Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 71. Menggalau


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 70


...•...


...•...


"Gausah ngaco deh!" ujar Cahaya tak percaya.


"Gue gak ngaco kok, buktinya pesan yang lu kirim buat Badai tadi masuknya ke ponsel gue! Apa itu masih kurang buat buktiin kalau gue ini Badai?" ucap Topan tersenyum lebar.


Cahaya terdiam masih mencoba mencerna semuanya karena ini cukup mengejutkan baginya, lelaki yang selama ini berhasil membuatnya kesemsem ternyata adalah lelaki yang juga selalu membuatnya kesal dan menanggung malu.


"Apa benar Topan itu Badai dan Badai itu Topan? Kok rasanya gue gak percaya ya...??" batin Cahaya.


Topan menyadari kalau Cahaya belum bisa percaya dengan perkataannya, ya ia pun begitu juga tadi karena memang semuanya sulit untuk dicerna dan tak mungkin terjadi. Senja dan Cahaya seperti dua gadis berbeda dengan sikap mereka yang lain, begitupun dengan Badai dan Topan yang sangat amat berbeda tak bisa disangka mereka adalah satu orang yang selama ini ada di dekatnya.


Akhirnya Topan meraih tangan Cahaya kemudian mengajak gadis itu duduk disana agar mereka bisa bicara lebih tenang, ya Topan akan menjelaskan kalau dirinya memang benar Badai yang selama ini bermain aplikasi penjemput jodoh dan tak sengaja malah bertemu Senja alias Cahaya.


"Cahaya, gue juga awalnya tadi gak nyangka loh kalau Senja yang mau gue temuin hari ini adalah lu! Gue baru tahu semuanya pas lu pergi ke toilet dan gue coba kirim pesan ke Senja, eh pesan itu malah masuk ke hp lu!" ucap Topan.


Cahaya masih diam mendengarkan ucapan Topan, ia mencoba memahami dan menerima kebenarannya bahwa Badai memang Topan yang menyamar di aplikasi tersebut.


"Kalau emang udah ditakdirkan berjodoh apa aja pasti bakal terjadi, bahkan sampai gue main aplikasi itu terus pake nama Badai aja malah ketemu lu juga! Berarti kita emang udah jodoh sayang, harusnya lu bangga bisa berjodoh sama cowok tampan kayak gue!" ucap Topan sambil sedikit tertawa.


"Hah? Dih ogah banget gue jodoh sama lu, kalo tau Badai itu lu ya gue gak bakal mau diajak ketemuan sama dia!" ujar Cahaya sembari membuang muka.


"Udah deh gausah kayak gitu, gue tahu banget lu terpesona kan sama ketikan Badai! Itu artinya lu mulai jatuh cinta sama gue alias Badai, terima aja kenyataan kalau kita tuh berjodoh dan emang kita ditakdirkan bersama!" ucap Topan tersenyum.

__ADS_1


"Diem deh! Nyesel banget gue main aplikasi itu kalo tahu gini jadinya, sekarang gue mau pulang!" ujar Cahaya langsung berdiri dari duduknya.


Dengan cepat Topan mencengkeram tangan Cahaya dan mencegahnya pergi dari sana, ia tidak mau jodohnya yang sudah di depan mata itu pergi begitu saja padahal baru kali ini ia menemukan wanita seperti Senja atau nama aslinya Cahaya.


"Tunggu, Senja! Kamu mau kemana sih, sayang?" ucap Topan tersenyum menggoda.


"Apaan sih, lepasin gue!" bentak Cahaya sembari berusaha melepaskan diri tapi gagal.


"Gue gak bakal lepasin lu, kecuali lu mau duduk lagi dan kita ngobrol kayak tadi! Denger ya Senja atau Cahaya, gue tuh mau lu jadi diri sendiri kayak si Senja yang tulus dan baik!" ujar Topan.


"Heh, justru Senja itu bukan diri gue yang sebenarnya! Dia tuh sisi yang seharusnya udah gak ada di tubuh gue, karena Senja cuma gambaran Cahaya ketika dibully dulu!" ucap Cahaya.


Topan terkejut mendengarnya, ia tahu betul bagaimana kelamnya masa lalu Cahaya ketika menjadi bahan bully-an senior di sekolahnya dulu.


"Sekarang lepasin tangan gue, biarin gue pergi!" ujar Cahaya bersuara lebih lembut.


Akhirnya Topan melepaskan tangan Cahaya membiarkan gadis itu pergi dari sana tanpa menahannya lagi, ia tidak mau dan tidak bisa memaksa Cahaya untuk tetap disana jika memang Cahaya tak menginginkan itu.


Ya Cahaya pun pergi dengan membawa tas serta handphonenya, sedangkan Topan masih berdiri disana memandangi punggung Cahaya yang lama-kelamaan mulai menghilang dari pandangannya.


"Apa ini akhir dari hubungan Badai dan Senja? Gue gak bisa bayangin kalau itu semua terjadi, jujur gue baru kali ini ketemu cewek seperti Senja!" batin Topan dengan mata berkaca-kaca.


Cahaya telah berada di parkiran, ia masih tak percaya dengan apa yang didapatkannya tadi kalau ternyata Badai si cowok pengertian dan penyayang yang ia temukan di aplikasi adalah Topan alias cowok nyebelin dan pemaksa itu.


"Padahal gue udah seneng banget mau ketemu Badai, tapi ternyata Badai itu malah Topan! Gue bener-bener nyesel udah terima ajakan dia buat ketemuan sebelumnya..." ujar Cahaya.


Cahaya pun naik ke motornya memakai helm di kepala sembari menatap sekilas pada sosok pria yang tengah berdiri memandanginya di depan sana, ya itu adalah Topan alias Badai yang masih terus menatap Cahaya dari jauh.


Namun, gadis itu tak mau memperdulikan tatapan Topan dan memilih tetap pergi dari sana dengan motornya menjauh dari pria tersebut yang sudah banyak membuatnya menderita.


Singkat cerita, Cahaya yang masih bersedih kini mampir ke sebuah tempat untuk menenangkan diri sekaligus menikmati es kelapa kesukaannya. Ia terus melamun memikirkan kejadian yang diluar dugaan itu, bahkan sampai semua pelanggan disana memperhatikan dirinya.


"Aduh Aya, kenapa lu harus sedih banget kayak gini sih? Emang apa yang lu harapan dari Badai sebelumnya? Baik Badai atau Topan, dua-duanya sama aja gak ada yang bener kok!" gumam Cahaya.


Tiba-tiba seorang pengamen dengan gitar di tangannya memasuki tempat tersebut dan mulai bernyanyi di hadapan Cahaya, entah kebetulan atau sengaja pengamen itu malah menyanyikan lagu galau yang tepat sekali dengan keadaan Cahaya.

__ADS_1


...Melihatmu bahagia, satu hal yang terindah...


...Anugrah cinta yang pernah ku punya...


...Kau buatku percaya ketulusan cinta...


...Seakan kisah sempurna 'kan tiba...


...Masih jelas teringat pelukanmu yang hangat...


...Seakan semua tak mungkin menghilang...


...Kini hanya kenangan yang telah kau tinggalkan...


...Tak tersisa lagi waktu bersama...


...Mengapa masih ada...


...Sisa rasa di dada...


...Di saat kau pergi begitu saja?...


...Mampukah ku bertahan...


...Tanpa hadirmu, sayang?...


...Tuhan, sampaikan rindu untuknya...


Mendengarnya malah membuat Cahaya emosi karena saat ini ia sedang sangat sensitif, jika ada yang gak disukainya pasti akan langsung ia tegur atau bahkan marahi dengan sesuka hati.


Braakkk...


"Bisa gak sih, jangan ganggu gue...!!" bentak Cahaya sembari menggebrak meja dengan kencang.


Sontak si pengamen serta para pelanggan disana terkejut karena gebrakan dan suara Cahaya yang cukup keras, gadis itu tak perduli bahkan langsung pergi begitu saja setelah memberikan uang pada si penjual karena ia benar-benar kacau saat ini.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2