
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 97
...•...
...•...
Cahaya yang kesal dan malas pun memilih mempercepat langkahnya menuju parkiran sekolah agar ia juga bisa cepat menghindar dari Agung, jujur ia malas sekali harus berdekatan dengan pria tersebut apalagi saat nanti mereka mengikuti ajang abang-none mewakili sekolah.
Bagi Cahaya, Agung itu terlalu cerewet dan banyak omong padahal menurutnya pria tersebut tak perlu terlalu over seperti itu padanya, karena ia juga mengerti apa-apa saja yang harus dibicarakan untuk membangun chemistry diantara mereka dan tak harus juga terus mengobrol membicarakan hal-hal yang tidak penting seperti sekarang.
Walau Cahaya sudah melangkah cepat, namun Agung juga masih saja mendekatinya bahkan mempercepat langkahnya juga menyamai langkah kaki dari Cahaya agar mereka bisa terus berdampingan sampai ke parkiran sekolah nanti.
"Hadeh, lebih mending gue diikutin Topan deh kalo kayak gini daripada dia...!!" batin Cahaya geram.
Agung masih terus ngoceh coba berbicara pada Cahaya walau gadis itu tampak tidak perduli dan malas sekali meladeninya, Agung malah tersenyum memandangi wajah gadis di sampingnya sembari melontarkan rayuan-rayuan basi.
Bukannya terpesona, Cahaya justru makin ilfeel dengan kelakuan Agung yang seperti itu dan membuatnya semakin benci alias tidak suka pada pria di sampingnya itu.
Sedangkan bagi Agung sendiri, ia malah semakin menyukai Cahaya dan menurutnya wanita seperti Cahaya sangat pantas diperjuangkan karena cukup langka, walau ia juga telah tahu kalau Cahaya sudah memiliki pacar yakni Topan anak pemilik sekolah.
Sesampainya di tempat parkir sekolah, Cahaya makin merasa risih lantaran pria itu masih terus saja mengikutinya hingga kesana, akhirnya ia pun menoleh dan menegur Agung dengan wajah judes serta suara jutek miliknya.
"Lu ngapain si ngikutin gue terus? Bukannya lu gak bawa kendaraan, ya?" tanya Cahaya ketus.
"Hadeh, kan gue mau anterin lu pulang! Jadi nanti gue yang bawa motor lu, buat ngebangun chemistry!" jawab Agung dengan santainya sambil nyengir.
"Udah gila kali lu, ya? Ogah banget gue harus diboncengin sama lu, gausah ngada-ngada deh!" ujar Cahaya makin kesal pada pria itu.
"Hehe, ini beneran loh Cahaya!" ucap Agung pede.
__ADS_1
"Emang lu bisa bawa motor gua, ha?" tanya Cahaya menatap tidak yakin pada sosok pria di hadapannya.
"Ya bisa lah, jangankan motor lu... elu nya aja gue bawa ke pelaminan juga bisa kok!" jawab Agung.
Mendengar jawaban Agung membuat Cahaya makin eneg dan kesal pada pria itu, mendadak ia seperti ingin muntah mendengarnya apalagi ditambah ekspresi Agung yang benar-benar menjijikkan menurutnya dengan gigi nongol.
"Udah ah, gausah mimpi mau boncengin gue deh!" ujar Cahaya mendorong sedikit tubuh Agung.
Gadis itu langsung menaiki motornya dan memakai helm miliknya dengan cepat, ia ingin segera pergi dari sana meninggalkan Agung dan bisa hidup tenang terbebas dari pria tersebut.
Sedangkan Agung masih tetap disana dengan menggeser sedikit tubuhnya ke samping sehingga menutupi jalan Cahaya, tentu saja ia sengaja karena tak mau Cahaya pergi dari sana tanpanya.
"Ish, lu mau gue tabrak?" bentak Cahaya.
"Kalo berani tabrak aja, gue yakin lu gak akan tega nabrak cowok seganteng gue....!!" ucap Agung dengan pedenya semabri membenarkan rambut.
"Dih, najis banget gue mah!" ujar Cahaya.
"Najis najis nanti lama-lama jadi demen loh, dulu awalnya mantan gue juga gitu kok! Emang semua cewek rata-rata tuh kayak gitu, giliran udah lama aja jadi bucin sama ngejar-ngejar!" ujar Agung.
Cahaya terdiam, namun bukan karena ia suka dengan Agung, melainkan lebih ke arah karena ucapan Agung ada benarnya juga dan telah terbukti saat dulu Topan mengejarnya serta mendekatinya sampai ia bosan tidak mau bertemu Topan lagi.
"Ngapa diem? Bener kan perkataan gue?" ucap Agung tersenyum renyah.
Cahaya hanya melirik sekilas ke arah Agung lalu memutar kunci untuk menyalakan mesin motornya, dengan cepat Cahaya menancap gas membuat Agung yang berdiri di depannya terhuyung ke belakang untungnya ia bisa menahan diri hingga tidak terjatuh.
"Gila tuh cewek!" umpat Agung.
•
•
Sepanjang perjalanan Cahaya terus saja memikirkan Topan yang hingga kini belum ada kabarnya, entah mengapa bayangan tentang Topan selalu melintas di kepalanya padahal gadis itu sudah berusaha maksimal untuk mengusir semua yang berhubungan dengan Topan dari kepalanya.
Sangking sedihnya ia memikirkan Topan, ia hampir saja meleng menabrak pembatas jalan jika tidak ada yang meneriakinya dari samping sembari berteriak menyadarkan Cahaya dari lamunannya.
"Hati-hati neng, jangan ngelamun kalo di jalan raya!" ucap pemotor yang mengingatkan Cahaya.
__ADS_1
"Makasih ya, pak!" ucap Cahaya.
"Iya neng, sama-sama!"
Pemotor itu langsung pergi meninggalkan Cahaya yang juga sudah melipir sejenak untuk menenangkan diri karena saat ini situasi jantungnya sedang tidak aman akibat hampir menabrak pembatas jalan dan bisa saja terjatuh disana.
Cahaya pun turun dari motornya melepas helm lalu duduk di pinggir jalan, ia menaruh kedua tangannya di atas lutut yang ditekuk sembari berpikir mengapa sedari tadi ia selalu kepikiran tentang Topan padahal sudah berkali-kali ia coba menghapusnya.
"Ini gue kenapa sih? Daritadi kok kebayang wajah Topan mulu, ya?" gumam Cahaya sembari menggigit bibir bawahnya dan menyatukan jari-jarinya.
"Aya!"
Tiba-tiba seseorang memanggilnya menyadarkan Cahaya yang tengah melamun, ia terkejut lalu reflek menoleh mendongakkan kepalanya melihat siapa pria yang datang kesana memanggilnya.
Mata gadis itu terbelalak memancarkan sinar penuh keceriaan begitu melihat sosok pria yang tengah berdiri di hadapannya kini, sontak ia mengukir senyum lalu bangkit dari duduknya dan menatap wajah pria tersebut.
"Topan?" ucap Cahaya penuh kegembiraan.
"Aku kangen kamu, Topan!"
Cahaya langsung maju mendekati pria yang dilihatnya sebagai Topan itu, akan tetapi disaat ia hendak memeluk tubuh pria itu tiba-tiba saja tangannya malah menembus dan seketika wajah dan tubuh pria itu menghilang dalam sekejap.
"Hah? Kok hilang sih?" ujarnya terheran-heran.
Akhirnya Cahaya sadar kalau yang dilihatnya hanyalah sebuah bayangan Topan, mungkin karena ia terlalu rindu dan mencemaskan pria itu sampai-sampai ia berhalusinasi melihat Topan disana menemuinya padahal tidak.
"Gue ini kenapa sih? Bisa-bisanya gue ngehalu lihat Topan disini, apa gue mulai gila?" gumam Cahaya.
Cahaya pun duduk kembali disana memegangi wajahnya yang mulai terasa tidak benar, sepertinya Cahaya memang sudah mulai merasa nyaman dengan Topan sehingga ia berhalusinasi seperti tadi.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...Benih-benih cinta tumbuh...
__ADS_1
...❤️❤️❤️...