Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 254. Beli baju


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 253


...•...


...•...


Calissa keluar dari dalam kamar mandi dengan memakai bathrobe yang sudah disediakan disana, ia pun berjalan menghampiri seorang pria yang tampak tergeletak lemas di atas ranjang. Pria itu bertelanjang dada dan bagian tubuhnya itu terekspos cukup jelas di mata Calissa, ya Calissa pun hanya bisa membuang muka saat pria itu menatapnya kembali.


Melihat Calissa sudah selesai mandi, pria yang tak lain ialah Andre itu pun membuka mata dan duduk di pinggir ranjang sambil tersenyum renyah. Andre meraih satu tangan Calissa dan menatap wajah wanita yang baru saja ia gauli itu, ada sedikit rasa sedih di dalam hati Calissa karena ia sudah berbuat sesuatu yang sangat buruk di dalam hidupnya.


Sementara Andre sendiri justru merasa puas karena telah berhasil merasakan tubuh Calissa, ya Andre memang sudah mengincar Calissa sejak lama saat wanita itu menipunya. Walau saat ini Calissa sudah bukan seorang gadis perawan lagi, namun Andre tetap merasa puas bisa melakukan perbuatan itu dengan wanita yang disukainya sejak lama.


"Sayang, kamu jago banget sih goyangnya! Aku sampe sekarang masih belum bisa lupain itu, jujur deh aku masih kebayang dan pengen banget lakuin itu lagi sama kamu!" ucap Andre.


Calissa hanya diam dan terus menunduk, tak terbayang seberapa malunya ia saat ini karena telah melakukan perbuatan keji itu bersama pria yang bukan mahramnya. Calissa teramat sedih dan ingin rasanya ia menangis saat ini juga, namun ia terus berusaha menahan air mata yang ingin mengalir agar tak membuat suasana disana berbeda.


"Oh ya, utang kamu belum lunas ya! Satu kali main itu aku hitung satu juta, berarti masih sisa empat kali lagi kamu harus puasin aku! Ingat sayang, kapanpun aku minta kamu harus mau dan gak boleh nolak! Karena aku bisa aja laporin kamu ke polisi atas tuduhan penipuan," ucap Andre tersenyum licik.


Pria itu berdiri sambil terus menggenggam tangan Calissa yang sudah semakin gemetar, Andre mendekat dan menggigit daun telinga Calissa.


"Gimana sayang? Kamu pasti setuju kan? Lagian aku juga tahu, kamu itu suka dan menikmati permainan aku tadi! Terbukti dari respon tubuh kamu, saat aku sentuh tadi!" bisik Andre menggoda gadis itu.

__ADS_1


"Kamu gak perlu cemas! Aku setuju kok, asal kamu jangan bawa masalah ini ke polisi!" ucap Calissa.


"Bagus! Sekarang kamu boleh pulang," ucap Andre.


Pria itu pun menjauh dari tubuh Calissa, sedangkan Calissa tampak mengangguk pelan tanpa bersuara lalu berjalan mendekati tasnya.


"Makasih!" ucap Calissa sembari mengambil tas itu.


Andre berjalan mengejar Calissa dan kembali memeluknya dari belakang serta mengendus lehernya.


"Aku yang harusnya bilang makasih, sayang! Tubuh kamu enak dan bikin nagih, aku puas banget hari ini bisa main sama kamu!" ucap Andre tersenyum mesum sembari mengusap wajah wanita itu.


"Aku pulang dulu, ya? Ini udah mau malam, takutnya mamaku nyariin aku!" ucap Calissa.


"Oke sayang! Tapi, kamu gak mau ganti baju dulu? Masa iya kamu mau ke luar paket bathrobe kayak gini? Lagian itu mantel juga punya hotel, nanti kamu dituduh mencuri lagi!" ucap Andre.


"Eee mau gimana lagi? Bajuku yang tadi aku pakai, kan rusak gara-gara dirobek kamu!" ucap Calissa.


Calissa menunduk malu mendengar itu.


"Yaudah, aku ke depan dulu sebentar cariin baju buat kamu di toko-toko yang dekat! Kamu tunggu sini aja, gak lama aku balik kok!" ucap Andre tersenyum sambil mengusap area leher wanitanya.


"Iya, makasih!" ucap Calissa pelan.


Cupp!


Andre mendaratkan kecupan manis pada wajah Calissa, lalu pergi ke luar dari kamar hotel.


...•••...

__ADS_1


Disisi lain, Cahaya dan Topan telah sampai di depan rumah pria itu. Ya Cahaya memang diundang oleh Sergie alias papa dari Topan untuk makan malam bersama di rumahnya saat ini, kebetulan Cahaya juga telah mengenakan gaun yang indah berwarna merah muda sesuatu yang jarang terlihat dari seorang gadis bernama Cahaya itu, karena biasanya Cahaya selalu memakai pakaian yang agak tomboy lah.


Topan menatap wajah Cahaya sejenak sebelum mereka berdua turun dari mobil, tampaknya pria itu terpesona dengan penampilan Cahaya saat ini dan tidak bisa berpaling darinya. Wajar saja Topan bertingkah laku seperti itu, karena Cahaya memang jarang berpenampilan feminim seperti sekarang ini, sehingga Topan pun tak bisa berkata-kata lagi saat melihat penampilan berbeda dari sang kekasih.


Kini keduanya saling berpegangan tangan dan saling menatap satu sama lain sambil tersenyum, ada sedikit rasa malu dari wajah Cahaya ketika Topan menatapnya seperti itu.


"Pacar, kamu cantik banget loh! Jarang-jarang aku bisa lihat kamu pakai baju kayak gini, aku juga gak nyangka sih sosok Cahaya yang tomboy ternyata kalo dandan jadi cewek tuh cantiknya gak ada obat!" ucap Topan memuji kecantikan gadisnya.


"Ahaha, bisa aja kamu pacar! Udah lah jangan terlalu muji aku begitu, nanti kalau aku terbang susah loh tangkapnya!" ujar Cahaya terkekeh kecil.


"Gampang kok, kan tinggal aku peluk biar kamu gak terbang jauh-jauh ninggalin aku!" ucap Topan.


"Ish, udah udah jangan gombal terus! Kita kesini kan mau ketemu orang tua kamu, eh tapi kira-kira papa kamu bakalan suka gak ya sama aku? Ya aku takut aja gitu, kalau nanti di dalam papa kamu malah ilfeel atau gimana gitu sama aku!" ujar Cahaya.


"Ya ampun sayang, udah berapa kali coba kamu bilang kayak gitu? Dengar ya, mana mungkin papa aku bisa ilfeel sama kamu? Orang kamu aja cantik begini, yang ada papaku itu pasti bakal suka banget sama kamu! Terus nanti papa bilang gini nih, udah deh Topan langsung aja kamu nikahin Cahaya jangan pake lama keburu diambil orang!" ujar Topan.


"Ah bisa aja kamu mah! Tapi, semoga aja deh emang begitu! Aku masih agak was-was sih pacar, takutnya gak sesuai ekspektasi gitu loh! Terus papa kamu malah nyuruh kita buat pisah," ucap Cahaya.


"Hus! Gak boleh ngomong gitu pacar, gak baik! Kita harus berpikiran positif!" tegur Topan.


"Iya iya, tapi cemas boleh kan?" tanya Cahaya.


"Gak ada, gausah cemas ya cantik! Aku disini kan ada buat jagain kamu, yuk kita masuk ke dalam bareng-bareng! Biar orang rumah tahu seberapa dekatnya kita berdua, pasti papa mamaku pada iri deh sama kedekatan kita!" ucap Topan tersenyum.


Cahaya tersenyum sambil menundukkan kepala, jantungnya saat ini tengah dalam kondisi tidak baik karena Topan terus saja membuatnya tersipu.


"I love you, Cahaya!" bisik Topan di telinga gadis itu.


Sontak Cahaya berdebar-debar dan matanya terbelalak mendengar bisikan itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2