Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 289. Urusan apa?


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 288


...•...


...•...


"Cahaya...!!"


Suara teriakan keras muncul dari arah gerbang utama sekolah, sontak Cahaya serta yang lainnya pun menoleh kesana.


"Topan?"


Ya suara itu adalah milik Topan yang sudah muncul disana, Topan pun langsung menghampiri Cahaya dan melepas paksa lengan gadis itu dari cengkraman Robi disana.


Topan menatap tajam ke arah Robi, ia sangat emosi melihat Robi masih berani datang kesana bahkan sampai memegang lengan Cahaya dengan kasar, ia pun berniat menghajar Robi walau disana juga ada Cahaya kekasihnya.


"Heh! Berani banget lu sentuh cewek gue, mau cari gara-gara lu sama gue ha?!" bentak Topan.


"Hahaha, pahlawan kesiangan datang! Lu mending tidur deh sana, jangan ikut campur urusan gue dan Cahaya kali ini! Lu itu gak bisa jagain dia, biar gue aja yang gantiin posisi lu!" ucap Robi tegas.


"Maksud lu apa?" tanya Topan tak mengerti.


"Gue udah tahu Topan, Cahaya pernah kena pelecehan kan? Itu gara-gara kelalaian lu, masa lu sebagai pacar gak bisa lindungin dia?" ujar Robi.


Topan terdiam, ia mengingat kembali momen saat gadisnya dilecehkan oleh pria-pria mesum itu.


"Enggak! Itu bukan salah Topan, lu berhenti deh berasumsi gak jelas kayak gitu! Ini semua murni salah gue yang terlalu percaya sama orang, jadi lu jangan nyalahin Topan karena kesalahan yang gue lakuin!" ucap Cahaya membela pacarnya.


"Aduh, lu ngapain sih masih aja ngebela cowok lu ini? Dia itu gak bisa apa-apa Aya, jagain lu aja gak becus! Mending lu tinggalin dia dan beralih ke gue, gue ini lebih baik dari dia, Aya!" ucap Robi.


Bughh...


Topan yang sudah tak tahan lagi, memukul wajah Robi hingga pria itu tersungkur ke bawah.


"Aaaa!" teriak Cahaya serta teman-temannya.


"Pacar, kamu kenapa pukul Robi?" tanya Cahaya.


"Maaf sayang! Abisnya aku kesel banget sama dia, aku gak bisa tahan lagi! Dia emang harus digituin sayang, aku emosi!" ujar Topan.

__ADS_1


"Iya aku tahu, tapi gak seharusnya kamu pake kekerasan dong! Itu bukan menyelesaikan masalah namanya, tapi memperkeruh keadaan! Kamu harus bisa gunakan akal sehat dong!" ucap Cahaya.


"Dia gak bisa begitu, Aya! Dia ini tempramen, gampang emosian! Yang kayak gini mana bisa sih jadi kekasih idaman?" ucap Robi.


"Kurang ajar lu!" ujar Topan makin emosi.


Namun, kali ini Cahaya menahan tangan Topan agar tidak terjadi kejadian berikutnya yang lebih bahaya.


"Pacar, jangan!" tahan Cahaya.


"Aduh pacar, kamu kenapa sih tahan aku? Aku ini pengen kasih pelajaran ke dia, aku pengen tahu seberapa hebat dia?! Kamu lepasin tangan aku, biar aku bisa hajar dia Aya!" ucap Topan.


"Pacar, kalo kamu begini terus, aku pergi nih dari sini!" ancam Cahaya.


Topan pun terdiam mendengar kata-kata Cahaya, ia tentu tak mau gadisnya pergi hanya karena ia mengikuti egonya.


"Eee iya iya, aku gak gitu kok!" ucap Topan.


"Yaudah, ayo kita pulang aja!" ucap Cahaya.


"Oke!"


Topan akhirnya menurut dengan gadisnya dan pergi dari sana, walau sebenarnya ia masih sangat kesal pada Robi yang terus coba memengaruhi Cahaya untuk memutuskan hubungan dengannya.


Mereka berdua pun pergi dari sana meninggalkan Robi yang masih tersungkur, tentunya Mawar serta Melani juga ikut pergi karena memang mereka tadinya hendak pulang bersama Cahaya.


"Sialan tuh Topan! Berani banget dia mukul gue kayak gini, awas aja gue pastiin Cahaya bakal jadi pacar gue!" ucap Robi geram.


Robi memilih berjalan pergi dari sana, karena sudah tak ada yang bisa ia lakukan lagi selain pulang.




Sementara itu, Cahaya dan Topan berhenti tepat di samping mobil pria itu sebelum mereka pulang. Ya Cahaya ingin berbincang sejenak dengan sang kekasih mengenai emosinya, Cahaya memang tak suka dengan pria yang tempramen seperti itu.


Sementara Mawar dan Melani pamit lebih dulu pada Cahaya serta Topan, mereka tak ingin mengganggu sepasang kekasih yang sedang berbincang itu. Apalagi perbincangan mereka terlihat serius, dan tentunya mereka ingin membiarkan Cahaya dan Topan menyelesaikan masalahnya.


"Aya, kita berdua pamit ya?" ucap Mawar.


"Hooh, udah waktunya kita buat pulang!" sahut Melani tersenyum.


"Iya, sampe ketemu besok!" ucap Cahaya.


Setelah Mawar dan Melani pergi, Cahaya kembali menatap wajah kekasihnya sembari menghela nafas sebelum mulai berbicara.


"Pacar, kamu mau bicara apa lagi sama aku?" tanya Topan penasaran.

__ADS_1


"Aku cuma mau bicara sebentar kok, ini menyangkut emosi kamu. Aku pengen kamu bisa tahan emosi itu pacar, aku gak suka sama cowok yang emosian! Nanti kalau kamu ngelukain aku gimana?" jelas Cahaya dengan wajah ketakutan.


Topan tersenyum sembari memegang dua pundak gadis itu, ia menarik tubuh Cahaya ke dekatnya dan menatapnya dari jarak dekat.


"Sayang, kamu gak perlu takut soal itu! Aku gak akan lukain wanita yang aku cintai, aku ini juga bisa tahan emosi kok sayang! Sekarang kamu bisa tenang, dan jangan panik gitu ya!" ucap Topan.


"Ish, tapi kamu—"


"Ssshhh! Udah sayang, yuk aku antar kamu pulang! Abis itu aku mau minta izin ke kamu, ada urusan yang harus aku urus!" potong Topan.


"Hah? Urusan apa?" tanya Cahaya penasaran.


"Ada deh, kamu gak boleh tau! Yuk masuk ke mobil aku!" ucap Topan tersenyum.


"Haish, kamu mah main rahasia-rahasiaan sama aku!" ujar Cahaya kesal.


"Ahaha, nanti aku kasih tau kok!" ucap Topan.


Topan pun membawa gadisnya masuk ke dalam mobil dan memasangkan sabuk pengaman pada tubuh sang kekasih.


"Diem disini ya!" tegas Topan.


Cahaya mengangguk pelan, Topan menutup pintu mobilnya lalu melangkah memutari mobil dan masuk melalui pintu yang lainnya. Kini keduanya sudah berada di dalam mobil.


"Pacar, kamu cantik banget sih! Makin bertambah umur, makin bertambah juga kecantikan kamu!" ucap Topan seraya mengelus wajah gadisnya.


"Eee kamu juga, kamu lebih tampan dari Topan beberapa waktu lalu!" ucap Cahaya tersenyum.


"Hahaha, kita langsung jalan sekarang ya?" ucap Topan.


Cahaya mengangguk, Topan langsung menancap gas melajukan mobilnya menuju rumah Cahaya dengan kecepatan sedang.


"Pacar, sebenarnya kamu ada urusan apa sih?" tanya Cahaya masih penasaran.


"Cie kepo nih ye! Udah kamu gausah kepo gitu, aku ada urusan sebentar doang kok. Kalau udah selesai nanti, pasti aku langsung jemput kamu lagi di rumah dan bawa kamu ke villa!" ucap Topan.


"Dih, ngapain ke villa?" Cahaya heran.


"Ya main lah sayang, kamu kan sekarang udah kelas dua belas. Jadi, udah gapapa kalo kita begituan sekarang!" ujar Topan nyengir.


"Ish, gak mau!" ujar Cahaya mencubit pinggang Topan.


Topan tertawa kecil, kini bukan sakit yang ia rasakan karena cubitan dari sang kekasih itu membuatnya merasa bahagia.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2