
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 14
...•...
...•...
Setelah selesai makan sampai habis tak bersisa sedikitpun, Cahaya kini nampak kehausan karena sedari tadi belum minum dan meminta pada pria disampingnya untuk membelikan ia minuman juga.
"Eh, ini lu gak beliin gue minum? Masa iya gue makan doang tapi gak minum??" tanya Cahaya menelan makanan di mulutnya dengan susah payah karena tenggorokannya butuh minum.
Pria yang sedang menghisap rokok itu menoleh sambil menghembuskan asap rokok dari mulutnya ke arah Cahaya, gadis itu pun reflek mengipas-ngipaskan tangannya agar asap rokok tersebut tidak terhirup olehnya.
"Ish lu kalo ngerokok tuh asap jangan diarahin ke orang lain dong! Emangnya lu gak tau kadar asap rokok itu lebih berbahaya kalau dihirup daripada dihisap sama si perokok itu sendiri! Lu mau bikin gue sakit paru-paru ya?" ujar Cahaya marah-marah pada pria tersebut.
"Cerewet banget sih lu, nih minum! Abis itu lu bisa lanjut lagi pergi sana dan gue juga gak perlu cemas lagi sama lu!" ujar pria itu menyodorkan botol minum ke arah Cahaya.
"Makasih," ucap Cahaya jutek mengambil botol tersebut dari tangan pria itu lalu menenggaknya cepat sampai habis.
Setelah menghabiskan satu botol minuman, Cahaya bersendawa cukup keras hingga membuat pria itu menoleh terkejut dan gadis itu langsung menutup mulutnya malu.
"Jorok banget sih lu!" ujar pria itu mencibir gadis disampingnya dengan tatapan tidak suka karena kelakuan Cahaya barusan.
"Yaelah lebay lu, wajar kali namanya juga orang abis makan jadi gak salah dong! Lagian kan gak terlalu keras juga suaranya..." ucap Cahaya masih tak mau disalahkan.
"Ya tetep aja itu gak sopan, apalagi lu cewek bisa-bisa di arak keliling kampung lu kalo kayak begitu di rumah orang!" ujar pria itu kembali memasukkan rokok ke mulutnya.
__ADS_1
"Ish gue gak butuh kritikan dari lu! Hidup-hidup gue ya suka-suka gue lah, udah ah gue mau pergi sekali lagi makasih atas makanan sama minumannya! Tapi serius kan gue gak perlu bayar nih??" ujar Cahaya menatap wajah pria itu.
"Lu gak perlu bayar pake uang, tapi lu harus bayar pakai nama sama nomor hp lu! Kenalin nama gue Robi...." ucap pria itu menjulurkan tangannya ke hadapan Cahaya.
Sontak gadis itu menatap heran sambil mengernyitkan dahinya, ia baru tau kalau sekarang bisa membayar hanya dengan nama dan nomor hp.
"Gue Cahaya, panggil aja Aya!" ucap Cahaya lalu meraih tangan pria bernama Robi itu dan bersalaman dengannya tapi hanya sebentar.
"Waw nama yang indah, pantas aja orangnya juga cantik dan enak dipandang! Cuma sayang aja lu jutek plus bawel banget, itu aja sih yang kurang dari lu selebihnya gak ada masalah!" ucap Robi tersenyum menatap Cahaya.
Cahaya hanya memutar bola matanya lalu memalingkan wajahnya ke arah lain, ia memang paling anti digombalin dan gak bisa segampang itu baper hanya dengan kata-kata manis yang keluar dari mulut lelaki.
"Lu ini mau kemana sih, kok pake baju hitam-hitam begini kayak orang mau ngelayat aja?" tanya Robi penasaran melihat penampilan Cahaya yang serba hitam itu.
"Eee iya gue emang abis dari pemakaman, terus ini gue baru mau pulang tapi bingung harus naik apa soalnya jaraknya lumayan jauh dari tempat ini..." jawab Cahaya.
"Ohh, kalo boleh tau pemakaman siapa?" tanya Robi lagi menggeser tubuhnya mendekati Cahaya lalu menatap wajah gadis itu.
"Nyokap gue," jawab Cahaya singkat.
"Thanks," ucap Cahaya menyeka air mata yang menetes di wajahnya.
Pria itu tersenyum lalu membuang rokoknya ke jalan dan menginjaknya, Cahaya memperhatikan pria itu dan memandangnya tak suka.
"Heh, lu tadi ngatain gue jorok tapi lu sendiri juga kayak gitu! Buang sampah kok sembarangan, emang lu mau nanti jadi banjir? Padahal kan tong sampah ada tuh deket!" ujar Cahaya kesal.
"Iya nanti gue pungut kok, santai aja kali gausah ngegas kayak gitu!" ucap Robi.
"Btw lu belum kasih nomer hp lu, berapa cepet nomer lu biar gue save?" sambungnya mengambil ponsel dari saku celananya.
"Yaudah sini gue aja yang save di hp lu!" ucap Cahaya meminta hp milik Robi.
Robi pun menyerahkan ponselnya pada Cahaya, wanita itu langsung mengetikkan nomornya di dalam ponsel Robi dan kemudian memberikannya lagi pada pria itu setelah selesai menyimpan nomornya.
__ADS_1
"Nih!" ucap Cahaya.
"Oke, gue tes dulu!" ucap Robi mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor yang diketikkan Cahaya tadi.
Ternyata memang benar Cahaya memasukkan nomornya karena ponsel milik gadis itu berdering saat Robi menghubunginya.
"Disimpan nomer gue!" ucap Robi.
Cahaya hanya manggut-manggut saja, wanita itu kembali memalingkan wajahnya menatap seorang perempuan yang tengah menyapu jalanan.
...•••...
Disisi lain, Topan masih di kampusnya dan baru hendak pulang ke rumah... namun, ia berhenti sejenak di samping mobilnya lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya.
Tampak Topan menghubungi nomor kontak yang bernama Cahaya, memang sudah cukup lama ia tak lagi berhubungan dengan gadis yang mempunyai hutang padanya itu.
"Kalo gak ditelpon, dia gak mau telpon duluan! Padahal dia yang punya utang sama gue, malah gue yang harus kejar-kejar dia begini!" ucap Topan pelan sambil menempelkan ponselnya di dekat telinganya.
Tak lama kemudian, telpon itu akhirnya menyambung ke nomor Cahaya dan wajahnya pun tampak sumringah tak sabar mendengar suara gadis yang ia kagumi itu.
📞"Halo, lu mau apa?" ucap Cahaya sebagai kalimat pembuka di telepon tersebut.
Bukannya kalimat manis yang ia dapatkan, justru Cahaya malah terdengar jutek padanya dan membuat pria itu juga sedikit kesal.
📞"Heh, emang lu lupa? Lu masih punya hutang sama gue sebesar 5 juta rupiah, jadi lu jangan pernah coba menghindar dari gue! Karena itu sia-sia aja Cahaya, gue bakal lacak keberadaan lu dan bikin hidup lu gak tenang!" ancam Topan.
📞"Siapa juga yang menghindar sih? Gue juga lagi cari cara buat bayar hutang itu, lu jangan telpon-telpon gue terus dong!" ujar Cahaya.
📞"Yaudah cepetan cari uangnya supaya gue gak perlu lagi telponin lu kayak gini! Gitu aja kok repot, kalo perlu jual tuh motor lu biar bisa bayar hutang ke gua!" ujar Topan.
📞"Bawel lu ah! Udah, gue lagi sibuk!" ucap Cahaya kesal lalu mematikan teleponnya.
Topan pun geram karena Cahaya langsung memutus telponnya begitu saja, padahal ia masih ingin berbicara lebih lama dengan gadis itu dan banyak lagi yang ingin ia ketahui dari Cahaya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...