Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 192. Kekhawatiran Hendra


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 191


...•...


...•...


Hendra kini telah datang di rumah sakit tempat Cahaya alias putrinya itu dirawat, ia terlihat sangat cemas begitu melihat sendiri bagaimana keadaan Cahaya saat ini. Ya sebelumnya Hendra memang di hubungi oleh Topan untuk datang ke rumah sakit karena Cahaya tengah dirawat, Topan sengaja melakukannya karena Hendra adalah papa Cahaya dan Hendra wajib tau tentang itu, ya walau resikonya Topan pasti akan kena marah dari papanya Cahaya.


Sementara Cahaya sendiri masih terbaring di atas ranjang ditemani oleh sang papa serta Topan, ia cemas kalau papanya akan memarahi Topan karena menganggap Topan lah yang membuatnya jadi terluka seperti itu. Maka dari itu, Cahaya mengisyaratkan pada Topan untuk pergi dari sana dan menunggu di luar saja, namun bukan Topan namanya kalau menurut dengan kemauan Cahaya, ya pria tersebut tetap menunggu disana menemani Cahaya bersama dengan Hendra tanpa rasa takut.


Hendra langsung mendekati putrinya dan duduk di kursi yang tersedia di samping Cahaya, ia pun menggerakkan tangannya untuk mengelus wajah Cahaya dan tersenyum tipis. Hendra berusaha sekuat tenaga menahan air mata yang hendak pecah disana, karena ia tak mau membuat putrinya semakin sedih dan tidak bersemangat untuk sembuh dari lukanya saat ini yang cukup parah.


"Pah, papa jangan sedih ya! Aku gapapa kok, aku ini baik-baik aja dan kakiku juga udah siuman. Gak lama lagi juga aku bakal pulang, papa tenang aja ya!" ucap Cahaya tersenyum berusaha menenangkan papanya yang terlihat sedih disana.

__ADS_1


"Iya sayang, papa sangat berharap kamu bisa segera sembuh dan pulang ke rumah!" ucap Hendra.


"Yaudah, papa jangan sedih lagi sekarang! Aku pasti bakal sembuh kok, papa harus senyum terus ya! Papa gak boleh nangis lagi, kan papa udah banyak keluarin air mata tadi pas di makam mama! Nanti kalo air mata papa abis gimana?" ucap Cahaya berusaha menghibur papanya.


"Ahaha, kamu bisa aja sayang! Mana mungkin air mata bisa habis sih? Papa itu cuma khawatir aja sama kondisi kamu sayang," ucap Hendra.


"Iya pah, makanya sekarang papa jangan khawatir terus dong! Kan papa lihat sendiri aku baik-baik aja, lagian aku juga bisa senyum nih. Itu kan tandanya aku gak ngerasa sakit sedikitpun!" ucap Cahaya.


"Cahaya, sebenarnya kenapa ini bisa terjadi sama kamu? Bagaimana mungkin kalian bisa kecelakaan dan masuk ke rumah sakit begini? Topan, tolong jelaskan semuanya!" ucap Hendra.


Topan yang sedari tadi masih berdiri disana pun tampak gugup untuk bicara, ia menelan saliva sembari menghela nafas sejenak dan menaruh dua tangannya di depan. Topan sangat panik saat melihat tatapan mata dari Hendra yang begitu tajam dan menjurus ke arahnya, ya seperti orang yang sedang marah atau menahan emosi.


"Umm, tadi tuh pas lagi di jalan Cahaya baru keinget kalau motornya masih tertinggal di rumah Calissa. Maka dari itu, akhirnya kami berdua kembali kesana untuk mengambil motor itu. Ya kami sudah berhasil mengambilnya kembali, namun sepertinya Calissa itu gak terima om dan dia kejar kita yang lagi naik motor berdua itu dengan mobilnya. Lalu, Calissa dengan sangat sengaja menabrak motor Cahaya dari belakang dan saya pun oleng om sehingga kami berdua pun jatuh dari motor." jelas Topan.


"Apa? Benarkah yang kamu katakan itu Topan? Kamu gak lagi bohongin om dan tutupin kesalahan kamu dengan menyalahkan orang lain bukan? Menurut om agak enggak logis banget kalau Calissa sampai bertindak seperti itu, untuk apa coba?" tanya Hendra ingin memastikan lagi.


"Pah, papa masih aja bela si Calissa itu dan bilang dia orang baik? Padahal papa sendiri kan udah tau kalau Calissa tuh orang yang licik, dia bisa lakuin apapun sesuai kemauan dia dan dia gak perduli mau gimanapun caranya!" ucap Cahaya.


"Tapi sayang, kenapa dia pengen celakain kamu?" tanya Hendra kebingungan.


"Ya kalau itu aku juga gak tahu, pah. Tapi, intinya yang dibilang sama Topan tadi tuh benar adanya! Dia gak manipulasi atau apalah itu, karena semuanya emang nyata dan aku sendiri saksinya yang lihat kalau mobil Cahaya nabrak motor aku dari belakang dengan keras!" jawab Cahaya.

__ADS_1


"Umm, kalau menurut saya sih om. Sepertinya Calissa melakukan itu karena dia ingin menyingkirkan Cahaya, secara sekarang kan cuma Cahaya yang menjadi halangan bagi dia buat rebut semua harta om. Ya tapi itu cuma dugaan saya aja sih, karena yang saya tau kan Calissa nikah sama om itu karena masalah harta dan dia pasti gak akan mau cerai sebelum semua harta om berhasil dia kuasai termasuk perusahaan milik om!" ucap Topan.


"Iya pah, kayaknya dugaan Topan bener deh! Calissa kan emang gila harta orangnya, motor aku aja tadi mau diaku-akuin punya dia!" ucap Cahaya.


"Kalau memang benar begitu, artinya kamu dalam bahaya dong Cahaya! Calissa bisa aja sakitin kamu kapanpun dan dimanapun, apa papa harus sewa bodyguard lagi untuk jagain kamu?" ucap Hendra.


"Hah? Eee gausah deh, pah! Aku gak perlu bodyguard kok, kan udah ada Topan di samping aku." ucap Cahaya tersenyum sambil menatap ke arah Topan.


Sontak Topan pun kali ini dibuat salah tingkah dengan perkataan dari Cahaya, ya Topan cukup senang lantaran Cahaya lebih memilih untuk dijaga olehnya dibanding bodyguard. Walau Topan sendiri agak ragu kalau ia bisa menjaga Cahaya dari kekejaman Calissa, namun tentunya ia akan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik.


"Benar om, saya pasti bakal jagain Cahaya dari siapapun yang ingin melukainya!" ucap Topan.


"Halah! Buktinya tadi kamu gak bisa jagain dia, iya kan? Kalau kamu bisa, gak mungkin Cahaya ada di rumah sakit dan kakinya terluka seperti ini! Itu artinya kamu gak bener jagain Cahaya, padahal om udah titip pesan loh tadi!" ujar Hendra.


"Pah, Topan udah bener kok jagain aku! Ya tapi emang dia bisa apa lagi, pah? Kan Calissa udah tabrak motor aku, besarnya mobil sama motor itu jauh beda! Kalau motor ditabrak mobil ya otomatis langsung jatuh, pah!" ucap Cahaya.


"Yaudah iya, papa gak mungkin bisa menang debat sama kamu kalau soal Topan! Karena pasti kamu bakal terus-terusan belain dia, ya papa harap semoga aja Calissa gak begitu lagi sama kamu dan Topan juga bisa lebih waspada lagi untuk menjaga kamu dari ancaman berbahaya, seperti Calissa!" ucap Hendra tersenyum sembari mencubit pipi Cahaya.


Cahaya hanya tersenyum renyah sembari memandang wajah Topan yang masih berdiri.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2