Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 273. Aman


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 272


...•...


...•...


"Jangan, tolong jangan!" Cahaya memelas pada keempat pria yang berusaha mendekatinya itu agar tidak berbuat macam-macam padanya.


Namun, bukannya merasa kasihan dan berhenti melakukan perbuatan buruk pada Cahaya, mereka justru tertawa puas dan senang melihat raut ketakutan di wajah Cahaya. Ya keempat pria itu semakin tidak sabar ingin segera menikmati tubuh indah nan seksi milik Cahaya, apalagi saat ini semua itu terekspos sangat jelas di hadapan mereka.


Sementara Jesslyn yang turut ada disana, hanya diam mengamati kelakuan para bosnya. Sebenarnya ia tidak tega melihat Cahaya akan dieksekusi oleh keempat pria itu, karena ia juga sesama wanita yang tentunya memiliki perasaan yang sama. Namun, Jesslyn tak dapat berbuat banyak karena ia disana juga bekerja sebagai karyawan dari Ridwan.


Cahaya semakin ketakutan saat keempat pria itu telah mengerubunginya, ia berusaha menutupi bagian tubuhnya itu dengan kedua tangan agar tak dapat disentuh oleh mereka.


"Jangan sentuh gue!" teriak Cahaya.


Lagi-lagi mereka tak memperdulikan itu, Ridwan bergerak cepat menarik dua tangan Cahaya agar ia bisa melihat dengan jelas tubuh indah Cahaya. Tentu saja Broto serta yang lain juga ikut membantu Ridwan melakukan itu, mereka memegangi tubuh Cahaya sehingga gadis itu tak dapat berbuat apa-apa dan berhasil ditaklukkan dengan mudah.


"Hahaha, tenang aja cantik! Kamu cukup diam seperti ini dan biarkan kami yang beraksi menikmati tubuh indah kamu," ucap Broto.


"Iya, serahkan semuanya ke kita Cahaya!" sahut Ridwan tersenyum.


"Lepasin gue, tolong! Siapapun tolong gue!" ujar Cahaya berteriak cukup keras sambil terus berusaha berontak dari genggaman mereka.


Namun, Michael dengan cepat langsung menutup mulut Cahaya agar gadis itu tak dapat berteriak lagi.


"Mmppphhh..." hanya itu yang bisa terdengar dari mulut Cahaya, karena saat ini mulutnya dibekap oleh telapak tangan Michael.


Sraakkk...


Ridwan berhasil merobek baju yang dikenakan Cahaya, sehingga bagian dada gadis itu kini bisa terlihat jelas di matanya. Ia tersenyum puas dan langsung meremass nya penuh gairah.


Cahaya semakin berontak berusaha melepaskan diri saat buah dadanya diremass seperti itu, tapi apa daya tenaganya tak cukup kuat dibanding keempat lelaki perkasa itu.


"Mmppphhh.. mmppphhh..."


Mereka semakin menggila berusaha menikmati tubuh Cahaya dengan ganas dan penuh gairah.

__ADS_1


Remasan demi remasan terus mereka berikan pada Cahaya diiringi suara tawa kepuasan.


"Hahaha, nikmat!" ujar Broto.


Melihat itu membuat Jesslyn makin tak tega, ia pun beranjak pergi dari tempat tersebut meninggalkan para lelaki yang sedang diambang kenikmatan hebat.


"Cahaya, tubuh kamu memang luar biasa! Apalagi buah dada kamu ini, sungguh nikmat!" racau Joni.


"Benar! Dari sekian banyak cewek yang udah kita coba, mungkin ini yang paling nikmat! Gue sampai ketagihan pengen terus kenyot kenyot!" sahut Broto sambil terus meremass.


Cahaya yang semakin kesal, menggigit telapak tangan Michael dengan keras sehingga pria itu reflek melepaskan mulutnya.


"Awwhhh, sakit woi!" rintih Michael.


"Tolong! Siapapun tolong gue!" teriak Cahaya dengan suara keras sambil terus berontak.


Plaaakk...


Ridwan pun menampar wajah Cahaya dengan keras sampai memerah dan membuat Cahaya kesakitan, ia menatap tajam ke arah gadis itu.


"Heh! Beraninya lu ngelawan ke kita ya, udah gue bilang diem ya diem! Jangan ngebantah mulu kalo lu mau selamat dan foto-foto lu itu gak gue sebar di media sosial!" ujar Ridwan geram.


"Gue gak peduli! Sekarang gue mau kalian lepasin gue!" ujar Cahaya kesal.


"Hahaha, gak akan! Yakali kita mau lepasin berlian kayak lu? Lagian kita udah semakin dekat buat nikmatin tubuh lu!" ucap Ridwan.


Braakkk...


Tiba-tiba saja, pintu kamar itu terbuka dan tiga orang security serta satu pria lainnya melangkah masuk ke dalam kamar tersebut. Mereka melihat kejadian yang sangat tidak dibenarkan, dimana keempat lelaki tengah menjajaki tubuh Cahaya di atas ranjang.


"Berhenti, lepaskan perempuan itu!" teriak salah seorang security hotel.


Sontak Ridwan serta yang lainnya terkejut dan menoleh ke arah pintu, mereka syok melihat banyak sekali orang yang datang disana.


"Cahaya!" teriak seorang pria.


Cahaya pun mengenali suara itu, dengan mata berair ia menoleh ke asal suara dan melihat sosok Topan berdiri di dekat sana memandang ke arahnya dengan raut tak percaya.


"Topan?" ucap Cahaya pelan.


Bughh...


Cahaya langsung melayangkan tendangan keras ke arah area sensitif milik Ridwan yang sedang lengah, para satpam pun mulai bergerak menangkap Ridwan serta yang lainnya disana.


Sementara Topan menghampiri Cahaya ke atas ranjang dan memeluknya.

__ADS_1


"Cahaya, kamu gapapa kan?" tanya Topan sangat khawatir dan cemas pada kondisi pacarnya, ia memeluk Cahaya sangat erat.


Cahaya pun menangis sangat deras di dalam pelukan sang kekasih, ia menumpahkan cukup banyak air mata mengeluarkan segala kesedihan yang ia rasakan saat ini. Sebuah penyesalan terbesar dari seorang Cahaya karena telah berbohong pada Topan sang kekasih demi sebuah pemotretan bodong yang belum jelas kebenarannya.


"Maafin aku Topan! Aku emang bukan kekasih yang baik buat kamu, aku bodoh Topan!" ucap Cahaya.


"Ssshhh! Kamu jangan bilang gitu! Aku udah maafin kamu kok, aku juga gak pernah sekalipun marah atau benci sama kamu! Sayang, mulai sekarang kamu jangan pernah bohongin aku lagi ya!" ucap Topan.


"Iya pacar, aku janji!" ucap Cahaya terisak.


Mereka melepas pelukan dan saling bertatapan sejenak, Topan memegang wajah gadisnya dengan kedua tangan lalu menyeka air mata Cahaya.


Sementara Ridwan dan yang lainnya telah dibawa keluar oleh satpam disana, tentunya mereka akan diberi hukuman yang cukup berat karena sudah melakukan tindakan pelecehan seksual.


"Pacar, kamu kok bisa ada disini?" tanya Cahaya penasaran.


"Eee sebenarnya aku udah curiga sama sikap kamu sayang, makanya aku coba temuin Mawar tadi dan tanya ada apa. Dia awalnya gak mau cerita ke aku karena kamu larang, tapi akhirnya dia ceritakan semua ke aku tentang pemotretan ini. Aku langsung cemas, terus aku ikutin kamu berangkat kesini sayang!" jawab Topan menjelaskan.


"Makasih ya pacar! Aku gak tahu lagi deh kalo gak ada kamu nasib aku bakal gimana, aku benar-benar nyesel udah bohongin kamu!" ucap Cahaya.


Cahaya kembali memeluk Topan dengan erat dan membenamkan wajahnya di dada sang kekasih.


"Iya pacar, sama-sama. Ini udah jadi tugas aku buat lindungin kamu sebagai seorang kekasih, yang penting sekarang kamu udah selamat dan gak kenapa-napa sayangku!" ucap Topan.


"Eee ka-kamu bawa baju buat aku gak? Aku gak enak pake baju begini terus, apalagi di depan kamu. Soalnya baju awal aku tadi udah diambil sama mereka, aku gak punya baju yang lain deh pacar!" ucap Cahaya mendongak.


"Oh iya ya, pantas aja daritadi pas aku peluk kamu tuh ngerasa kayak ada yang kenyal-kenyal gitu. Tenang aja sayang, aku cariin baju yang bagus buat kamu kok!" ucap Topan.


"Makasih pacar!" ucap Cahaya.


Topan melepas pelukannya sembari memegang dua pundak sang kekasih dan menatapnya.


"Kamu tunggu disini ya!" ucap Topan.


Cahaya mengangguk menuruti perkataan Topan, ia berusaha menutupi tubuhnya yang terbuka itu dengan selimut disana.


Sementara Topan bangkit hendak pergi mencari pakaian untuk Cahaya.


Namun, tiba-tiba Jesslyn muncul dari ruang rias dan menghampiri mereka berdua disana sambil membawa satu setel pakaian yang agak tertutup untuk diberikan pada Cahaya.


"Gak perlu dicari, kamu pakai baju ini aja Cahaya!" ucap Jesslyn.


"Hah? Kamu??" Cahaya terkejut.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2