
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 110
...β’...
...β’...
Topan yang tengah membuka sosmed miliknya dibuat terkejut saat tanpa sengaja melihat sebuah postingan video tentang seorang anak yang bertengkar dengan papanya, Topan yang penasaran pun langsung menonton isi video tersebut.
Alangkah terkejutnya ia saat mengetahui yang ada di dalam video itu ternyata adalah Cahaya alias Aya gadisnya, ia tak menyangka Cahaya bisa berbuat itu kepada ayahnya sendiri bahkan sampai viral begitu di satu negara dan menjadi trending topik.
"Ini Cahaya? Kok bisa sih??"
Topan yang tak percaya begitu saja dengan isi video serta caption pemilik akun tersebut, langsung coba menghubungi Cahaya untuk bertanya pada gadis itu kejelasannya, karena menurutnya tidak mungkin Cahaya sampai berbuat itu pada papanya sendiri.
π"Halo, Aya!" ucap Topan dengan nada cemas.
π"Iya halo, kenapa?" tanya Cahaya lemas.
π"Hey, kamu lagi nangis? Pasti ini karena video yang viral itu, ya? Kamu dimana Cahaya? Biar aku kesana samperin kamu!" ucap Topan.
π"Enggak, gausah! Gue gak kenapa-napa kok!" ucap Cahaya menolak.
π"Gapapa Cahaya, aku justru gak bisa tenang kalo tahu kamu lagi sedih begini! Udah, sekarang kamu shareloc ke aku biar aku bisa tahu kamu dimana!" ucap Topan memaksa.
π"Oke, sebentar!" ucap Cahaya menurut.
π"Bagus, jangan nangis lagi ya!" ucap Topan.
Tuuutttt....
Telpon itu dimatikan oleh Cahaya karena ia hendak mengirimkan lokasi ke nomor Topan, sedangkan Topan langsung bangkit dari kasurnya untuk bersiap menemui Cahaya walau luka-luka di tubuhnya masih terasa perih dan sakit.
Topan pergi ke kamar mandi untuk sekedar cuci muka dan membasahi rambutnya supaya terlihat keren di hadapan Cahaya, setelahnya ia keluar lalu mengambil jaketnya serta jeans yang biasa ia kenakan dan menyemprotkan beberapa parfum.
Tliingg...
Ponselnya berdering ada pesan masuk dari Cahaya yang mengirimkan lokasinya sekarang, Topan tersenyum lalu bergegas keluar kamar untuk pergi menemui Cahaya disana, apalagi lokasi Cahaya saat ini tidak terlalu jauh dari rumahnya.
__ADS_1
Akan tetapi, langkah Topan terhenti karena ia bertemu dengan bibiknya di bawah saat hendak keluar rumah dan bik Leni pun bertanya padanya ingin pergi kemana, seketika Topan gugup bingung harus mengatakan apa pada bik Leni.
"Den, aden mau kemana?" tanya bik Leni.
"Eee.... saya mau keluar sebentar bik, tolong jangan bilang mama sama papa ya!" jawab Topan tersenyum memohon pada bibiknya.
"Aduh, aden ini kan baru keluar dari rumah sakit! Mending istirahat dulu, jangan langsung main keluar rumah!" ucap bik Leni khawatir.
"Gapapa bik, aku udah sehat kok! Bik, tolong ya soalnya ini gawat banget!" ucap Topan.
"Tapi den, bibik dititipin pesan sama nyonya kalau harus jaga aden supaya gak kemana-mana! Udah, aden nurut aja ya istirahat dulu sampe sembuh!" ucap bik Leni menolak.
"Aku udah sembuh bik, emang mama sama papa lagi pada kemana??" ucap Topan.
"Nyonya sama tuan tadi pergi, katanya ada urusan kerja yang gak bisa ditinggal! Makanya aden dititipin ke bibik, udah ya aden jangan pergi! Nanti bisa-bisa bibik yang kena omel...." ucap bik Leni.
"Enggak kok bik, aku perginya gak lama cuma sebentar!" ucap Topan masih berusaha.
"Huh yaudah deh boleh, bibik gak bisa berbuat banyak kalau aden udah mohon-mohon kayak gitu! Tapi, inget ya den jangan lama-lama di luarnya!" ucap bik Leni akhirnya membolehkan.
"Yes! Makasih banget ya bik, aku janji kok gak akan lama! Yaudah bik, aku pamit!" ucap Topan kegirangan sembari mencium tangan bibiknya.
"Dah bik!" teriak Topan sembari berlari ke arah pintu.
"Hati-hati den!"
Disisi lain, Cahaya telah sampai di tempat biasa ia kumpul dengan kedua temannya itu sesuai permintaan dari Mawar sebelumnya di telpon. Cahaya pun duduk pada kursi batu yang tersedia lalu menunggu kedatangan teman-temannya disana.
Anehnya, ramai orang di tempat itu yang juga menggunjing Cahaya ketika melintas di hadapan gadis itu dan bahkan bukan hanya satu dua, tapi lumayan banyak juga. Tentu Cahaya semakin sedih karenanya apalagi temannya juga belum datang.
"Duh, kenapa semuanya jadi gini sih?"
"Cahaya?"
Tiba-tiba seorang pria muncul di hadapannya dan memanggil namanya, sontak Cahaya terkejut lalu mendongak menatap wajah pria tersebut. Ia makin terkejut karena yang datang adalah Robi bukannya Topan sesuai keinginannya.
"Robi?" ucap Cahaya sambil berdiri.
"Hai, apa kabar?" ucap pria itu tersenyum.
"Kurang baik!" jawab Cahaya lemas.
"Yaudah, duduk lagi!" ucap Robi.
Cahaya manggut-manggut kemudian duduk kembali disana, begitupun dengan Robi yang juga duduk di samping Cahaya sambil tersenyum menatap wajah gadis itu dari samping. Cahaya sadar kalau ia diperhatikan, makanya ia pun menoleh.
__ADS_1
"Lu kok bisa disini?" tanya Cahaya heran.
"Gue kan anak jalanan, jadi dimanapun tempatnya pasti bakal gue datengin!" jawab Robi tersenyum.
"Terus, rokok lu mana?" tanya Cahaya lagi.
"Oh, hahaha... gue sekarang udah gak ngerokok lagi, sejak gue kenal sama lu! Gue takut aja pas-pasan sama lu di jalan dan gue lagi ngerokok, kan gak enak takut dimarahin lagi sama lu!" jawabnya santai.
"Hah? Ya tapi baguslah, supaya tubuh lu lebih sehat!" ucap Cahaya tersenyum tipis.
"Lu lagi kenapa? Gue lihat-lihat tadi kayaknya lu sedih gitu, ada masalah??" ucap Robi penasaran.
"Kayaknya Robi belum tau masalah video itu, tapi apa iya?" batin Cahaya.
"Kenapa?"
Ucapan Robi membuyarkan lamunan Cahaya yang sedang bingung memikirkan apakah pria itu sudah tahu tentang videonya atau belum, akhirnya Cahaya pun menjelaskan saja kepada Robi kalau ia sedang sedih karena dihujat satu negara.
"Gue dihujat sama orang-orang," ucap Cahaya pelan.
"Hah? Kok bisa? Emangnya lu ngelakuin apa??" tanya Robi terkejut terheran-heran.
"Lu gak tau?" Cahaya malah balik bertanya pada Robi.
Robi menggeleng karena ia memang belum tahu apa-apa tentang penyebab mengapa Cahaya sampai dihujat begitu, Cahaya pun membuang nafas lalu menengadahkan tangan ke hadapan Robi seraya menggerakkan jari-jemarinya.
"Apaan?" tanya Robi tak mengerti.
"Handphone lu mana?" ucap Cahaya.
"Ohh, buat apa?"
"Gue mau jelasin!"
Robi pun mengambil ponselnya dari saku baju lalu menyerahkan itu pada Cahaya, ia nampak bingung karena gadis itu langsung membuka ponsel miliknya dan nampak serius, ia juga tak mengerti apa yang akan dilakukan Cahaya saat ini.
"Nah ketemu! Nih lu lihat aja sendiri!" ucap Cahaya menyerahkan kembali ponsel itu ke Robi.
"Hah? Apaan ini??" tanya Robi.
"Lihat aja!"
Robi syok saat melihat video postingan yang diberikan oleh Cahaya, ia kini tahu penyebab mengapa Cahaya sampai dihujat oleh orang banyak dan bersedih seperti tadi. Namun, Robi sama sekali tidak percaya dengan video tersebut.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...