Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 291. Dalam mimpi


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 290


...•...


...•...


Cahaya sedang menangis di kamarnya, entah mengapa ia merasa sikap Topan telah berubah dan tidak lagi menyayangi nya seperti dulu. Walau itu hanya sekedar dugaan semata.


Sangking sedihnya, Cahaya sampai belum sadar kalau ponselnya tertinggal di mobil Topan. Ia tak memikirkan itu karena terus saja sedih dengan sikap Topan yang menurutnya berubah.


"Hiks hiks... Topan tega banget sama gue! Dia kan harusnya gak gitu ke gue!" batinnya.


Disaat ia tengah asyik menangis, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar disertai panggilan seseorang.


TOK TOK TOK...


"Permisi non, ini bibik!" ucap bik Minah yang muncul sambil mengetuk pintu.


Cahaya pun menghapus air matanya, lalu beranjak dari ranjang dan menuju ke pintu.


Ceklek...


"Eh bibik, ada apa?" tanya Cahaya berusaha tegar.


"Non, non Aya kenapa? Non lagi nangis ya?" ujar bik Minah langsung cemas melihat wajah sembab Cahaya.


"Eee enggak kok, bik. Aku cuma capek aja, jadinya kayak nangis begini padahal enggak!" elak Cahaya.


"Yaudah, bibik percaya deh! Oh ya, itu di depan ada cowok yang nyariin non Aya. Dia mau ketemu sama non Aya katanya, non temuin dulu gih sana! Soalnya dia bilang ada urusan penting!" jelas bik Minah.


"Loh, siapa dia bik?" tanya Cahaya heran.


"Gak tahu deh non, bibik kurang tahu. Dia cuma bilang mau ketemu non Aya, pas bibik tanya dia jawabnya teman non Aya gitu!" jawab bik Minah.


"Ohh, iya bik nanti aku temuin dia. Tapi, sekarang aku mau ganti baju dulu! Bibik tolong bilang sama dia, tunggu sebentar gitu!" ucap Cahaya tersenyum.

__ADS_1


"Siap non!"


Bik Minah kembali ke depan menemui tamu yang datang, sedangkan Cahaya mengganti bajunya lebih dulu sebelum pergi ke depan.


"Kira-kira siapa ya yang datang...??"


Setelah berganti pakaian, Cahaya pun melangkah ke luar kamar untuk menuju ke depan menemui sosok pria yang dikatakan oleh bik Minah sedang menunggunya.


Saat sampai di depan, Cahaya sangat syok begitu melihat Robi lah yang sedang duduk di ruang tamu.


"Haish, jadi si Robi?"


Melihat itu, membuat Cahaya enggan menemui pria tersebut. Namun, ia tak memiliki pilihan lain karena sudah terlanjur berada disana dan Robi pun telah melihat keberadaan gadis itu.


"Cahaya, sini!" ucap Robi tersenyum ke arah gadis itu sembari mengarahkan tangannya.


Cahaya memutar bola mata, lalu mulai bergerak mendekat ke arah sofa menemui Robi dengan ekspresi tidak suka.


"Lu ngapain kesini?" tanya Cahaya ketus.


"Hahaha, jangan jutek gitu lah cantik! Nanti cantiknya berkurang loh kalo jutek terus!" ujar Robi.


"Bodo! Gausah basa-basi deh!" bentak Cahaya.


"Huft, yaudah kamu duduk dulu sini! Biar aku ceritain ke kamu alasan aku kesini, santai aja ya cantik!" ucap Robi tersenyum.


"Udah, buruan jelasin apa maksud lu datang kesini?!" ucap Cahaya.


"Iya iya, sabar dulu! Aku itu cuma pengen nengokin kamu cantik, karena aku tahu kondisi mental kamu belum pulih benar setelah mengalami pelecehan. Aku mau hibur kamu, bukan kayak Topan yang cuek gitu aja sama kamu!" ujar Robi.


"Apaan sih? Kata siapa Topan cuek sama gue? Dia itu perduli, cuma emang sekarang dia lagi ada urusan aja! Lagian dia tuh udah hibur gue, jauh sebelum lu datang lagi kesini!" ucap Cahaya.


"Ohh, kenapa sih kamu masih aja ngebela si Topan? Padahal udah jelas-jelas dia cowok gak bener, dia itu gak tulus sayang sama kamu! Buka dong mata kamu Cahaya, lihat aku disini!" ujar Robi.


Cahaya terdiam, entah mengapa perkataan Robi membuat ia jadi ragu dengan ketulusan Topan.


...•••...


Disisi lain, Topan sedang gelisah mencari-cari dimana Lyodra serta teman-temannya yang sampai saat ini belum berhasil ia temukan. Padahal pria itu ingin memberikan hukuman yang lebih pada mereka, akan tetapi tiga gadis itu malah menghilang.


Topan juga sudah menghubungi pihak keluarga dari Lyodra, Ziva maupun Mahalini. Namun, tetap saja tak ada jawaban dimana keberadaan mereka. Ya pihak keluarga mereka pun juga tidak tahu kemana perginya anak-anak mereka itu.


"Haduh, ini gue harus cari mereka kemana lagi, ya? Gue gak tenang rasanya kalo belum berhasil temuin mereka, gue cemas mereka bakal punya rencana jahat lagi buat Cahaya!" gumam Topan.

__ADS_1


Disaat ia sedang asyik menyetir, tiba-tiba saja terdengar suara telpon berbunyi.


"Hah? Hp siapa tuh?" ujarnya.


Topan mengecek ponselnya, tetapi tidak ada telpon yang masuk. Ia pun baru ingat kalau ponsel milik Cahaya tadi tertinggal di mobilnya.


"Oh iya, jangan-jangan hp nya Aya!" ujarnya.


Topan membuka dashboard mobilnya, lalu mengambil ponsel milik Cahaya.


Benar saja disana lah yang terdapat telpon.


Ia cukup terkejut lantaran nama Calissa terpampang di layar ponsel milik Cahaya itu.


"Calissa? Dia mau apa?" gumamnya bingung.


Topan pun mengangkat telepon itu, tanpa berbicara lebih dulu.


📞"Halo Cahaya! Apa kabar lu? Ini gue Calissa, lu masih ingat kan sama gue? Hahaha, ya jelas dong harus ingat! Secara gue kan orang yang tersakiti karena lu Cahaya, sekarang gue udah berbeda dan gak seperti Calissa yang dulu lagi!"


Topan hanya diam mendengarkan Calissa berbicara.


📞"Kenapa diam aja Cahaya? Lu pasti takut ya dengar suara gue ini? Ya jelaslah, karena sebentar lagi gue akan rebut semua yang paling berharga dari hidup lu Cahaya! Termasuk Topan!"


Mendengar itu, membuat Topan makin emosi dan mengepalkan tangannya.


📞"Heh! Dijaga ya mulut lu kalo bicara! Sampai kapanpun, lu gak akan bisa rebut gue dari Cahaya! Karena gue cuma buat Cahaya dan begitupun sebaliknya, mending lu tidur terus mimpi supaya bisa dapetin keinginan lu!" ujar Topan.


📞"Hah? To-Topan?"


📞"Iya, ini gue! Kenapa? Lu kaget ya? Udah lah Calissa, berhenti ganggu pacar gue atau gue sendiri yang akan kasih pelajaran buat lu!" ancam Topan.


📞"Aduh Topan, kamu tuh makin keren aja sih dari suaranya! Aku jadi gak sabar untuk bisa balikan sama kamu sayangku, tunggu ya sebentar lagi pasti kita akan kembali bersama!"


📞"Dasar gila! Itu semua gak akan terjadi, walau di dalam mimpi lu sekalipun!" ujar Topan.


Tuuutttt...


Topan langsung mematikan teleponnya karena kesal, ia sampai hendak membanting hp di tangannya tersebut. Akan tetapi, ia baru ingat kalau itu adalah hp milik Cahaya yang tertinggal.


"Oh iya, ini kan hp nya Cahaya. Kalau gue banting, yang ada dia tambah ngamuk!" ujar Topan.


Akhirnya Topan menaruh kembali hp itu di atas dashboard dan kembali melajukan mobilnya pergi dari sana.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2