
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 29
...•...
...•...
Cahaya masih berada di mobil papanya, mereka tampak membahas keinginan Cahaya yang ingin bekerja di perusahaan sang papa. Hendra juga kembali melajukan mobilnya lalu lanjut berbicara sambil berkendara, ia tidak mau nanti putrinya akan terlambat sekolah jika mereka mengobrol di pinggir jalan karena sekarang sudah hampir pukul 6.30.
"Kamu yakin mau bekerja di kantor papa?" tanya Hendra sesekali memandang putrinya di samping tapi tetap fokus pada jalanan.
"Iya dong, pah! Boleh kan? Aku tuh pengen punya uang hasil kerja sendiri, aku bosen terus-terusan pake uang papa buat beli barang kebutuhan ku!" jawab Cahaya.
"Ohh, memangnya kamu bisa bagi waktunya antara kerja dengan belajar? Papa gak mau loh kalo kamu jadi dapat nilai jelek gara-gara sudah bekerja, lagian kamu ini ada-ada aja deh masa masih sekolah udah pengen kerja sendiri! Kenapa kamu gak tunggu beberapa tahun lagi sampai kamu lulus kuliah? Jadi kamu gak perlu repot-repot mikirin bagi waktu buat belajar dan kerja, papa ini gak masalah kok kalau kamu pakai uang dari papa! Kan itu sudah kewajiban papa untuk menafkahi kamu, karena kamu putri papa!" ucap Hendra panjang kali lebar sampai pegel author ngetiknya guys.
Mendengar kata-kata Hendra barusan membuat Cahaya berpikir dua kali untuk bekerja di perusahaan papanya, bagaimanapun benar juga yang dikatakan sang papa kalau ia masih harus fokus belajar sebagai seorang siswi.
Tentu Cahaya juga tidak mau jika nantinya ia gagal lulus karena tidak punya waktu belajar, tapi hutangnya dengan Topan membuat ia bingung harus bagaimana saat ini. Tak mungkin jika ia mengatakan yang sejujurnya pada papanya, ia takut motor kesayangannya akan disita dan ia tidak diizinkan bepergian menggunakan motor lagi.
__ADS_1
"Eee aku kerja paruh waktu aja pah, bisa kan? Aku pasti bisa kok atur waktunya buat belajar juga, boleh ya pah aku mau ngerasain punya uang sendiri!" ucap Cahaya memohon-mohon pada papanya.
"Hadeh kamu ini kalau udah maunya pasti susah buat papa nolaknya, yasudah papa bolehin kamu ikut bekerja di kantor papa! Tapi, karena untuk sekarang belum ada posisi yang pas buat kamu, jadi kamu harus tunggu ya sampai nanti ada lowongan! Papa tidak mungkin taruh kamu sebagai cleaning service, mau taruh dimana muka papa nantinya??" ujar Hendra sedikit tertawa.
"Ih gapapa kok, pah! Aku bisa kok kalo cuma bersih-bersih sama ngepel lantai, kan aku pernah juga waktu kecil dulu bareng mama bersihin rumah!" ucap Cahaya memasang wajah memelas sembari menatap papanya dari samping.
"Bagi kamu gapapa, bagi papa bencana! Yang ada satu kantor bakal ngomongin papa, masa seorang papa tega mempekerjakan anaknya sebagai cleaning service di perusahaannya sendiri! Sudah jangan mengada-ada ya, Cahaya! Kalau kamu butuh apa-apa tinggal bilang aja sama papa, atau nanti papa bakal kasih kamu kartu sendiri buat belanja! Ya, oke?" ujar Hendra tetap kekeuh tidak mengizinkan putrinya bekerja di perusahaannya.
"Yah kan tadi aku bilang pah, aku mau punya uang dari hasil kerja keras aku sendiri! Kalau misal papa kasih aku kartu ya sama aja dong aku masih minta-minta sama papa, ayo dong pah boleh ya! Kalo papa gak izinin yaudah aku kerja di tempat lain aja, biar papa gak perlu malu nanti..." ucap Cahaya.
"Hus! Apalagi kamu kerja di tempat lain, sayang! Tambah jadi perbincangan orang ramai lah papa, udah udah kita lanjut bahas ini lain kali! Sekarang kamu turun gih, udah sampai nih sebelum kamu telat nanti!" ucap Hendra tampak kesal sendiri berbicara pada putrinya yang keras kepala itu.
"Iya deh, pah!" ucap Cahaya menurut sambil mencium punggung tangan papanya.
Cahaya hanya manggut-manggut sembari membuka pintu mobilnya lalu turun dari sana, ia melambaikan tangan ke arah papanya sambil tersenyum dibalas oleh Hendra yang juga tersenyum.
Setelah Cahaya masuk ke dalam sekolah, barulah Hendra menancap gas melajukan mobilnya pergi dari sana untuk menuju kantornya.
...•••...
Disisi lain, Topan sampai di kampus namun masih tetap berada di mobilnya. Ia menyandarkan tubuhnya di kursi mobil sembari menghela nafas, entah kenapa ia kembali memikirkan perasaan Bella jika tahu kalau ia sudah bertaruh membawa-bawa namanya dalam balapan kemarin.
Tliingg...
Ponselnya berdering membuat Topan bangkit bergerak mengambil benda pipih tersebut dari atas dashboard mobilnya, ia tersenyum ketika mengetahui senja membalas pesannya. Dengan cepat ia membaca isi pesan dari senja karena sudah menantikannya daritadi.
__ADS_1
💌Senja : Maaf ya baru bales, tadi aku lagi di mobil bicara sama papa makanya gak sempat ngetik! Sekarang aku udah sampe sekolah nih, kamu sendiri lagi ngapain Badai?
Topan semakin dibuat senyum-senyum sendiri membaca pesan dari senja yang menurutnya sangat lucu dan menggemaskan, entah apanya yang bagi Topan lucu padahal isinya biasa-biasa saja seperti pesan pada umumnya tidak ada yang aneh.
Dengan sigap pria itu mengetik balasan untuk senja karena sekarang sepertinya Topan sudah mulai tersenja-senja walau kadang gadis di aplikasi tersebut hanya membaca pesan dan lumayan lama untuk membalasnya.
💌Badai : Ya gapapa kok, bagus kalau kamu udah sampai di sekolah! Semangat ya sekolahnya biar jadi gadis pintar dan bikin bangga orang tua, yaudah aku juga mau kuliah dulu, sampai nanti!
Setelah membalasnya, Topan kembali bersandar di joknya sembari mendongakkan kepalanya lalu tersenyum. Mendadak pikiran mengenai Bella hilang seketika karena pesan dari senja masuk di hp nya, ia pun membayangkan bagaimana kiranya bentuk wajah senja di dalam pikirannya.
"Huaaa!"
Tiba-tiba saja ada seseorang yang berteriak di sampingnya membuat Topan terkaget lalu reflek menggaplok wajah orang tersebut sembari mengelus dadanya yang berdebar-debar, rupanya orang itu adalah temannya yakni Guntur yang juga baru datang ke kampus.
"Aduh, galak amat sih lu! Muka gue main digaplok aja emang dikata gue apaan!" ujar Guntur kesakitan sembari memegangi wajahnya.
"Ya suruh siapa lu ngagetin gue? Emang lu mau bikin gue jantungan ha??" ujar Topan kesal.
"Hehehe, sorry bro! Lagian lu ngapain sih bengong aja di dalam mobil, mikirin apaan lu? Bella? Udah gausah dipikirin dia mah, tuh dia lagi berduaan sama Bram di depan lobi!" ucap Guntur.
Raut wajah Topan langsung berubah kaget, walau ia sudah tahu kalau Bram pasti akan mendekati Bella setelah memenangkan balapan dengannya kemarin. Namun, Topan seperti tak rela kalau Bella harus berpacaran dengan Bram yang dikenal berandalan lebih sama seperti dirinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1