Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 303. Lama banget


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 302


...•...


...•...


Waktu pulang sekolah telah tiba, Cahaya seperti biasa sudah menunggu kedatangan Topan untuk menjemputnya di depan gerbang. Akan tetapi, ia belum melihat tanda-tanda pria itu hadir disana.


Padahal biasanya Topan sudah selalu hadir lebih dulu di sekolah sebelum Cahaya keluar, namun kali ini pria itu malah belum datang dan membuat Cahaya yang harus menunggu cukup lama.


"Ish ini Topan kemana sih? Biasanya dia udah dateng buat jemput gue, tapi kok ini tumben banget dia belum dateng? Mana gue udah suruh Mawar sama Melani pulang duluan lagi, jadi aja gue nunggu sendirian sekarang!" geram Cahaya.


Ya gadis itu menunggu Topan di pos satpam seorang diri tanpa dua temannya yang sudah pulang.


Berkali-kali Cahaya melihat arloji jam di layar ponsel miliknya, namun tetap saja Topan tak kunjung datang walau sudah bermenit-menit ia menunggu disana dari sekolah ramai sampai lumayan sepi.


Pak Adi selaku satpam di sekolah itu pun keluar dari posnya menghampiri Cahaya, ia heran melihat gadis itu masih berada disana padahal murid-murid lainnya sudah pada pulang sedari itu.


"Loh neng, kok masih disini?" tanya pak Adi.


"Eh pak, iya nih aku belum dijemput. Aku juga gak tahu dia kemana, padahal biasanya dia selalu datang lebih awal!" jawab Cahaya.


"Eee kalo gitu nunggunya sambil duduk aja neng, biar gak capek! Lagian disitu kan panas, nanti neng bisa item loh neng! Di dalam juga ada minuman tuh, siapa tahu neng Aya haus!" ujar pak Adi.


"Gausah pak, makasih! Aku mau disini aja, siapa tahu dia sebentar lagi datang!" ucap Cahaya.


"Ohh yaudah terserah neng aja!" ucap pak Adi.


Setelah Cahaya menolak, satpam itu pun masuk kembali ke dalam posnya meninggalkan Cahaya sendirian di depan.


Cahaya sendiri memang memilih tetap disana untuk menunggu Topan, ia yakin pria itu bisa segera hadir walau sebenarnya ia juga sangat lelah.

__ADS_1


Bahkan rambut gadis itu juga sudah sangat lepek akibat panas-panasan menunggu Topan, ia juga telah menggunakan banyak tisu untuk mengelap keringat yang bercucuran di keningnya.


Tiba-tiba saja ada seseorang yang muncul dan menyeka keringat di wajah Cahaya dengan sapu tangan khusus yang membuat Cahaya terkejut lalu segera menoleh ke samping.


Cahaya terkejut saat melihatnya, karena pria itu ialah Rizal si adek kelas yang selalu mendekatinya.


"Lu ngapain sih?" tanya Cahaya ketus.


Cahaya pun bergerak menjauh dari Rizal, ia tak mau nantinya Topan melihat dan akan salah paham mengira ia dan Rizal ada hubungan istimewa.


"Gak ngapa-ngapain, aku cuma mau bantu kak Cahaya buat lap keringatnya!" jawab Rizal tersenyum.


"Haish, gue gak butuh bantuan lu! Udah sana pergi jangan deketin gue, gue gak mau pacar gue nanti salah paham gara-gara kelakuan gak jelas lu ini!" ucap Cahaya kesal.


"Eee yaudah deh gapapa, ini kak pake aja sapu tangan punyaku! Supaya gak buang-buang tisu kayak gitu, yang ada malah penuh-penuhin tong sampah! Kalau pake ini kan jadinya hemat, ayo kak dipake aja ini baru kok!" ucap Rizal.


"Gak perlu, lu aja yang pake!" ucap Cahaya menolak.


Gadis itu berbalik memalingkan wajahnya dari Rizal, ia tak ingin ada salah paham lagi dan lebih baik menghindari pria itu daripada terjadi masalah.


Namun, Rizal tetap bersikeras untuk tetap disana menemani Cahaya sampai gadis itu mau menerima sapu tangan pemberiannya.


"Gak mau kak, aku bakal tetap disini sampe kak Cahaya mau terima saputangan dari aku!" ucap Rizal dengan santainya.


Hal itu membuat Cahaya sangat emosi, namun ia hanya bisa mendengus kesal dan membuang muka.




Sementara itu, Topan masih dalam perjalanan menuju sekolah sang kekasih untuk menjemput kekasihnya tercinta itu. Ya kali ini Topan memang agak terlambat karena ia sengaja ingin melihat bagaimana reaksi Cahaya nantinya.


Walaupun Topan tahu Cahaya pasti akan bertambah marah dan sulit baginya untuk mendapat maaf dari gadis itu, namun ia ingin sekali-sekali mengerjai Cahaya supaya gadis itu bisa tumbuh jadi wanita yang dewasa dan tidak gampang ngambek.


"Gue yakin banget Cahaya pasti lagi ngambek nih! Apalagi gue udah telat lama banget!" batinnya.


Pria itu senyum-senyum sendiri sembari mengendalikan mobilnya, ia membayangkan betapa gemasnya wajah Cahaya saat sedang ngambek dan pastinya itu bisa ia lihat sebentar lagi.


"Jadi makin gak sabar sampe disana!" batinnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Topan sampai di depan sekolah Cahaya. Tentu saja pria itu langsung dapat melihat sosok gadisnya tengah berdiri di dekat pos satpam, yang membuatnya heran adalah Cahaya berdiri bersama seorang pria di sampingnya yang ia kenali sebagai sosok adek kelas Cahaya.


"Cowok itu lagi, mau ngapain sih dia deketin Cahaya terus? Emang harus dikasih pelajaran tuh orang, awas aja lu brengs*k!" geram Topan.


Topan turun dengan tergesa-gesa dari mobilnya, lalu mendekati Cahaya dan Rizal disana. Sontak gadis itu tampak panik melihat kehadiran kekasihnya disana yang tengah mendekat ke arahnya.


"Cahaya!" ucap Topan memanggil gadisnya.


"Pacar? Akhirnya kamu dateng juga, kok lama banget sih? Aku nungguin kamu loh daritadi!" ucap Cahaya dengan nada manja dan langsung melingkarkan tangannya di sela-sela lengan Topan bermaksud mencegah pria itu emosi.


"Kamu ngapain sama dia sih nunggunya? Emang gak bisa sama yang lain?" tanya Topan kesal.


"Pacar, aku juga gak tahu kenapa dia kesini. Tadi aku nunggu sendiri kok, tapi tiba-tiba dia dateng gitu aja nyamperin aku!" jelas Cahaya.


"Halah bohong! Kamu sengaja kan kayak gini? Biar supaya aku cemburu sama kamu, atau kamu pengen balas dendam ke aku? Karena aku udah bikin kamu kesel kemarin, iya?" ujar Topan emosi.


"Kamu apaan sih? Aku gak gitu, beneran deh! Tadi dia dateng sendiri, kamu tanya aja langsung ke dia!" ucap Cahaya menjelaskan.


Topan pun mengarahkan pandangan ke arah Rizal, ia menatap pria itu dengan tajam disertai nafas yang memburu dan dua tangan terkepal erat.


"Heh! Maksud lu apa sih? Ngapain lu deketin cewek gue terus? Lu disini itu murid baru, mending lu jaga sikap deh daripada gue bakal kasih surat peringatan buat lu!" geram Topan emosi.


"Eee maaf bang! Gue cuma nemenin kak Cahaya kok, emang salah ya?" ucap Rizal santai.


"Kurang ajar!" umpat Topan.


Pria itu hendak maju memukul Rizal, namun Cahaya dengan cepat menahannya.


"Topan jangan! Kamu gak boleh pukul dia!" cegah Cahaya.


"Iya iya, aku emosi tadi!" ucap Topan.


"Udah ya, kita pulang aja!" bujuk Cahaya coba menenangkan Topan, ia juga menaruh tangan di dada Topan agar pria itu bisa tenang.


Akhirnya Topan mau menurut dengan Cahaya, ia pun pergi dari sana bersama gadisnya dan kembali ke dalam mobil.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2