Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 151. Calissa dan simpanannya?


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 150


...•...


...•...


Ciitttt...


Calissa terpaksa menginjak pedal rem secara mendadak lantaran ada sebuah motor yang melintas dari arah samping lalu hampir saja terjadi tabrakan diantara mereka, beruntung Calissa masih sempat mengerem mobilnya itu sehingga tabrakan pun mampu terhindarkan walau Calissa tampak syok.


Tak hanya Calissa, tentu pengendara motor itu juga mengalami hal yang sama. Bahkan ia sampai terjatuh ke jalan dengan posisi kaki tertindih badan motor akibat menghindari mobil Calissa.


"Haish, bener-bener tuh pemotor gila! Bisa-bisanya dia ngebut begitu di jalan raya kayak gini, gak punya SIM apa gimana sih tuh orang?" ujar Calissa.


Calissa yang masih syok serta nafas tersengal-sengal akhirnya memutuskan untuk turun dan menemui pengendara motor tersebut, ia ingin melabrak serta memarahinya karena sudah hampir membuatnya kecelakaan serta jantungan.


Sementara pengendara motor itu tampak kesakitan dan berusaha mengangkat motornya.


"Heh! Lu gimana sih ha? Bisa naik motor apa kagak? Kalo di jalan gede kayak gini tuh, jangan ngebut! Mau nyaingin Valentino Rossi apa gimana sih lu? Ngebut kok di jalanan begini, bahaya tau gak!" ujar Calissa memarahi pemotor tersebut.


Bukannya menjawab, pemotor itu justru terdiam memandangi wajah Calissa dengan posisi masih tergeletak di jalan aspal.


"Dih, dia malah bengong. Woi, lu denger gak apa yang gue omongin barusan?" tegur Calissa merasa kesal.


Akhirnya pemotor itu tersadar dari lamunannya, ia menggelengkan kepala lalu coba bangkit sembari mengangkat motornya itu.


"Tolong, bantu gue dong!" ucapnya.


"Dih, ogah banget! Lu yang salah dan lu hampir bikin jantung gue copot, jadi lu usaha sendiri lah jangan minta bantuan gue! Lagian cuma ngangkat motor segitu doang masa gak bisa?" ujar Calissa.


Pemotor itu berhasil bangkit walau harus bersusah payah menahan sakitnya.


"Nah bisa kan, sekarang lu harus tanggung jawab karena udah bikin gue hampir jantungan! Pokoknya gue gak mau tau, gue bisa loh laporin lu ke polisi karena lu udah lalai dalam berkendara!" ucap Calissa.


Pemotor itu malah dengan santainya membuka helm lalu menunjukkan wajah tampannya pada Calissa.

__ADS_1


Seketika Calissa menganga lebar saat melihat wajah yang ada dibalik helm tersebut.


"Topan?" ucap Calissa terperangah.


Pemotor yang tak lain ialah Topan itu menaruh helmnya di atas jok motor, lalu menghampiri Calissa dan menatapnya lebih dekat.


"Sorry Lisa, gue gak sengaja." ucap Topan singkat.


"Gapapa kok, tadi juga aku kurang fokus nyetirnya. Eee kamu baik-baik aja kan, gak ada yang luka kan?" ucap Calissa cemas dengan kondisi Topan.


"Gue gapapa, lu sendiri gimana? Apa jantung lu masih gak aman?" ucap Topan sambil senyum-senyum menahan tertawanya.


"Aman kok, maaf ya tadi aku udah marah-marah sama kamu. Aku beneran gak tau kalau itu kamu, tadi aku ngiranya orang lain yang suka ugal-ugalan di jalan raya gitu!" ucap Calissa.


"Kan gue yang salah, kenapa lu yang minta maaf?" tanya Topan heran.


"Kamu gak salah kok, aku tadi yang salah. Soalnya aku nyetirnya gak fokus, hehe..." ucap Calissa sambil nyengir sedikit.


Topan hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala lalu duduk di pinggir trotoar.


Calissa yang melihatnya pun mengikuti Topan dan duduk di samping pria tersebut sambil tersenyum.


"Eee kamu mau kemana tadi? Kok buru-buru begitu? Pasti lagi ada urusan penting ya? Soalnya kan kamu gak biasanya ngebut kayak gitu, kamu kan orangnya patuh dan taat sama aturan jalan." ucap Calissa.


Topan tampak memegangi bagian sikunya yang terasa sakit akibat terjatuh tadi.


"Topan, kamu kenapa? Tangan kamu sakit ya gara-gara jatuh tadi? Sini deh biar aku bantu obatin supaya tangan kamu gak luka lagi, kan aku juga yang udah bikin kamu begitu!" ucap Calissa.


Calissa langsung mencoba untuk memegang lengan Topan itu dengan raut wajah panik.


"Eh gausah!" ucap Topan mencegah Calissa sebelum gadis itu menyentuhnya.


"Kenapa?" tanya Calissa terheran-heran.


"Tangan gue udah sembuh kok, sekarang gue mau tanya sesuatu sama lu. Udah dari kemarin-kemarin sih gue pengen banget nanya ini sama lu, tapi kita baru ketemunya sekarang!" ucap Topan.


"Tanya apa?" Calissa makin penasaran.


"Soal video viral waktu itu, tentang seorang gadis yang diduga durhaka sama papanya. Apa kamu benar yang sudah membayar orang di sosmed untuk mengadu domba dan membuat statement untuk menjatuhkan gadis itu?" ucap Topan.


"Hah??" Calissa terkejut dan menganga lebar lalu segera memalingkan wajahnya.


Calissa tak menyangka kalau Topan mengetahui tentang itu dan bertanya langsung padanya.

__ADS_1


"Pasti yang dimaksud sama Topan itu video tentang Cahaya, dia tau darimana ya soal gue yang udah nyuruh pemilik akun gosip di sosmed buat nyebarin video Cahaya?" gumam Calissa dalam hatinya.




Sementara itu, Cahaya bersama kedua bodyguardnya tengah dalam perjalanan pulang menuju rumahnya.


Cahaya memang terpaksa pulang bersama mereka karena ia tidak bisa menolak kedua bodyguard itu lagi, ia takut jika nantinya papanya akan marah bila mengetahui kalau ia tak ingin diantar pulang oleh bodyguard penjaganya.


Cahaya pun hanya diam melamun sepanjang perjalanan sambil memandang ke luar jendela.


"Haish, kapan gue bisa hidup bebas lagi sih? Buat berangkat sama pulang sekolah aja harus dikawal kayak gini, apa sih salah gue sebenernya?" gumam Cahaya di dalam hatinya.


Tiba-tiba saja Cahaya syok saat tidak sengaja melihat mama mudanya tengah duduk di pinggir jalan bersama seorang pria.


Cahaya pun meminta pada bodyguardnya untuk menghentikan laju mobilnya sementara, karena ia ingin memastikan apakah benar itu mama mudanya atau bukan.


"Pak, pak stop pak!" ucap Cahaya berteriak sembari menepuk-nepuk punggung Jaber.


"Iya non,"


Ciitttt...


Jaber pun segera menginjak pedal rem sesuai permintaan Cahaya.


"Ada apa, non?" tanya Tio penasaran.


Cahaya tak menjawab, ia fokus untuk melihat ke luar dan memastikan apakah benar yang ada disana adalah Calissa atau bukan.


"Bener itu Calissa, tapi dia ngapain duduk disitu sama cowok lagi? Oh apa jangan-jangan cowok itu simpanannya Calissa? Kalo emang iya, gue harus manfaatin kesempatan ini buat ambil foto Calissa yang lagi sama cowok lain!" gumam Cahaya di dalam hatinya sembari menerka-nerka.


Akhirnya Cahaya memilih mengeluarkan ponsel dari saku bajunya untuk mengambil foto Calissa.


Sementara Tio dan Jaber saling pandang karena tak mengerti apa yang hendak dilakukan oleh Cahaya.


Cahaya pun mengarahkan kamera ponselnya lalu mulai mengambil foto Calissa yang sedang bersama seorang pria di dekat sana, sayang sekali Cahaya tidak dapat mengenali siapa pria tersebut lantaran dia menghadap ke arah Calissa alias memunggungi Cahaya.


Sesudah berhasil mendapatkan foto itu, Cahaya pun coba melihatnya lebih dekat untuk mengenali siapakah pria yang bersama Calissa disana.


"Loh ini kok kayak..."


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2