
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 255
...•...
...•...
Cahaya, Topan serta kedua orang tua pria tersebut masih menikmati makanan lezat yang sudah siap di meja itu untuk mereka santap. Terlihat mereka saling berbincang mengenai keseharian Cahaya atau hal lainnya yang ingin diketahui oleh Sergie maupun Eun-Kyung mengenai Cahaya, ya tentu agar mereka bisa lebih mengenal Cahaya alias pacar Topan itu.
Namun, Cahaya masih saja gugup dan belum bisa tenang seperti biasanya. Entah mengapa Cahaya terus bersikap seperti itu, padahal ia sudah tahu kalau Sergie papa Topan menerima dirinya dan bahkan memuji kecantikan ia di hadapan Topan serta Eun-Kyung tadi, sepertinya Cahaya memang sulit untuk menghilangkan kegugupan itu.
"Eee Cahaya, papa penasaran deh. Kamu umur berapa sih emang? Kok papa lihat-lihat kamu kayak masih muda banget gitu, takutnya papa salah kira makanya papa nanya?!" tanya Sergie.
"Iya pah, aku kebetulan emang masih sekolah SMA. Tahun ini aku naik ke kelas tiga, pah. Abis itu baru deh tahun depan aku bisa lulus!" jawab Cahaya.
"Hah? Serius kamu?" tanya Sergie terkejut.
"Iya pah, benar itu loh yang dibilang Cahaya! Dia kan emang masih kelas dua SMA sekarang, makanya waktu itu mama juga kaget kalau Topan sukanya sama gadis SMA kayak Cahaya! Padahal dulu anak kita ini kan seringnya pacaran sama yang seumuran, baru kali ini dia mau sama yang lebih muda dari dua malah agak jauh lagi!" ucap Eun-Kyung.
"Iya dong mah, pah. Soalnya Topan kepincut sama Cahaya sejak pertama kali Topan ketemu Cahaya, apalagi setelah tahu kalau Cahaya sekolah di sekolah milik papa, beuh langsung aja deh aku deketin nih cewek cantik!" ucap Topan tersenyum.
"Oh ya? Jadi, kamu sekolah di sekolah papa sayang?" tanya Sergie pada Cahaya.
"I-i-iya pah," jawab Cahaya gugup.
"Wah keren! Eh tapi, kamu jangan gugup terus kayak gitu dong! Santai aja rileks, anggap kayak lagi di rumah sendiri gitu! Bukannya kamu udah pernah main kesini sebelumnya?" ucap Sergie.
"Iya pah, aku gak gugup kok!" ucap Cahaya.
__ADS_1
"Nah, kalau senyum kan enak! Ini jus jadi kerasa pahit deh, karena manisnya pindah ke senyum kamu!" ucap Sergie.
"Aduh, papa bisa aja! Ternyata Topan itu suka gombal karena turunan dari papanya, ya?" ucap Cahaya tersenyum renyah sembari menatap wajah sang kekasih dan juga Sergie secara bergantian.
"Hahaha, kamu benar sayang! Papanya Topan ini memang senang sekali menggombal, mama aja sampe kenyang sama gombalan dia!" ujar Eun-Kyung tertawa kecil.
"Tapi, mama suka kan? Buktinya aja mama selalu senyum-senyum tiap papa gombalin," ujar Sergie.
"Ya gitu deh," ucap Eun-Kyung malu-malu.
"Duh, mama sama papa ini romantis banget ya! Aku jadi pengen deh nanti kalau aku udah nikah bisa seromantis mama dan papa," ucap Cahaya.
"Pasti bisa dong sayang! Aku siap kok bikin kamu bahagia terus selamanya, makanya kamu nikahnya sama aku aja jangan sama yang lain! Aku jamin deh kamu gak akan nyesel, karena tiap malam pasti aku bisa berikan kepuasan buat kamu!" ucap Topan tersenyum mesum melirik wajah gadisnya.
"Hah? Ish, aku mau romantis bukan begituan!" ujar Cahaya kesal dengan kata-kata Topan.
"Ya kan itu juga namanya adegan romantis, sayang. Kalau kita ngelakuin itu setiap hari, kita bisa langgeng dan bahagia terus loh sayang!" ucap Topan tanpa rasa ragu sedikitpun.
"Topan! Kamu itu yang dibahas begituan mulu! Kasihan Cahaya masih belum cukup umur, dia kan masih sekolah!" tegur Eun-Kyung emosi.
Topan hanya nyengir sambil garuk-garuk kepala yang tak gatal dan kembali menyantap makanannya, sesekali ia juga melirik Cahaya lalu tersenyum membuat gadis itu merasa gugup.
•
•
Singkat cerita, mereka sudah selesai menyantap makan malam bersama di rumah itu. Topan serta kedua orangtuanya pun mengantar Cahaya ke luar karena gadis itu harus pulang, ya kebetulan saat ini sudah terlalu malam dan Cahaya khawatir papanya akan marah jika ia pulang terlalu larut, maka dari itu Cahaya pun pamit pada mereka untuk pulang.
Mereka saat ini sudah berada di depan rumah menemani Cahaya yang akan pulang, Sergie serta Eun-Kyung pun meminta Topan mengantarkan gadis cantik itu pulang ke rumahnya. Tentu saja Topan selaku kekasih dari Cahaya itu memang bersedia sekali untuk mengantar Cahaya, karena tak mungkin Topan tega membiarkan gadis itu pergi sendirian.
"Pacar, aku antar kamu pulang ya!" ucap Topan sembari mengusap wajah gadisnya.
"Ya harus dong Topan! Kamu harus antar Cahaya sampai ke depan rumahnya, kan tadi kamu juga yang bawa Cahaya kesini!" ucap Eun-Kyung.
"Iya itu Topan, awas ya jangan sampai calon menantu papa ini kenapa-napa!" ucap Sergie.
__ADS_1
"Aduh, papa paling bisa dah emang! Tenang aja pah, Cahaya pasti aman kok kalau sama Topan mah! Lagian Topan juga gak mau Cahaya kenapa-napa, dia kan calon istri aku!" ucap Topan tersenyum.
"Yaudah, buruan gih kamu antar tuh Cahaya pulang! Kasihan ini sudah malam, nanti Cahaya dimarahin papanya kan kamu juga yang harus tanggung jawab Topan! Nah Cahaya, ini kamu bawa ya buat papa kamu nanti!" ucap Eun-Kyung menyerahkan kantung plastik putih ke arah Cahaya.
"Eee ini apa ya, mah?" tanya Cahaya bingung.
"Itu makanan buat papa kamu, itung-itung salam kenal gitu dari mama! Kalau kamu mau makan, ya juga gapapa kok sayang!" jawab Eun-Kyung.
"Ohh, makasih ya mah! Nanti aku sampein deh ke papa, pasti papa seneng!" ucap Cahaya tersenyum.
"Ya semoga aja! Nanti kalau gak ada halangan juga, mama sama papa ini mau ke rumah kamu sayang! Gantian lah kita yang kesana, sekalian kenalan sama papa kamu! Ya supaya mempererat tali silaturahmi, kan kalian juga mau nikah!" ucap Eun-Kyung.
"Benar mah! Kita secepatnya harus urus pernikahan Topan dan Cahaya, sebelum Cahaya sadar dan gak mau sama kamu Topan!" sahut Sergie terkekeh.
"Ya ampun, papa kok begitu sih? Emang papa pikir Cahaya pacaran sama aku tuh karena dia gak sadar? Begini amat ya punya orang tua, sukanya jelekin anak sendiri!" ucap Topan.
Hal itu mengundang gelak tawa Cahaya, karena ekspresi Topan saat ini memang cukup lucu.
"Hey, kamu kok malah ikut ketawa?" tegur Topan.
"Eee aku gak ketawa kok, aku cuma senyum. Emang salah ya kalau aku senyum disini?" ucap Cahaya.
"Haish, yaudah kita langsung pergi aja yuk! Lama-lama disini nanti papa mama malah makin menjadi-jadi, aku gak mau kamu malah ikut terpengaruh sama papa mama!" ucap Topan.
"Hahaha, iya sana kamu antar Cahaya pulang!" ujar Sergie sambil tertawa.
"Eee kalo gitu pah, mah. Aku mau pamit pulang dulu, ya?" ucap Cahaya mencium tangan Sergie serta Eun-Kyung bergantian.
"Iya sayang, hati-hati ya!" ucap Eun-Kyung.
Setelahnya, Topan dan Cahaya pun pergi menuju mobil Topan yang sudah tersedia di depan sana.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1