Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 176. Pergi kamu!


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 175


...•...


...•...


Hendra dan Calissa pulang ke rumah dengan perasaan marah, terlebih bagi pria itu yang kecewa karena mengetahui kebusukan istrinya di belakangnya. Ia tak pernah tau sebelumnya jika Calissa sengaja mengambil uang dari rekeningnya untuk diberikan pada sang mama, padahal seharusnya Calissa bilang lebih dulu padanya jika ingin mentransfer uang ke mamanya.


Calissa pun berusaha keras menjelaskan pada sang suami kalau ia terpaksa melakukan itu untuk mamanya, ia terus mengejar-ngejar suaminya sepanjang jalan dari mulai turun mobil sampai ke dalam rumah. Calissa juga berkali-kali meminta Hendra untuk mendengar dulu penjelasan darinya, ia menarik-narik tangan Hendra, namun Hendra terus menyingkirkan tangan istrinya dari sana.


"Mas, mas dengerin aku dulu mas! Kamu jangan langsung ambil kesimpulan begitu, aku ini cinta sama kamu, mas!" bujuk Calissa.


"Omong kosong! Kamu gak pernah cinta sama mas, yang kamu cintai itu cuma Topan! Kamu menikah dengan mas hanya karena harta, iya kan?" bentak Hendra yang sangat emosi.


"Enggak mas, itu semua bohong! Masa kamu lebih percaya Topan dibanding aku?" ujar Calissa.


"Oh jelas mas percaya dengan Topan, karena dia memiliki bukti kejahatan kamu! Sedangkan kamu, apa kamu ada bukti kalau kamu cinta sama mas?" ucap Hendra.


Calissa terdiam menunduk, ia tak mampu menjawab pertanyaan dari suaminya karena memang ia tidak benar-benar mencintai suaminya itu.


Semua perdebatan itu didengar secara langsung oleh Cahaya serta kedua temannya yang masih berada disana. Ya mereka pun kompak melongok karena menyaksikan pertengkaran antara suami-istri tersebut, namun Cahaya justru senang karena akhirnya Hendra alias papanya itu tau kalau Calissa memang tidak benar-benar cinta padanya.

__ADS_1


"Aya, itu mama muda lu kan?" tanya Mawar.


"Iya bener, itu Calissa." jawab Cahaya mengangguk.


"Kok dia malah berantem sama bokap lu sih? Terus kenapa pada sebut-sebut nama Topan, ya?" tanya Mawar terheran-heran.


"Itu dia, gue juga gak tau." jawab Cahaya.


"Lu samperin gih! Siapa tau ada info yang bisa lu dapetin kan?" ujar Mawar.


"Iya Aya, benar itu." sahut Melani.


Cahaya manggut-manggut setuju dengan perkataan kedua temannya itu, ia pun bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiri papa serta mama mudanya disana. Sedangkan Mawar serta Melani tentunya tetap disana, karena mereka tak mungkin ikut dengan Cahaya dan nantinya pasti dianggap terlalu ikut campur dalam masalah keluarga orang.


Cahaya pun berhenti tepat di samping papanya, ia memandang ke arah Calissa serta sang papa secara bergantian dengan tatapan heran. Ia memang masih tak mengerti apa masalah kedua orang itu sampai harus berdebat disana, maka dari itu ia ingin mencari tahu dan bertanya langsung pada papanya atau mungkin Calissa.


"Pah, ini ada apa sih?" tanya Cahaya terheran-heran.


"Lah kok? Gue nanya sama bokap gue, bukan sama lu!" ucap Cahaya tak kalah sinis.


"Sudah! Calissa, kamu gak berhak usir Cahaya! Justru mas juga pengen Cahaya disini, karena perkataan dia selama ini tentang kamu itu benar! Kamu memang enggak cinta sama mas, dan seharusnya mas percaya sama Cahaya bukan sama kamu wanita penggila harta!" ujar Hendra.


Mendengar perkataan papanya membuat Cahaya tersenyum senang, ia merasa kalau papanya memang sudah tau tentang kebusukan Calissa dan kini mulai sadar kalau Calissa bukan istri yang baik untuknya.


"Papa udah tau tentang Calissa?" tanya Cahaya.


"Iya sayang, tadi Topan yang kasih sebuah berkas berisi kejahatan Calissa ini ke papa. Maafkan papa sayang, harusnya papa lebih percaya dengan kamu dari kemarin!" ucap Hendra.


Cahaya tersenyum. Hendra pun mendekap tubuh putrinya itu ke dalam pelukannya, ia mengecup puncak kepala dan mengeratkan pelukan sambil meneteskan air mata penyesalan. Cahaya pun ikut merasa sedih dicampur senang, karena ia sebentar lagi akan merasakan kebahagiaan yang sempat hilang lantaran kemunculan Calissa.

__ADS_1


Sementara Calissa yang melihat itu tampak muak dan malas sekali, ia akhirnya tak ada pilihan lain selain mengakui semua kejahatan yang sudah ia lakukan selama ini kepada Hendra alias suaminya. Sebenarnya Calissa juga memang sudah malas untuk meneruskan rencana ini, karena ia ingin segera balikan dengan Topan.


"Oke! Iya aku ngaku, mas! Aku emang gak cinta sama kamu dan cuma ngincer harta kamu, puas kamu ha?!" ujar Calissa.


Mendengar perkataan Calissa, tentunya Hendra semakin emosi dan menatap tajam ke arah wanita tersebut. Ia melepas pelukannya dari Cahaya dan berjalan mendekati Calissa, ia tak menyangka kalau Calissa memang seperti itu dan bahkan wanita itu mengakui dengan sendirinya.


"Jadi itu memang benar...??" tanya Hendra.


"Iya mas, aku gak cinta sama kamu! Pernikahan kita ini hanya sebuah rencana dari mama aku, buat merebut harta kekayaan kamu! Karena aku ini cuma cinta sama Topan, buat apa juga aku cinta sama pria tua bangka kayak kamu?" ujar Calissa.


"Apa??" Cahaya terkejut saat mendengar ucapan Calissa barusan tentang Topan.


"Hahaha, iya Cahaya. Aku ini mantan kekasih Topan dan aku sangat mencintai dia, bahkan begitu juga sebaliknya Topan masih sangat cinta sama aku! Sebentar lagi kami akan menjalin hubungan kembali dan menikah, asal kamu tahu Cahaya dia itu gak sama sekali benar-benar cinta sama kamu! Karena cinta sejatinya itu cuma aku, Calissa Maharani." ucap Calissa sengaja ingin memancing Cahaya.


Cahaya terdiam memalingkan wajahnya, ia sangat terhenyak mendengar perkataan Calissa dan matanya pun sudah mulai berkaca-kaca tidak tahan untuk segera menangis.


"Jadi Calissa itu mantan pacar Topan? Pantas aja waktu itu aku lihat mereka berduaan di pinggir jalan, jadi ternyata...." batin Cahaya.


Sementara Hendra sudah semakin kehilangan kesabaran mendengar semua yang diucapkan oleh istrinya itu, apalagi ia melihat putrinya menitikkan air mata karena perkataan dari Calissa. Hendra pun dengan keras mengusir Calissa itu dari rumahnya, ia tak mau ada wanita seperti Calissa lagi muncul disana.


"Benar-benar kamu, Calissa! Sebaiknya sekarang kamu pergi dari rumah saya dan jangan pernah menginjakkan kaki lagi di rumah ini!" bentak Hendra.


"Apa mas? Kamu gak salah bicara kan?" tanya Calissa.


"Enggak! Saya serius dan tidak sedang bercanda apalagi salah bicara, sekarang juga kamu angkat kaki dari rumah ini karena mulai saat ini saya akan menceraikan kamu!" bentak Hendra.


"Ahaha, mas mas... masa kamu lupa sih? Rumah ini kan udah kamu alihkan atas nama aku, dan semua yang ada disini sudah menjadi milik aku." ucap Calissa dengan senyum tipisnya.


Hendra terhenyak kaget mendengarnya, ia baru mengingat dahulu sangat bucin dengan Calissa sampai rela melakukan apapun untuknya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2