminjam bajunya sementara, ya Cahaya memang tidak membawa banyak baju lantaran ia datang kesana dadakan setelah kabur dari rumah karena kelakuan papanya.
"War, bangun War!" ucap Cahaya menggoyang-goyangkan tubuh temannya dari samping.
Tak lama kemudian, Mawar pun akhirnya bangun membuka matanya walau hanya sedikit karena ia masih mengantuk, ia syok melihat Cahaya sudah bangun dan bahkan memakai handuk miliknya yang menandakan kalau dia sudah mandi.
"Kenapa? Ini lu udah mandi?" tanya Mawar.
"Iya, gue mau pinjem baju lu dulu ya? Soalnya gue gak bawa banyak baju, boleh kan?" ucap Cahaya.
"Ohh, ambil aja di lemari sesuai kesukaan lu! Gue masih ngantuk mau lanjut tidur, jangan bangunin gue lagi ya atau lu gak dapet jatah sarapan!" ujar Mawar sembari membalikkan tubuhnya lalu terlelap.
"Yeh dasar kebo!"
...•••...
Disisi lain, Hendra tampak gusar lantaran putrinya yakni Cahaya belum pulang juga hingga pagi ini, bahkan ia tak bisa menghubungi nomor Cahaya dan ia tidak tahu bagaimana kondisi Cahaya saat ini.
Calissa sang istri baru selesai mandi dan menghampiri suaminya di meja makan dengan tubuh yang sudah wangi nan cantik, ia duduk tepat di samping suaminya berusaha menghibur serta membuat Hendra melupakan Cahaya.
"Mas, kamu kok bengong terus sih daritadi? Aku kira kamu udah mulai sarapan, eh ternyata malah masih ngelamun...." ucap Calissa.
"Iya sayang, aku khawatir pada Cahaya! Dia lagi dimana ya sekarang dan sedang apa? Aku menyesal karena sudah memarahi dia kemarin, andai waktu bisa diulang pasti aku gak akan begitu!" ucap Hendra.
"Kamu gak salah, mas! Yang kamu lakuin bener kok, Cahaya sesekali harus dikerasin supaya dia gak keterlaluan begitu..." ucap Calissa.
__ADS_1
"Iya kamu benar, tapi tetep aja harusnya aku gak sampe kayak gitu kemarin! Pasti Cahaya kesal sekali sama aku, sekarang aku gak tahu dimana dia dan apakah dia sudah makan atau belum!" ucap Hendra.
"Aku yakin dia pasti baik-baik aja, mas! Cahaya kan bukan anak kecil lagi, dia bisa jaga diri kok!" ucap Calissa menenangkan suaminya.
Akhirnya Hendra berhasil dibuat tersenyum kembali oleh sang istri, ia merangkul dan mengusap lembut rambut Calissa serta mencium harum tubuh istrinya itu yang terlihat sangat anggun hari ini, seketika ia lupa kalau sedang memikirkan Cahaya tadi.
Sementara Calissa juga tampak tersenyum puas karena ia berhasil membuat suaminya melupakan Cahaya untuk sejenak, ia akan terus berusaha agar Hendra bisa selamanya melupakan Cahaya dan tetap fokus padanya sehingga semua harta milik Hendra akan diwariskan padanya bukan Cahaya.
"Mas, mau aku bikinin sandwich?" tanya Calissa.
"Boleh, bikin yang enak ya sayang!" jawab Hendra.
"Iya mas, sebentar ya!" ucap Calissa tersenyum.
Calissa pun mulai membuatkan sandwich untuk suaminya sarapan kali ini, ia sengaja melakukan itu supaya Hendra semakin sayang padanya dan melupakan Cahaya.
"Nah ini mas, sandwich spesial buatan ku untuk suamiku yang paling aku cinta!" ucap Calissa.
Hendra tersenyum sembari mengambil sepotong roti sandwich dari tangan sang istri lalu langsung memakannya dengan nikmat, ia tampak lebih bahagia sekarang bersama istrinya disana dibanding sebelumnya ketika sendirian.
"Makasih sayang, kamu emang istri yang paling baik dan perhatian sama aku! Gak salah aku pilih kamu buat jadi istriku, i love you....!!" ucap Hendra.
"Love you too, mas!" ucap Calissa tersenyum sembari membenamkan wajahnya pada pundak sang suami.
Mereka tampak bermesraan di meja makan dan saling mendekap satu sama lain disana sambil tersenyum manis, Hendra begitu menikmati momen ini saat bersama istrinya apalagi bisa mendapatkan pelukan serta sandwich buatan sang istri.
"Andai yang lagi peluk aku ini kamu Topan, pasti aku bakal bahagia banget dan senyumku ini bukan senyum palsu seperti sekarang!" batin Calissa.
Ya saat ini Calissa memang memeluk tubuh Hendra, tapi yang ia bayangkan adalah wajah Topan disana yakni pria yang hingga kini masih ia cintai.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...