Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 197. Harus sembuh!


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 196


...•...


...•...


Calissa akhirnya berhasil lepas dari kantor polisi setelah mamanya datang untuk membebaskannya, ia pun kini hendak menuju ke mobil sang mama dan pergi dari tempat tersebut. Calissa sudah sangat tidak betah berlama-lama di kantor polisi yang amat membuatnya parno, ia tidak ingin lagi datang kesana apapun itu alasannya karena terlanjur ketakutan.


Sementara Santi sang mama itu hanya tersenyum tipis sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan putrinya yang bisa sampai di tangkap oleh warga lalu dibawa ke kantor polisi, beruntung ia masih bisa nego dengan para petugas disana dan putrinya itu dapat dibebaskan serta tidak harus mendekam di penjara seperti yang diinginkan para warga tadi.


"Lisa, lain kali kamu itu harus hati-hati lagi kalau ingin mencelakakan Cahaya! Kamu gak boleh gegabah, lihat dulu situasinya seperti apa! Jangan main ditabrak begitu aja motor si Cahaya! Untung sekarang mama masih bisa selamatin kamu, coba kalo enggak?" ucap Santi mengomel.


"Iya mama, aku minta maaf! Abisnya aku tadi terlanjur kesel banget sama Cahaya, dia tuh bikin aku darah tinggi mulu tau gak?! Rasanya pengen aku pites aja tuh anak!" ujar Calissa geram.


"Sabar Lisa! Oh ya, gimana soal perceraian kamu dengan suami kamu itu? Apa sudah ada panggilan dari pengadilan untuk sidang perceraian kamu?" tanya Santi penasaran.


"Umm, belum mah!" jawab Calissa menggeleng.


"Hah? Kok belum? Kamu bilang suami kamu itu lagi ngurus perceraian dia sama kamu, terus kenapa sampai sekarang belum ada panggilan juga? Padahal ini kesempatan loh buat kamu, disana kamu bisa tuntut hak kamu sebagai istri dan meminta harta gono-gini dari suami kamu itu!" ucap Santi.

__ADS_1


"Bener mah, tapi itu dia mas Hendra belum sama sekali kasih kabar ke aku soal persidangan apapun. Jangan-jangan dia urungin niatnya buat cerai sama aku, tapi entahlah mah!" ucap Calissa.


"Ini gak boleh terjadi! Kamu harus temui suami kamu itu dengan segera, bujuk dia supaya dia mau berbagi saham perusahaannya dengan kamu Lisa! Kamu harus bisa mendapatkan itu, karena yang berhak adalah kamu bukan Cahaya!" ucap Santi.


"Tapi mah, gimana caranya aku bujuk mas Hendra? Dia itu sekarang udah tau semua kelicikan aku, apa dia bakal mudah buat aku pengaruhi lagi mah?" tanya Calissa bingung.


"Kamu tenang aja! Mama yakin dia pasti masih bisa dipengaruhi, asalkan tidak ada Cahaya di dekatnya! Kamu harus pastikan kalau dia benar-benar sendirian dan tidak sedang bersama siapapun itu, barulah kamu bisa bicara berdua dengan dia dan mengungkapkan semua isi hati kamu ke dia!" jawab Santi memberi petuah kepada putrinya.


"Baik, mah! Kalo gitu sekarang mama tolong anterin aku dong ke kantornya mas Hendra, pasti sekarang mas Hendra lagi ada disana sendirian dan aku bisa temuin dia buat pengaruhi dia!" ucap Calissa.


"Iya iya, tapi abis itu mama langsung pulang ya? Mama udah ada janji mau arisan sama temen-temen mama di cafe mahal, kamu pokoknya harus berhasil dapetin saham perusahaan suami kamu supaya hidup kita semakin bertambah kaya!" ucap Santi.


"Tenang aja mah! Aku ini kan anak yang bisa diandalin, mama gak perlu khawatir!" ucap Calissa.


"Baguslah, yaudah yuk masuk!" ucap Santi.


"Kira-kira Cahaya gimana ya? Apa dia dirawat di rumah sakit?" batin Calissa bertanya-tanya.


...•••...


Disisi lain, Topan masih menemani gadisnya di rumah sakit dan tidak pernah bosan biarpun mereka hanya bisa mengobrol di dalam ruang rawat itu karena Cahaya masih belum pulih. Ya kondisi kaki gadis itu sepertinya cukup parah setelah mengalami kecelakaan sebelumnya akibat ditabrak Calissa, Cahaya pun memerlukan waktu untuk bisa memulihkan kembali kondisi kakinya tersebut.


Topan tahu betul kalau Cahaya pasti bosan karena sedari tadi hanya rebahan saja, itulah sebabnya ia berusaha keras untuk bisa menghibur gadisnya itu agar tidak merasa bosan. Topan juga ingin supaya Cahaya bersemangat untuk sembuh dan tidak patah semangat, karena memang Topan yakin kalau Cahaya pasti bisa melewati ini semua dengan baik dan gadis itu pasti akan sembuh seperti sedia kala.


"Pacar, nanti kalau kamu udah sembuh dan boleh pulang, aku bakal ajak kamu nonton GP bareng di sirkuit Mandalika secara langsung! Aku deh yang bayarin tiketnya itu buat kamu, kita nonton dari tribun VVIP supaya lebih asik!" ucap Topan.


"Hah? Lu serius? Emang kapan sih GP nya dimulai?" tanya Cahaya sangat bersemangat.

__ADS_1


"Sekitar dua Minggu dari sekarang sih, masih lama kok pacar! Jadi, kamu masih punya waktu untuk bisa sembuhin kaki kamu!" ucap Topan.


"Tapi, gue kan harus sekolah! Sebentar lagi gue ujian, mana bisa gue ikut sama lu?" ucap Cahaya.


"Hey pacar! Kamu lupa lagi nih kalo pacar kamu ini anaknya pemilik sekolah tempat kamu belajar? Kamu gausah khawatir kalau soal itu, bisa aku atur kok semuanya supaya kamu dapat libur dan bisa nonton GP sama aku!" ucap Topan.


"Ah gak mau! Nanti gue bisa ketinggalan pelajaran, kan gak asik kalo gue gak naik kelas! Bisa-bisa gue dimarahin sama papa, lagian belum tentu juga papa bakal bolehin gue pergi jauh!" ujar Cahaya.


"Tenang aja! Aku yang bantu minta izin ke papa kamu, emangnya kamu gak mau apa minta tanda tangan sama foto dari rider GP yang terkenal? Marc Marquez, Fabio Quartararo sama yang lain-lainnya deh!" ucap Topan membujuk Cahaya.


"Ya mau! Tapi, gue lebih mentingin sekolah daripada begituan!" ucap Cahaya.


"Oh gitu, yaudah deh terserah kamu!" ucap Topan.


"Umm, lu marah sama gue? Gara-gara gue gak mau ikut sama lu ke Mandalika? Topan, gue tuh bukan gak mau, tapi gue harus fokus dulu ke sekolah!" ucap Cahaya dengan wajah cemasnya.


"Iya aku tau, lagian siapa juga yang marah? Aku cuma kecewa aja kok, itu pun sedikit! Udah ya, sekarang intinya kamu harus sembuh!" ujar Topan.


"Iya Topan, sekali lagi maaf ya!" ucap Cahaya.


"Gak perlu minta maaf pacar! Kamu gak salah kok, kan kamu emang bener kalau kamu harus fokus ke sekolah lebih dulu!" ucap Topan tersenyum sembari mengusap wajah gadisnya dengan lembut.


Cahaya pun ikut tersenyum menatap wajah Topan dengan mata gemasnya, ia senang karena pacarnya tidak marah sama sekali padanya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2