
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 98
...•...
...•...
Cahaya akhirnya sampai di rumah setelah menempuh perjalanan yang cukup sulit dan menegangkan, bagaimana tidak sepanjang perjalanan pulang ia selalu saja terbayang akan wajah Topan sehingga berkali-kali pula ia melipir sejenak menenangkan dirinya.
Begitu sampai di rumah pun ia dibuat terkejut namun berakhir ceria lantaran ia melihat papanya disana, ya sang papa sudah menunggunya di depan pintu bersama Calissa alias ibu tirinya itu, ia hanya menatap papanya bahkan mencium tangan sang papa tidak dengan Calissa.
"Pah, papa udah pulang?" tanya Cahaya tampak ceria sembari mencium punggung tangan papanya.
"Iya sayang, kamu kenapa cuma cium tangan papa? Di samping papa ini kan ada Calissa, mama kamu juga!" ucap Hendra geram.
"Buat apa aku cium tangan dia, pah?" ujar Cahaya.
"Cahaya! Cepat lakuin aja apa yang papa minta, kalau kamu gak mau papa marah!" bentak Hendra sembari mengacungkan telunjuknya ke arah Cahaya.
"Kenapa sih, pah? Kenapa papa selalu paksa aku buat hormat sama dia??" ujar Cahaya kesal.
"Ya jelas dong, Cahaya! Calissa ini udah jadi mama kamu juga, jadi kamu sebagai anak harus hormat sama dia dan gak boleh bersikap kurang ajar begitu!" bentak Hendra mengingatkan putrinya itu.
"Huft, yaudah iya deh..." ucap Cahaya.
Akhirnya Cahaya menuruti kemauan papanya untuk mencium tangan Calissa walau dengan sangat terpaksa, ia pun hanya mencium sekilas tangan wanita itu lalu menghempaskan begitu saja lalu segera membuang muka dengan wajah jutek.
Hendra yang melihatnya tentu saja geram apalagi istrinya meringis karena tangannya dihempas begitu saja oleh putrinya yakni Cahaya, ia langsung memandang geram ke wajah putrinya itu menandakan ia sebentar lagi akan marah.
__ADS_1
"Cahaya!" bentak Hendra.
"Apa lagi sih, pah?" tanya Cahaya.
"Kamu kenapa gak sopan begitu sama Calissa, ha?" bentak Hendra makin emosi.
"Gak sopan gimana sih, pah? Aku kan tadi udah cium tangan Calissa, terus aku harus apa lagi sama dia? Papa maunya aku kayak gimana sama Calissa, aku heran deh sama papa!" ujar Cahaya.
"Ya ampun, Aya! Berapa kali sih papa harus kasih tau sama kamu untuk sopan ke Calissa, dia ini mama kamu bukan teman atau musuh kamu!" ujar Hendra.
Cahaya tampak malas sekali melanjutkan perbincangan ini dengan papanya, ia yang sedang pusing memikirkan Topan semakin ditambah pusing dengan kata-kata sang papa serta tingkah Calissa yang benar-benar lebay.
"Pah, aku mau masuk istirahat..." ucap Cahaya.
"Gak boleh! Kamu disini dulu sampe papa lihat kamu bersikap sopan dan baik sama Calissa!" bentak Hendra menghalangi jalan putrinya.
"Hadeh, ya udah papa maunya aku kayak gimana sekarang? Aku lagi capek loh, pah!" ucap Cahaya.
"Mulai sekarang kamu harus panggil Calissa dengan sebutan mama, baru kamu boleh masuk dan istirahat di dalam!" ucap Hendra.
"Hah? Pah, aku gak mau ya begitu!" ujar Cahaya.
"Bagi aku, yang berhak aku panggil mama itu cuma mama Linda gak ada yang lain! Apalagi kalau wanita ini papa nyuruh aku buat panggil mama ke dia, aku gak akan mau!" jawab Cahaya tegas.
"Oh oke, kamu sekarang udah berani ngelawan papa? Emang bener-bener kelewatan kamu, pasti ini gara-gara kamu bergaul dengan laki-laki yang gak bener itu kan?" bentak Hendra.
Cahaya terkejut saat papanya menyebut laki-laki gak bener sambil marah-marah, ia heran mengapa papanya bisa mengatakan itu padahal selama ini ia tidak pernah membawa laki-laki ke rumahnya apalagi mengenalkan teman cowoknya pada sang papa.
"Maksud papa siapa?" tanya Cahaya heran.
"Ya pacar kamu itu, papa udah tau kamu punya pacar kan? Pasti karena ajaran dari dia, sekarang kamu jadi kayak gini berani sama papa!" jawab Hendra.
"Hah? Papa tau darimana? Aku tuh—"
"Gak usah bicara lagi! Pokoknya papa minta kamu jauh-jauh dari laki-laki itu, karena dia cuma bawa pengaruh buruk buat kamu...!!" potong Hendra.
__ADS_1
Cahaya pun bingung siapa laki-laki yang dimaksud papanya, karena selama ini ia tak pernah dekat dengan pria siapapun kecuali Topan yang selalu saja berusaha mendekatinya, ia pun berpikir mungkin yang dimaksud papanya adalah Topan.
Sedangkan Calissa tampak tersenyum puas melihat suaminya memarahi Cahaya dan meminta Cahaya untuk menjauhi Topan, ia berharap sekali Cahaya bisa berjauhan dengan Topan dan tidak memiliki hubungan lagi dengan pria tersebut.
...•••...
Disisi lain, Eun-Kyung yang khawatir terpaksa pulang lebih awal lagi kali ini untuk mengecek kondisi putranya yakni Topan yang hingga kini belum bisa ia hubungi membuatnya semakin panik khawatir kalau Topan kenapa-napa.
Eun-Kyung pun meminta Wulan menemaninya pulang ke rumah karena kebetulan gadis itu juga telah selesai take, mereka akhirnya bersama-sama menuju rumah Eun-Kyung mengenakan mobil ibu muda tersebut.
"Tante, biar aku aja yang nyetir ya? Aku khawatir tante gak fokus nanti, soalnya kan tante lagi mikirin Topan!" ucap Wulan.
"Oh, bener gapapa?" tanya Eun-Kyung.
"Iya tante, ini kan demi kebaikan kita juga di jalan!" jawab Wulan tersenyum.
"Makasih ya, cantik! Kamu itu baik dan perhatian banget sih, tante jadi makin sayang sama kamu!" ucap Eun-Kyung memuji gadis di sampingnya sembari mengusap lembut punggung Wulan.
"Ehehe, tante bisa aja!"
"Yaudah yuk kita langsung jalan sekarang!" ucap Eun-Kyung merangkul Wulan.
Mereka pun segera bergegas menuju mobil Eun-Kyung yang ada di depan dan masuk kesana dengan cepat, kali ini Wulan yang berada di kursi kemudi karena ia tidak mau Eun-Kyung menyetir dalam keadaan panik seperti ini.
Sepanjang perjalanan Eun-Kyung selalu berdoa mengharapkan kebaikan untuk putranya, ia tentu tidak mau jika terjadi sesuatu pada Topan yang hingga sekarang belum berhasil ia hubungi ponselnya padahal ia sangat cemas.
Wulan yang tengah fokus menyetir pun sesekali menoleh ke arah Eun-Kyung lalu menenangkan wanita itu sembari memegang bahu Eun-Kyung, ia mencoba menghibur Eun-Kyung agar dia tidak terus-terusan panik seperti ini.
"Tante, tenang dulu ya! Kita kan mau cek ke rumah tante nih, aku yakin Topan pasti ada disana!" ucap Wulan tersenyum manis.
"Iya sayang, tapi tante belum bisa tenang kalau tante belum ketemu sama Topan secara langsung dan pastiin dia itu baik-baik aja!" ucap Eun-Kyung.
"Eee... ya kita berdoa aja tante buat kebaikan Topan!" ucap Wulan.
Eun-Kyung mengangguk pelan sambil sesenggukan menitikkan air mata di wajahnya, belum pernah memang Eun-Kyung merasa sangat khawatir seperti sekarang memikirkan kondisi putranya itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...