Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 191. Salah tingkah


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 190


...•...


...•...


Cahaya yang sebelumnya pingsan akibat rasa sakit yang teramat sangat itu, kini telah sadar dan dapat melihat sekitar dengan mata indahnya itu walau ia masih sedikit merasakan sakit pada kakinya. Cahaya bingung mencari-cari dimana Topan karena disana tak ada siapapun selain dirinya, ia pun mencoba bangkit dari ranjang itu tetapi tidak berhasil.


Cahaya benar-benar sangat lemah saat ini, bahkan untuk sekedar menggerakkan kakinya saja ia kesulitan karena rasa sakit yang benar-benar tak mampu lagi ia tahan disana. Rasanya ingin sekali Cahaya menangis disana meratapi nasibnya yang benar-benar malang itu, namun ia lebih mengkhawatirkan Topan karena sebelumnya ia melihat jelas jika pria tersebut mengalami luka yang cukup parah pada bagian keningnya.


"Topan kemana ya...??" batinnya.


Disaat Cahaya hendak mencoba bangkit untuk yang kedua kalinya dari sana, tiba-tiba saja kakinya sulit sekali untuk digerakkan dan justru rasa sakit itu kembali terasa seperti menyengat tubuhnya. Ia pun merintih menahan sakit sembari memejamkan mata dan terus memegangi kakinya tersebut, ia akhirnya juga mulai mengeluarkan air mata disana.


"Awhh ssshhh.." rintih nya sedikit keras.


Tak disangka ternyata suara rintihan Cahaya barusan sampai di telinga Topan yang berada di sebelahnya, ya Topan langsung bereaksi karena panik mendengar suara Cahaya tersebut.


"Cahaya? Kamu kenapa pacar?" tanya Topan dari tempatnya tidur sekarang.


Mendengar suara Topan membuat Cahaya terkejut dan mencari-cari dimana keberadaan pria itu, ia heran bagaimana bisa ada suara tapi tak ada wujudnya sudah seperti setan saja.

__ADS_1


"Topan? Itu lu kan?" ucap Cahaya memastikan.


"Iya pacar, ini aku. Kamu gausah takut! Aku beneran kok bukan setan, aku ada di sebelah kiri kamu! Sayang banget kita ketutup tirai ini, jadi aku gak bisa liat wajah cantik kamu deh." ucap Topan.


Cahaya pun langsung menoleh ke arah yang disebut oleh Topan itu, ia kini yakin kalau Topan pasti tengah diobati juga oleh para dokter disana karena lukanya tadi memang cukup parah. Cahaya yang juga cemas pada kondisi pacarnya itu pun mulai bertanya, ya Cahaya memang tak bisa lagi menutupi rasa khawatirnya saat ini kepada sang kekasih disana.


"Topan, lu gimana sekarang? Baik-baik aja kan?" tanya Cahaya dengan nada cemas.


"Aku gapapa kok pacar, kamu gausah cemas! Sekarang kamu harus semangat buat kesembuhan kamu, jangan sampe kamu kenapa-kenapa!" jawab Topan dengan lantang.


"Iya, lu juga harus sembuh!" balas Cahaya.


Mendengar suara balasan dari Cahaya yang terdengar mencemaskan kondisinya, Topan pun tersenyum senang dan ia semakin yakin kalau memang Cahaya sudah mencintainya. Topan kini lebih bersemangat dan mencoba bangkit untuk menemui Cahaya di balik tirai itu, ya berhubung saat ini juga sedang tidak ada dokter atau siapapun disana sehingga ia bisa leluasa bepergian kemanapun.


"Cahaya!" sapa Topan begitu melihat gadisnya sedang terbaring di atas ranjang itu.


"Cantik, kamu baik-baik aja kan?" tanya Topan.


"Topan? Lu ngapain nekat kesini sih? Kan lu masih sakit tau ih, harusnya udah lu tiduran aja disana jangan malah kesini segala!" ujar Cahaya cemas.


"Hahaha, kamu gausah cemas gitu pacar! Aku baik-baik aja kok, ini cuma luka kecil yang bentar lagi juga bakal ilang! Aku gak bisa diam-diam aja disana sedangkan kamu disini kesakitan!" ucap Topan.


"Gue gapapa kok, ini kaki gue cuma sedikit nyeri aja bentar lagi juga sembuh." ucap Cahaya.


"Oh ya? Syukur deh, ya semoga aja emang benar kaki kamu gak kenapa-napa dan sebentar lagi kamu bakal sembuh seperti sebelumnya!" ucap Topan.


"Iya, aamiin!" ucap Cahaya tersenyum.


Topan pun duduk di samping Cahaya lalu menatap wajah gadis itu dari jarak dekat, perlahan ia mulai menggerakkan tangannya untuk mengusap wajah Cahaya dengan lembut. Topan sangat sedih karena ia harus melihat gadisnya itu terluka dan masuk ke rumah sakit seperti ini, padahal ia sudah berjanji pada Hendra alias papa Cahaya untuk bisa menjaga Cahaya sebaik mungkin.

__ADS_1


"Cahaya, maafin aku ya cantik! Gara-gara aku, sekarang kamu jadi seperti ini. Harusnya aku bisa jagain kamu tadi, bukannya malah bikin kamu jadi terluka dan masuk ke rumah sakit begini! Apa yang harus aku bilang ke papa kamu nanti?" ucap Topan.


"Pan, ini bukan salah lu kok! Udah lu tenang aja, gue nanti bakal bantu bilang ke papa kalau ini semua ulah Calissa dan dia yang pengen celakain kita berdua tadi!" ucap Cahaya tersenyum.


"Tapi, kamu serius udah gapapa kan? Kaki kamu itu baik-baik aja kan pacar?" tanya Topan.


"Iya pacar, lu gausah cemas gitu!" jawab Cahaya.


Topan kembali dibuat senang ketika Cahaya pun kini memanggilnya dengan sebutan pacar, yang artinya Cahaya juga telah menerima Topan sebagai pacarnya bukan lagi si penagih utang. Topan pun tersenyum sembari terus mengusap wajah Cahaya dengan lembut, ia sangat senang karena perjuangan yang selama ini ia lakukan untuk mendapat cinta dari Cahaya ternyata tidak sia-sia.


"Aku seneng banget hari ini, karena kamu udah mau bilang aku ini pacar kamu! Ya walaupun kesenangan ini harus dibarengi dengan kesakitan kamu, maaf ya Cahaya!" ucap Topan.


"Lu ngapain sih minta maaf mulu? Gue ini gapapa, udah deh gausah cemas gitu! Sebentar lagi kan gue juga bakal sembuh, lagian lu juga luka tau malah lebih parah dari gue! Emang lu gak mau apa mikirin diri lu sendiri juga?" ucap Cahaya.


"Ini gak penting, sekarang itu yang terpenting kesembuhan kamu pacar!" ucap Topan.


Entah mengapa Cahaya merasa salah tingkah saat Topan mengatakan itu padanya, ia bahkan tak mampu untuk menatap wajah Topan akibat rasa yang ada di hatinya saat ini. Cahaya terus saja memalingkan wajah sembari menahan senyum yang akan muncul di wajahnya, ia benar-benar dibuat salah tingkah dengan perkataan Topan tadi.


"Kamu kenapa? Ada yang sakit lagi? Kok kamu malah tiba-tiba buang muka gitu sih?" tanya Topan khawatir.


"Eee enggak kok, gue bukan sakit. Ini gue barusan cuma kebawa suasana aja gitu, hehe lu tenang aja ya!" ucap Cahaya sambil nyengir.


"Syukur deh kalo gitu!" ucap Topan.


Topan berdiri kembali dan mendekat ke wajah Cahaya, lalu ia pun mengecup kening gadisnya dengan lembut dan mengusapnya sambil tersenyum membuat Cahaya makin salah tingkah.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2