
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 18
...•...
...•...
Cahaya mencegat angkot yang lewat di jalan raya dekat komplek rumahnya, namun di dalam angkot tersebut sudah hampir penuh dan tampak sesak sehingga Cahaya memutuskan tidak jadi naik kesana. Ya tapi seperti supir angkot pada umumnya, beliau meminta Cahaya untuk tetap naik dan menyuruh penumpangnya yang lain bergeser.
"Ayo neng, naik! Masih muat kok itu satu!" ucap supir tersebut meminta Cahaya naik ke angkotnya.
Karena waktu juga terus berjalan dan tidak kelihatan angkot lainnya yang lewat sana, akhirnya Cahaya terpaksa naik ke angkot tersebut walau harus berdempetan dengan penumpang lainnya yang mayoritas adalah siswa-siswi SMA juga seperti dirinya. Walau ada juga ibu-ibu yang habis belanja di pasar dan bapak-bapak yang mungkin hendak kerja.
Ini adalah pertama kalinya bagi Cahaya naik angkot dan sempit sempitan seperti ini, memang sebelumnya Cahaya selalu ke sekolah menggunakan motor atau diantarkan oleh papanya. Ya namun untuk sekarang, tentunya tak mungkin sang papa akan mau diminta mengantar dirinya.
"Huft gini banget ya ternyata di angkot, sempit banget gak ada ruang buat gerak! Udah gitu panas lagi, untung mereka pada baru berangkat jadinya gak bau keringat... nanti pas pulang gak lagi deh gue naik angkot kayak gini, malesin banget!" gumam Cahaya.
Semua penumpang di angkot itu pada sibuk dengan urusan masing-masing, kecuali 4 orang siswa di hadapannya yang terus saja memandangi dirinya. Cahaya pun tampak risih lalu coba mengalihkan pandangannya ke layar ponselnya, beruntung juga Cahaya duduk di samping ibu-ibu bukannya pria. Akan tetapi, para siswa tersebut malah semakin menjadi-jadi dan bersiul ke arah Cahaya.
"Siut, siut... cantik amat sih!"
Ya ucapan itu diarahkan kepada Cahaya, gadis itu berusaha menghiraukannya dan bersikap acuh agar mereka bisa berhenti menggodanya. Namun, yang terjadi justru berbeda dengan keinginannya karena orang-orang itu terus merayu dirinya.
"Sombong banget sih, mentang-mentang cantik!"
"Heh, nengok dong biar kita bisa lihat kecantikan lu!"
"Gausah sok sibuk, padahal mah gak ada yang ngechat itu di hp nya!"
Cahaya yang emosi akhirnya menatap mata mereka berempat dengan mata melotot, namun bukannya takut mereka malah senang dan semakin tertarik menggoda Cahaya yang mau menoleh ke arah mereka.
"Nah gitu dong, kan makin kelihatan cantiknya!"
"Kamu anak SMA mana sih?"
"Nanti pulangnya bareng lagi ya!"
__ADS_1
"Cantik, senyum dong!"
Cahaya pun menghela nafasnya berusaha menahan emosi di dalam dirinya, ia tidak ingin membuat keributan disana karena takut mengganggu penumpang lainnya.
"Kalian tuh bisa diem gak sih? Ini di angkot loh banyak orang, gak malu apa bersikap kayak gitu?" ujar Cahaya berusaha menghentikan mereka.
"Hahaha, gak bisa! Lu terlalu cantik untuk didiemin sih jadinya kita bakal ngomong terus.." ucap salah seorang dari mereka yang terlihat dari nametag bahwa namanya adalah Samsul.
"Iya tuh, makanya jadi cewek jangan terlalu cantik! Terus itu ngomongnya gausah dijudesin gitu dong, gak cocok sama wajah kamu yang imut!" saut teman disebelahnya bernama Tono.
Cahaya malas meladeni mereka lagi, ia memilih diam mengusap wajahnya dan memandang ke arah lain. Namun, Samsul malah semakin kurang ajar dan hendak menggenggam tangan Cahaya. Beruntung gadis itu reflek menghindar sehingga Samsul gagal menggenggam tangannya.
"Heh, jangan kurang ajar ya!" ujar Cahaya emosi.
"Hahaha, makanya madep sini aja! Btw nama lu siapa sih?" ujar Samsul malah tertawa.
"Gausah kepo lu!" ucap Cahaya.
"Aduh cantik-cantik galak amat sih, jawab aja sayang!" ucap Samsul lalu kembali hendak menyentuh tangan Cahaya.
"Cukup!"
Tiba-tiba seorang pria yang duduk di pojok mendongakkan kepalanya menatap wajah Samsul, ia tampak geram pada orang-orang tersebut sehingga akhirnya angkat bicara.
"Kenapa lu?" tanya Samsul.
"Hahaha, gausah ngaku-ngaku deh lu!" ujar Samsul.
Cahaya yang mendengar itu sontak menoleh melihat pria di pojok tersebut, matanya membulat seketika saat mengetahui pria itu merupakan Topan.
"Siapa yang ngaku-ngaku? Emang bener kok, dia pacar gue dan kita udah janjian buat naik angkot bareng! Cuma karena penuh, kita gak bisa duduk sebelahan... ya kan sayang?" ucap Topan.
Awalnya Cahaya merasa malas meladeni perkataan Topan, tapi akhirnya ia mengiyakan saja ucapan itu agar bisa terbebas dari godaan siswa-siswa tadi.
"Iya bener, itu cowok gue! Mending kalian gausah macem-macem lagi sama gue atau dia bakal hajar kalian satu persatu!" ucap Cahaya.
Wajah Samsul langsung syok lalu menoleh ke arah teman-temannya, tampak mereka masih belum mempercayai perkataan Topan & Cahaya. Akhirnya Topan menyetop angkot itu dengan cepat supaya tidak semakin terjadi perdebatan.
"Stop, bang!" teriak Topan sambil menyentil atap angkot tersebut seperti orang-orang lainnya.
Setelah angkot itu berhenti, Topan langsung bangkit dari duduknya kemudian menghampiri Cahaya dan menarik tangan gadis tersebut begitu saja. Cahaya pun mau tidak mau terpaksa mengikuti perlakuan Topan, mereka turun dari angkot itu walau belum sampai ke lokasi tujuan bahkan Topan yang membayar ongkos angkot itu. Terlihat Samsul dan teman-temannya masih terus memandangi mereka dari dalam angkot yang sudah berjalan pergi.
Setelah angkot itu menjauh, Cahaya langsung menghentakkan tangannya lepas dari genggaman Topan dengan kasar. Senyumnya pun berubah menjadi wajah jutek seperti biasa.
__ADS_1
"Heh, lu kenapa sih?" tanya Topan.
"Lu yang kenapa? Pake acara ngaku-ngaku jadi pacar gue tadi terus pegang-pegang tangan gue, dasar cowok suka ambil kesempatan dalam kesempitan!" ujar Cahaya malah memarahi Topan.
"Yeh nih cewek ngeselin banget sih, udah gue tolongin bukannya terimakasih malah marah-marah kayak gitu ke gue! Ohh jangan-jangan lu demen ya digodain begitu sama cowok tadi? Huh dasar cewek pura-pura gak suka padahal pengen!" ujar Topan.
"Ih sembarangan aja lu kalo ngomong!"
Dugg...
Cahaya menginjak kaki Topan dengan keras sehingga laki-laki itu langsung kesakitan.
"Eh cewek aneh! Kenapa lu nginjek kaki gue? Kurang ajar banget lu, gue ini udah nolongin lu!" ujar Topan.
"Bodoamat! Suruh siapa lu nyebelin, lagian lu kenapa bisa ada di angkot itu juga sih?" ujar Cahaya.
"Yeh emangnya yang boleh naik angkot itu elu doang? Itu kan angkutan umum jadi semua orang boleh naik, bebas!" ujar Topan.
"Dih gak jelas banget sih lu!"
"Lah lu yang gak jelas, kocak!"
Akhirnya Cahaya terdiam membuang muka dan mencari cara untuk bisa menjauh dari pria itu, ia juga harus cepat-cepat sampai ke sekolah sebelum bel masuk berbunyi. Sementara Topan berusaha mendekati gadis itu lagi walau ia sangat kapok.
"Heh, lu bingung ya mau lanjut ke sekolah naik apa?" ujar Topan berbicara di dekat wajah Cahaya.
"Ish sana lu!" ujar Cahaya mendorong wajah Topan dengan kasar bahkan hampir membuat pria itu terjatuh.
"Ya ampun galak amat sih, gue baik loh mau tawarin lu buat bareng sama gue naik taksi! Gue tau lu miskin gak ada duit makanya bingung kan? Udah gausah sok jual mahal bareng aja sama gua!" ujar Topan.
"Dih ogah! Tadi lu bilang gua apa, miskin? Lu sendiri emangnya gimana kalo gak miskin?" ujar Cahaya.
"Yeh gue mah orang kaya, kekayaan gue dimana-mana berlipat ganda! Gak kayak lu, udah miskin idup lagi..." ujar Topan.
"Halah ngehalu aja jadi orang! Kalo kaya mana mungkin naik angkot!" cibir Cahaya.
"Gue itu naik angkot karena terpaksa, tadi ban mobil gue pecah di tengah jalan! Terus yang ada cuma angkot tadi tuh, karena gue takut ketinggalan kelas yaudah gue naik angkot itu aja..." ucap Topan.
"Yaudah sama, gue juga terpaksa naik angkot!" ucap Cahaya.
"Hahaha, alasan aja lu cewek miskin!" ujar Topan.
Cahaya pun menatap pria itu dengan penuh emosi, sontak Topan langsung merasa takut namun berusaha menutupinya dengan tertawa.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...