Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 276. Pergi dari hotel


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 275


...•...


...•...


Topan dan Cahaya masih terbawa dalam arus gairah mereka yang mulai memuncak, ya keduanya itu terus berciuman sambil saling memeluk satu sama lain di kamar hotel itu. Entah mengapa Cahaya tampaknya mulai terbawa ke dalam nikmat permainan lidah sang kekasih, sehingga Cahaya seakan tak mau berhenti melakukan itu dan ingin terus.


Topan pun menyadarinya dan ia terus memberikan ciuman yang menggairahkan untuk gadisnya, ia menaruh dua tangan Cahaya di pundaknya dan perlahan mendorong tubuh Cahaya ke dekat ranjang tanpa melepas pagutannya. Gadis itu pun diam saja menikmati ciuman hangat dari sang kekasih, ia juga tak bisa berbuat banyak karena itu sangat nikmat.


"Cahaya, aku akan beri kamu kepuasan malam ini! Supaya Robi gak bisa lagi deketin kamu, dan kamu bisa seutuhnya jadi milik aku sayang! Aku gak akan rela kehilangan kamu, Aya!" batin Topan.


Keduanya semakin larut dalam permainan bibir yang menyenangkan itu, Cahaya bahkan tak sadar kalau ia sudah berbaring di atas ranjang dengan Topan menindih tubuhnya. Gadis itu terus saja memejamkan mata menikmati aksi yang dilakukan Topan tanpa protes, tentu saja hal itu membuat Topan senang dan semakin bergairah.


Pria itu melepas pagutan, lalu beralih ke area leher Cahaya dan mencumbunya dengan lembut, membuat Cahaya mulai mengeluarkan erangan lembut yang merdu di telinga Topan. Tanpa sadar Cahaya mengalungkan dua lengannya di leher Topan sembari terus terpejam.


"Ahh..." Cahaya mengerang pelan merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya saat Topan menggigit lehernya sedikit.


"Sayang, kamu benar-benar nikmat!" ucap Topan berdesis di telinga gadisnya.


Topan semakin lihai bermain di leher serta telinga Cahaya, membuat gadis itu makin tak karuan dan terus mengeluarkan suara-suara kenikmatan yang pastinya tanpa disengaja.


Tangan-tangan milik Topan juga terus menggerayangi tubuh gadisnya, mulai dari dada sampai bagian bawah. Ia menghentikan aksi itu sejenak dan menatap wajah Cahaya yang masih terpejam, ia mengusap wajah gadis itu pelan lalu mengecup hidungnya lembut.

__ADS_1


Topan pun kembali menciumi leher gadisnya sembari perlahan menurunkan dress yang dikenakan Cahaya, sampai pada akhirnya gadis itu tersadar dari alam bawah sadarnya dan merasa terkejut melihat kelakuan Topan yang menindih tubuhnya.


"Ish Topan!" bentak Cahaya sembari mendorong tubuh pria itu dengan kuat.


Topan langsung terbanting ke sisi kanan tubuh Cahaya dan merasa heran karena tiba-tiba Cahaya justru marah padanya, padahal sedari tadi gadis itu tampak menikmati permainan darinya.


"Loh pacar, kamu kenapa sih?" tanya Topan heran.


"Kamu yang kenapa?! Bisa-bisanya kamu malah ambil kesempatan dalam kesempitan, aku kecewa sama kamu Topan!" geram Cahaya.


"Eee pacar, tapi tadi kamu gak nolak loh. Terus sekarang kenapa tiba-tiba kamu dorong tubuh aku kayak gitu? Apa salah aku sih pacar?" ujar Topan masih terheran-heran.


"Ish, pake nanya lagi! Kan udah aku bilang tadi, aku gak mau begituan sebelum nikah!" tegas Cahaya.


"Huft, tapi sayang itu udah nanggung loh. Kasihan junior aku kalau kita gak jadi begituan, udah terbang tinggi malah dijatuhin gitu aja!" ujar Topan.


"Bodoamat!" bentak Cahaya.


Ya pria itu amat sangat kecewa karena gagal menembus pertahanan Cahaya, padahal tadi ia hampir saja berhasil melakukan itu. Kini ia harus berjuang susah payah menahan gairah yang sudah memuncak itu.


"Haish, Cahaya tuh emang bener-bener ya! Padahal tadi dia keenakan sampe desahh gitu, eh malah tau-tau sadar terus dorong tubuh gue! Emang aneh tuh cewek, untung cantik!" ujar Topan.


Akhirnya Topan juga ikut bangkit dan mengejar Cahaya ke luar kamar.




Topan berhasil mengejar gadisnya dan mencekal lengan Cahaya dari belakang, ia menarik tubuh Cahaya agar kembali ke dalam dekapannya karena ia sangat senang memeluk tubuh kekasihnya. Cahaya berusaha berontak dengan cara memukul-mukul dada bidang Topan, namun Topan tak perduli dan malah mempererat dekapan hingga Cahaya pasrah.


Topan mengecup puncak kepala Cahaya sambil terus meminta maaf pada gadis itu, ia sadar yang tadi ia lakukan salah karena saat ini memang tidak tepat baginya untuk melakukan itu. Apalagi Cahaya baru saja terkena musibah dan seharusnya Topan menghibur gadisnya, bukan justru malah mengambil kesempatan untuk bisa bersetubuh dengan Cahaya.

__ADS_1


"Cahaya, aku minta maaf ya sayang! Aku tahu tadi aku salah udah begitu sama kamu, maafin aku ya pacar! Aku benar-benar gak bisa tahan gairah aku tadi, jangan ngambek ya!" bujuk Topan.


"Iya iya, aku maafin kamu kok! Sekarang lepasin aku, aku pengen pulang pacar! Ini udah jam sepuluh lewat, papa pasti marah dan cemas karena aku belum pulang ke rumah! Padahal tadi aku udah janji, mau pulang sebelum jam sepuluh!" ujar Cahaya.


"Oh gitu, yaudah aku anterin kamu pulang ya? Sekali lagi aku minta maaf sama kamu!" ucap Topan.


"Iya, udah ah jangan kelamaan!" ujar Cahaya.


Topan pun melepas pelukannya dan beralih memegang wajah gadis itu dengan dua tangan, mereka bertatapan sejenak sambil saling tersenyum lalu mengusap rambut gadis itu.


"Pacar, ayo pulang!" ucap Cahaya manja.


"Hahaha, gemesin deh kamu! Untung aja ya tadi kamu belum sempat diapa-apain sama mereka, aku gak bisa bayangin deh kalau sampe itu terjadi dan aku kalah cepat dibanding mereka. Pasti aku bakal langsung cari dan bunuh mereka, karena cuma aku yang boleh sentuh kamu!" ucap Topan tegas.


"Ish, berarti kalau papa mau sentuh aku juga gak boleh dong? Kamu itu terlalu lebay deh Topan, masa sampe mau bunuh orang segala?" ucap Cahaya.


"Ya kalo papa kamu mah beda lagi, maksud aku tuh orang lain loh sayang. Kalau ada yang berani sentuh kamu lagi kayak gitu, aku gak akan segan-segan untuk bunuh mereka!" ucap Topan.


"Pacar, jangan bilang begitu! Gak baik tau, udah yuk mending kita pulang!" ucap Cahaya.


Cahaya tersenyum meraih dua tangan Topan di wajahnya lalu menggenggam tangan pria itu, ia sengaja ingin membuat Topan berhenti mengatakan itu dan bisa segera mengantarnya pulang ke rumah.


"Iya cantik, yaudah yuk!" ucap Topan tersenyum.


Cahaya manggut-manggut lalu melingkarkan tangannya di sela-sela lengan sang kekasih, mereka pun melangkah pergi menuju lift untuk bisa keluar dari hotel itu. Tak lupa tentunya Cahaya menyerahkan kunci kamar yang tadi diberikan Jesslyn padanya ke pihak hotel, setelah itu barulah mereka langsung pergi dari hotel tersebut.


"Malam ini aku masih bisa selamat, itu semua atas bantuan Tuhan. Mungkin lain kali aku harus lebih berhati-hati lagi, jangan terlalu mudah percaya dengan perkataan orang!" batin Cahaya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2