
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 101
...•...
...•...
Eun-Kyung & Wulan masih bersama pemotor cantik yang bertabrakan dengan mobil mereka beberapa saat lalu, kini Eun-Kyung telah bisa meredam emosinya atas nasihat dari Wulan bahkan sekarang ia mau membantu wanita itu mengobati lukanya setelah ia mengobati kening Wulan.
"Jadi nama kamu siapa, nak?" tanya Eun-Kyung sembari mengobati luka wanita itu.
"Awwhh... saya Cahaya, Bu!" jawabnya sambil meringis saat lukanya diobati.
"Tahan ya, ini lumayan parah juga! Mungkin karena kamu kebanting kencang tadi, tapi tenang ya pasti bakal sembuh kok!" ucap Eun-Kyung.
Entah mengapa Cahaya merasa seperti sedang bersama mendiang ibunya saat Eun-Kyung mengobati lukanya seperti ini, apalagi Eun-Kyung tiba-tiba berubah jadi sosok lembut penyayang seperti ibunya dulu, padahal sebelumnya Eun-Kyung sempat marah-marah padanya.
Cahaya tak bisa berhenti menatap wajah Eun-Kyung yang kini berada cukup dekat dengannya, tanpa sadar ia meneteskan air mata mengingat kembali sosok ibunya yang telah tiada akibat perselingkuhan papanya dengan wanita lain yang jauh lebih muda bahkan hanya selisih sedikit dengan Cahaya.
"Loh, kamu kenapa nangis? Ini sakit banget, ya?" tanya Eun-Kyung penasaran.
"Ah enggak kok Bu, saya kelilipan aja!" jawab Cahaya langsung sigap menghapus air matanya.
Wulan tersenyum melihat Eun-Kyung mau berubah dan tidak lagi kasar kepada Cahaya walau gadis itu memang sudah salah dengan mengendarai motor cukup kencang, Wulan juga merasa kalau Cahaya sepertinya tengah membayangkan sesuatu yang membuatnya menangis seperti itu.
"Nah udah, sekarang kamu tinggal tunggu obatnya kering aja ya!" ucap Eun-Kyung.
"Makasih ya Bu, harusnya kan ibu gak perlu repot-repot obatin saya kayak gini! Kan saya udah salah karena bawa motor terlalu kencang, sekali lagi saya minta maaf ya Bu!" ucap Cahaya.
"Udah lah, itu gausah dibahas lagi! Saya udah maafin kamu kok, asal kamu mau janji sama saya kalau lain kali gak akan bawa motor ngebut-ngebut lagi!" ucap Eun-Kyung mengusap rambut Cahaya.
__ADS_1
"Iya Bu, saya janji kok!" ucap Cahaya.
"Duh, jangan panggil ibu dong! Kesannya kayak saya ini udah tua banget gitu, panggil tante aja ya?" ucap Eun-Kyung tersenyum.
"Iya, tante..."
Diluar dugaan Eun-Kyung malah mendekap tubuh Cahaya dari samping dan mengusapnya lembut, ia bahkan mengecup kepala Cahaya membuat gadis itu terkejut sekaligus nyaman karena belum pernah ia merasakan ini sejak ibunya meninggal.
Wulan yang melihatnya ikut merasa senang dan tersenyum karena Eun-Kyung bisa berdamai dengan Cahaya tanpa harus menggunakan polisi, jujur ia bangga memiliki sahabat seperti Eun-Kyung karena sikapnya yang penyayang dan perhatian kepada siapapun yang ditemuinya.
"Kamu rumahnya dimana, Cahaya?" tanya Eun-Kyung seusai melepas pelukannya.
"Eee...."
Cahaya terlihat kebingungan menjawab pertanyaan Eun-Kyung barusan, ia tak mungkin memberitahu alamat sebenarnya kepada Eun-Kyung karena ia takut kalau papanya justru akan kembali memintanya pindah sekolah dan menjauhi Topan seperti tadi.
"Rumahku deket kok dari sini, tante!" jawab Cahaya sambil tersenyum.
"Ohh, kalo gitu biar sekalian tante antar ya? Kamu kan lagi luka, pasti susah kalo naik motor itu! Lagian motor kamu juga kayaknya agak rusak tuh, kan tadi ketabrak keras banget..." ucap Eun-Kyung.
"Gapapa tante, aku bisa pulang sendiri kok! Ya kalau emang aku gak bisa naik motor, mungkin aku bakal persen taksi!" ucap Cahaya menolak.
"Iya tante, saya juga udah agak mendingan kok! Kan tadi udah diobatin sama tante..." jawab Cahaya.
"Yasudah kalo emang kamu gak mau diantar tante, tapi kamu hati-hati ya pulangnya! Itu nanti lukanya diobatin lagi di rumah supaya cepet sembuh!" ucap Eun-Kyung mengusap punggung Cahaya.
"Iya tante, makasih ya!"
"Sama-sama, sekarang tante sama Wulan pamit dulu ya? Maaf gak bisa lama-lama disini, soalnya tante khawatir sama putra tante..." ucap Eun-Kyung.
"Iya, gapapa kok tan! Sekali lagi makasih ya, oh ya Wulan aku minta maaf ya udah bikin kening kamu luka begitu!" ucap Cahaya.
"Gapapa Cahaya, ini cuma luka kecil kok!" ucap Wulan yang sudah berdiri.
"Kamu hati-hati ya Cahaya, tante sama Wulan permisi dulu!" ucap Eun-Kyung yang juga bangkit dari duduknya sembari mengusap puncak kepala Cahaya.
"Iya, tante sama Wulan juga hati-hati ya!" ucap Cahaya berdiri sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan Cahaya, Eun-Kyung serta Wulan pun kembali ke mobil mereka disana dan masuk secara bersamaan, kali ini Eun-Kyung sendiri yang menyetir karena ia khawatir Wulan masih merasa sakit dan tidak bisa menyetir.
Kondisi mobil Eun-Kyung memang sedikit lecet pada bagian depan karena bertabrakan dengan motor Cahaya tadi, namun itu tak menjadi masalah baginya karena ia orang kaya dan mobil seperti itu bisa dibeli sampai pabriknya sekalian.
...•••...
Disisi lain, Topan sudah sadar dari pingsannya dan tampak kebingungan lantaran ia terbangun di rumah sakit dengan penuh perban pada sekujur tubuhnya, ia coba mengangkat kepalanya namun sulit karena rasa sakit yang menyerangnya.
"Aaakkhhhh..."
Suster disana yang tengah mengecek kondisi Topan pun dibuat risau karena rintihan Topan, ia langsung mendekati Topan untuk menanyakan keluhan yang dirasakan pria itu sekaligus memastikan bahwa Topan baik-baik saja dan dalam keadaan normal.
"Kamu jangan banyak gerak dulu, ya! Kondisi kamu masih belum stabil, sebaiknya kamu banyak istirahat dan minum obat dari dokter!" ucap suster.
"Sus, saya kok bisa ada disini sih? Siapa emangnya yang bawa saya ke rumah sakit??" tanya Topan kebingungan.
"Ohh, tadi ada seorang laki-laki yang datang ke rumah sakit ini sambil membopong tubuh kamu, tapi saya juga kurang tahu laki-laki itu siapa!" jawab suster menjelaskan.
"Eee... apa laki-laki itu masih ada disini, sus?" tanya Topan lagi penasaran.
"Masih kok, dia sekarang diluar menunggu kamu pulih!" jawab suster.
"Apa saya boleh bertemu dengan dia, sus? Saya cuma mau tahu dia siapa dan sekaligus saya juga mau bilang makasih sama dia karena udah bawa saya ke rumah sakit!" ucap Topan.
"Bisa, tapi kamu gak boleh banyak gerak dulu! Kamu rebahan aja disini, biar saya panggilkan laki-laki itu untuk masuk kesini..." ucap suster.
"Baik sus, terimakasih!" ucap Topan.
Suster itu pun keluar dari ruangan untuk memanggil sosok lelaki yang sudah membawa Topan ke rumah sakit disaat pingsan, Topan nampak sudah tidak sabar melihat dan bertemu dengan laki-laki yang menolongnya itu.
Ceklek...
Tak lama kemudian, pintu terbuka kembali dan seorang laki-laki masuk kesana memandang ke arah Topan yang masih terbaring di ranjang, Topan melihatnya kemudian terbelalak saat mengetahui bahwa laki-laki itu tidak asing baginya.
"Hai, bro!"
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...