Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 270. Tak menyangka


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 269


...•...


...•...


Cahaya sampai di lokasi tempat pemotretan akan berlangsung, ya gadis itu pun turun dari taksi lalu mengambil ponsel untuk mengirim pesan pada sang fotografer yang sudah bersiap di dalam. Cahaya ingin bertanya di kamar berapakah proses foto itu berlangsung dan apa yang harus ia lakukan, karena ini kali pertama Cahaya datang ke hotel tersebut.


Tak lama setelah ia mengirim pesan ke nomor sang fotografer, ponselnya berdering pertanda ada pesan yang masuk dari fotografer tersebut. Cahaya pun membuka dan membaca isi pesan itu sambil tersenyum karena si tukang foto sudah memberitahu padanya detail mengenai lokasi foto, entah mengapa Cahaya sudah tidak sabar ingin segera berfoto.


Tliingg...


✉️Ridwan : Baguslah kalau kamu sudah sampai Cahaya! Sekarang juga kamu langsung saja datang ke kamar nomor 308 di lantai sepuluh, saya dan tim sudah bersedia disini!


Itulah isi pesan dari Ridwan alias sang fotografer yang akan memfoto dirinya, Cahaya pun memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas lalu melangkah masuk ke dalam hotel itu. Ia berjalan mengikuti isi pesan dari Ridwan agar tidak tersesat di dalam hotel, perasaan riangnya karena hendak berfoto tiba-tiba hilang dan muncul rasa khawatir.


"Duh, ini kenapa gue malah jadi takut gini ya? Padahal tadi gue udah yakin dan senang mau foto terus jadi model, apa yang salah coba? Hadeh, gue gak boleh kayak gini nih!" gumam Cahaya dalam hati.


Tiingg..


Pintu lift terbuka, tanpa berbasa-basi lagi Cahaya segera masuk ke dalam lift tersebut dan memencet lantai sepuluh sesuai yang diberitahu fotografer itu.


Tak lama kemudian, Cahaya telah sampai di lantai sepuluh dan langsung bergerak mencari kamar nomor 308 dimana ia akan berfoto malam ini bersama Ridwan si fotografer. Perlahan-lahan rasa cemasnya itu mulai menghilang, dan ia pun kembali merasa yakin untuk menjadi seorang model.


Setelah cukup lama berkeliling lorong hotel tersebut, akhirnya Cahaya berhasil menemukan kamar nomor 308 yang ternyata letaknya ada di paling ujung lorong yang sepi tersebut.


"Nah ini dia! Tapi, kok sepi banget ya? Kemana orang yang ada di hotel ini?" batin Cahaya kebingungan.


Ceklek...

__ADS_1


Disaat Cahaya sedang celingak-celinguk mencari seseorang disana, tiba-tiba saja pintu tersebut terbuka dan membuat Cahaya kaget lalu reflek menoleh ke arah pintu. Ya seorang pria tampan dengan kamera menggantung di lehernya muncul sambil memandang Cahaya dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.


"Hai! Kamu pasti Cahaya kan?" ucap pria yang tak lain ialah sang fotografer.


"Eh eee iya benar, ka-kamu Ridwan si fotografer itu ya?" ucap Cahaya agak gugup.


"Nah, salam kenal Cahaya!" ucap Ridwan menyodorkan tangan ke arah Cahaya sambil tersenyum.


"Iya," ucap Cahaya singkat lalu bersalaman dengannya.


"Yaudah, kita langsung masuk aja yuk! Kebetulan saya udah persiapkan semuanya di dalam, kamu tinggal ganti baju aja sama pakaian yang udah saya siapkan juga!" ucap Ridwan.


"Eee ini kita cuma berdua aja?" tanya Cahaya heran.


"Oh enggak kok, tenang aja! Di dalam itu ada beberapa asisten aku yang bakal bantuin prosesi foto kita kali ini!" jawab Ridwan meyakinkan Cahaya.


"Syukur deh! Oh ya, tapi ini bukan penipuan kan atau cuma sekedar modus?" ujar Cahaya.


"Kamu kok tanyanya begitu sih? Emangnya raut muka saya ini ada tanda-tanda penipu, ya? Kamu gak perlu takut gitu Cahaya, saya dan tim sudah cukup lama terjun di dunia permodelan! Bahkan saya sudah banyak sekali memotret model-model baru, sampai sekarang mereka berhasil jadi model terkenal incaran banyak produk kecantikan!" ucap Ridwan.


"Santai! Yaudah yuk masuk!" ucap Ridwan.


Cahaya mengangguk pelan, lalu mulai melangkah masuk ke dalam kamar hotel itu bersama Ridwan tanpa ada rasa ragu. Ridwan pun mengunci pintu kamar dari dalam sesudah Cahaya masuk, ya gadis itu tak menyadarinya karena asyik melihat dekorasi yang ada disana.




"Wah ini kamarnya udah bagus banget! Aku suka loh sama dekorasinya!" ucap Cahaya terkagum-kagum.


"Ya iya dong pasti, semua desain disini itu kan udah dirancang sedemikian rupa untuk pemotretan kita kali ini! Tentunya dekorasi disini harus sesuai dengan modelnya, biar sama-sama cantik!" ucap Ridwan sambil tersenyum menatap wajah Cahaya.


Entah mengapa tiba-tiba Cahaya merasakan aura yang berbeda saat Ridwan menatapnya seperti itu dari jarak dekat, ada sesuatu yang membuatnya ingin berjauhan dari Ridwan saat ini juga.


"Yasudah, ayo kita kesana! Itu kebetulan saya juga sudah menyiapkan perias untuk kamu," ucap Ridwan.


"Oh, iya makasih!" ucap Cahaya.

__ADS_1


Mereka kembali berjalan menelusuri kamar itu lebih dalam, sampai Cahaya melihat sekumpulan pria dan wanita yang sedang bersiap-siap disana.


"Nah, perkenalkan Cahaya mereka ini para karyawan saya yang akan membantu kita melakukan pemotretan kali ini! Yang itu namanya Broto, terus sampingnya Michael, satunya lagi Joni. Kalau yang perempuan, namanya Jesslyn. Nah Jesslyn yang akan merias kamu Cahaya, sama mempersiapkan diri kamu sebelum saya foto!" jelas Ridwan.


Cahaya pun bersalaman dengan semua orang disana secara bergantian, lalu seorang wanita perias yang bernama Jesslyn maju mendekat ke arah Cahaya dan bersiap mendandani gadis itu.


"Ayo Cahaya, kita masuk ke kamar rias dulu! Aku udah siapin baju sama makeup buat kamu," ucap Jesslyn mengajak Cahaya.


Cahaya hanya mengangguk pelan.


Setelahnya, Cahaya pun pergi mengikuti Jesslyn ke kamar rias untuk berganti pakaian. Sedangkan para lelaki itu menunggu disana sembari menyiapkan kamera serta keperluan lain.


Saat di dalam kamar rias, Cahaya duduk di sebuah kursi yang sudah disediakan menghadap ke cermin.


"Aduh Cahaya, kamu itu udah cantik natural deh! Jadi aku cuma tinggal poles sedikit aja, gak perlu banyak terlalu kasih makeup buat kamu! Emang gak salah dah Ridwan pilih kamu buat jadi modelnya, yuk ganti baju dulu cantik!" ucap Jesslyn.


"Iya,"


Jesslyn pun mengambil sebuah setel pakaian yang cukup terbuka dan seksi, ia menunjukkan itu kepada Cahaya dan meminta gadis itu untuk memakainya saat ini.


"Nah ini bajunya, yuk aku bantu kamu ganti!" ucap Jesslyn tersenyum.


"Hah? Kok bajunya begini sih?" tanya Cahaya kaget.


"Ya memang ini cantik, ayo cepet diganti bajunya! Sebentar lagi mulai pemotretan loh, sini deh aku bantu bukain baju kamu!" ujar Jesslyn.


Jesslyn langsung bergerak hendak membuka pakaian yang dikenakan Cahaya, namun Cahaya dengan cepat berontak dan berdiri menolak apa yang akan dilakukan Jesslyn padanya.


"Gak, aku gak mau!" bentak Cahaya kesal.


"Kenapa cantik?" tanya Jesslyn tak mengerti.


Cahaya menggeleng sembari menutupi tubuhnya, ia kini berubah menjadi ketakutan.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2