Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 27. Menemukan jodoh


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 26


...•...


...•...


Topan akhirnya sampai di rumah dengan selamat, setelah saat di jalan tadi selalu saja kepikiran dengan kesalahannya yang telah menjadikan Bella sebagai bahan taruhannya dengan Bram. Saat masuk ke rumah pun, Topan masih saja kepikiran akan hal itu karena baginya tindakannya itu tidak benar.


Ceklek...


Begitu pintu terbuka, Topan langsung berhadapan dengan bibinya yang sudah menanti kepulangannya. Wanita bernama Leni itu tersenyum kemudian mendekati Topan, pria tersebut entah mengapa tiba-tiba saja memeluk Leni sambil menangis.


"Aduh, aden kenapa? Ada masalah??" tanya Leni penasaran sambil terus mengusap punggung Topan.


"Iya bi, aku abis ngelakuin kesalahan!" jawab Topan melepas pelukannya lalu menyeka air mata di wajahnya.


Leni tampak sangat prihatin pada anak majikannya itu, bagaimanapun ia dan Topan memang sudah bersama cukup lama sejak pria itu masih bayi. Itulah sebabnya Topan sudah menganggap Leni seperti ibu kandungnya sendiri, karena sang ibu juga selalu sibuk dengan urusan kerjanya sebagai model.


"Yaudah, duduk dulu den biar bibi bikinin minuman buat aden! Nanti den Topan bisa lanjut cerita ke bibi, siapa tau dengan begitu aden bisa lebih tenang!" ucap Leni mengajak Topan duduk di sofa.


Topan hanya mengangguk pelan lalu mengikuti bibinya menuju sofa ruang tamu, pria itu duduk menunggu disana. Sementara bibinya pergi ke dapur membuatkan minum untuk Topan, Leni tentu ikut merasa kasihan pada anak majikannya itu.

__ADS_1


Topan memijat pangkal hidungnya kasar, ia mencoba melupakan tentang Bella tapi selalu gagal karena di dalam hatinya selalu terlintas rasa bersalah telah menjadikan Bella bahan taruhan. Topan memang tidak mencintai Bella, tapi menjadikan seorang wanita sebagai taruhan itu perbuatan yang tidak benar. Apalagi Topan harus menderita kekalahan dari Bram sehingga ia akan melihat Bella berpacaran dengan Bram nantinya.


Tak lama kemudian, Leni kembali dari dapur membawa minuman untuk Topan. Ia meletakkan gelas berisi es jeruk di atas meja lalu duduk di bawah bersimpuh dekat Topan, tentu saja pria itu merasa tidak enak dan meminta bibinya duduk di atas bersamanya karena bagaimanapun Topan sudah menganggap Leni seperti ibunya sendiri.


"Bi, duduknya disini aja sama aku! Kalau di bawah kesannya aku kayak gak sopan sama bibi, udah bibi duduk di atas aja ya!" ucap Topan memegang tubuh bibinya berusaha meminta Leni duduk di sofa.


"Iya deh, den!" ucap Leni bangkit lalu duduk di samping Topan dengan kedua tangan ia letakkan di atas pahanya dan mata memandang ke arah Topan.


"Sekarang aden bisa cerita sama bibi, ada masalah apa den sampai nangis begitu tadi?" sambung Leni bertanya pada Topan mengenai masalah yang dikatakan oleh pria itu sebelumnya.


Topan terdiam memalingkan wajahnya sejenak, ia menelan saliva dengan kasar sembari menghela nafas sebelum akhirnya kembali menatap wajah bibinya untuk mulai bercerita.


"Begini, bi! Aku tadi habis kalah balap mobil, bukan cuma kalah balap aja tapi juga kalah taruhan! Nah yang jadi masalahnya itu, aku bawa-bawa Bella mantan aku sebagai bahan taruhan. Sekarang aku baru sadar kalau itu gak benar dan aku nyesel banget bi, aku ngerasa bersalah sama Bella!" ucap Topan.


"Oalah karena itu, emangnya aden taruhin apa tentang si Bella sama lawan aden?" tanya Leni.


Mendengar itu membuat Leni reflek menutup mulutnya karena syok, ia kini sadar kalau putra majikannya itu masih cinta dengan sang mantan sehingga tak rela kalau mantannya berdekatan dengan lelaki lain dan Topan harus menjauhinya.




Setelah merasa lebih tenang, Topan kini masuk ke kamarnya lalu merebahkan tubuh di atas ranjang yang empuk sambil membuka ponselnya yang ia simpan di saku celananya. Topan membuka sosial media miliknya untuk sekedar mengisi kegabutan, ia iseng-iseng melihat sosmed Bella karena terdapat notifikasi kalau Bella meng-upload foto baru.


"Waw, Bella makin seksi aja sejak putus sama gue! Untung sebelumnya gue udah berhasil lihat tubuh dia yang gak pake baju, ya walau cuma dari belakang dan sekilas...." batin Topan senyum-senyum sendiri mengusap layar ponselnya dan tanpa sengaja menekan tombol love menyukai postingan Bella.


Topan yang tak menyadari itu merasa tenang-tenang saja dan kembali menggulirkan layarnya melihat postingan teman-temannya, ia semakin dibuat penasaran dengan aplikasi penjemput jodoh karena banyak temannya yang memosting tentang itu dan diantaranya ada yang sudah bertemu dengan jodohnya dari aplikasi tersebut.


Topan merasa tergiur melihat kecantikan wanita yang ada di foto temannya, tentu saja ia tak menyangka kalau temannya itu bisa mendapat wanita secantik yang difoto. Akhirnya karena sangat penasaran, Topan pun berniat mendownload aplikasi tersebut dan berharap bisa bertemu cewek cantik seperti yang didapatkan temannya itu.

__ADS_1


"Mantap juga si Tomi, bisa dapet cewek secantik ini! Kalau dia yang pas-pasan aja bisa nemuin cewek model kayak gini, apalagi gue yang ganteng ya? Ah gue jadi pengen nyoba main aplikasi ini, download aja kali ya buat iseng-iseng?" batin Topan nyengir.


Ya seperti yang sudah ditebak, Topan pun mendownload aplikasi tersebut dari handphonenya dan langsung membukanya begitu aplikasinya selesai didownload. Terlihat Topan tampak kebingungan mengisi username yang diminta aplikasi itu, ia sampai menggaruk-garuk kepalanya sembari mendongak ke atas mencari ide.


"Duh nama apa ya yang menarik? Biar para cewek-cewek juga pada tertarik sama nama gue, kalau gue isi Topan nanti terlalu mainstream! Apa ya enaknya??" gumam Topan.


Setelah sekitar 15 menit berpikir, akhirnya Topan menemukan ide yang pas untuk mengisi username aplikasi tersebut. Ya dengan cepat ia mengetik nama disana sebelum diambil orang, wajahnya tampak sumringah setelah mengisi itu.


"Hahaha, cocok nih namanya... tinggal klik mulai!"


Tanpa berlama-lama lagi, Topan langsung memencet tombol mulai untuk mencari calon jodohnya melalui aplikasi tersebut. Cukup lama ia harus menunggu sampai akhirnya jodohnya ditemukan, ia terlihat girang dan langsung melihat layar ponselnya.


"Senja? Waw pasti orangnya puitis nih..."


Topan amat sangat senang berhasil menemukan jodohnya, ia mencoba memulai percakapan melalui sms tapi bingung harus memberi pesan apa sebagai pembuka kali ini.


"Duh kirim sms apa ya ke dia?"


Topan memikirkan itu sejenak, ia tidak mau mengirim pesan yang biasa-biasa saja pada jodohnya karena takut dianggap tidak seru.


"Nah ketemu!"


💌Hai, halo!


Ya itulah pesan yang dikirimkan Topan ke jodohnya, sangat simpel sekali tak seperti yang dibayangkan oleh author sebelumnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2