Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 20. Bareng


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 19


...•...


...•...


"Jadi gimana, lu mau bareng sama gue apa enggak? Lu masih sekolah SMA kan? Setau gue kalau SMA tuh 12 menit lagi bakal bel masuk loh, kalau lu diem terus disini bisa telat lu nanti!" ujar Topan.


Cahaya yang tengah kesal dengan lelaki itu mendadak mengecek ponselnya untuk melihat apakah benar yang diucapkan Topan, ya ia langsung syok panik berat saat melihat jam sudah hampir menunjukkan pukul 6.30 pagi.


"Duh bisa telat nih gue, mana gak ada angkot yang lewati lagi! Huft, masa iya sih gue harus bareng sama si cowok nyebelin itu?? Gak banget deh, amit-amit!"


Melihat ekspresi Cahaya yang kepanikan, Topan malah senyum-senyum sendiri tanpa menatap wajah Cahaya agar gadis itu tak tau jika ia tengah menertawakan dirinya. Akhirnya Topan kembali menawarkan bantuan pada gadis itu untuk bareng bersamanya naik taksi.


"Udah gausah gengsi, bareng aja sama gue naik taksi! Jadi cewek kok banyak amat gengsinya, udah jangan takut bakal jatuh cinta sama gue! Tenang aja kali gue mah gak akan balas cinta lu!" ujar Topan dengan kepedeannya.


"Idih, kepedean banget jadi cowok! Siapa juga yang bakal jatuh cinta sama cowok kayak lu? Jangan harap ya itu akan terjadi, lagian gue juga gak mau bareng sama lu yang banyak gaya! Mending gue telat ke sekolah daripada bareng sama lu!" ujar Cahaya.


"Ohh, yaudah ya gue duluan, bye!" ucap Topan melambaikan tangan lalu menyetop taksi yang lewat.


Cahaya yang melihat itu langsung panik dan mengejar Topan sebelum pria tersebut masuk ke taksi, ya tentu saja ia tak mungkin diam sendiri disana karena takut telat.


"Tunggu, tunggu! Gue bareng sama lu.." ucap Cahaya sedikit ragu saat mengucapkan itu.


"Nah kan mau juga, makanya gausah gengsi kalo miskin mah! Udah yuk naik!" ujar Topan membuka pintu taksi meminta Cahaya masuk ke dalam.


Mereka pun duduk berdampingan di kursi belakang taksi, tampak Topan terus memandangi Cahaya sambil senyum-senyum. Sedangkan Cahaya sendiri terus membuang muka menatap ke luar jendela.


"Lu sekolah dimana?" tanya Topan.


"Gausah kepo!" jawab Cahaya ketus.


"Lah? Kalo lu gak mau kasih tau, gimana gue bisa anterin lu kesana? Aneh banget nih cewek, udah miskin banyak gaya lagi!" ujar Topan.


"Ish bisa gak berhenti rendahin gue kayak gitu? Asal lu tau ya, bokap gue itu punya perusahaan besar jadi gue terlahir di keluarga kaya raya! Sembarangan aja ngatain gue miskin!" ucap Cahaya kesal.

__ADS_1


"Ya lagian jadi cewek aneh banget, gue nanya lu sekolah dimana supaya bisa nganterin lu kesana! Gue gak ada niat buat macam-macam sama lu, lagian apa untungnya juga buat gua sih? Gue bisa dapetin cewek kayak lu bahkan lebih dari lu, banyak yang mau sama gue..." ujar Topan.


"Sekolah gue di SMA elang muda," ucap Cahaya.


"Ohh sekolahan kaum rendahan disitu ternyata," ujar Topan masih saja meledek gadis disampingnya.


Namun, kali ini Cahaya diam saja tak meladeni ucapan Topan karena sudah lelah berdebat dengan lelaki yang sok kaya itu. Cahaya memilih memakai earphone di telinganya supaya tak mendengar perkataan Topan lagi. Sedangkan Topan senyum-senyum saja memandangi gadis itu lalu mengeluarkan gadgetnya dari saku celana.


"Baru kali ini seorang Topan dicuekin sama cewek, biasanya juga cewek-cewek pada nempel sama gue!" batin Topan menyunggingkan senyum.




Sesampainya di depan gerbang SMA elang muda, Cahaya langsung berniat turun dari taksi tersebut. Akan tetapi, tangan Topan menahan lengan Cahaya yang mulus itu untuk mencegahnya.


"Ish, lu apaan sih? Lepasin tangan gue!" ujar Cahaya.


"Lu gak ada sopan sopan nya banget ya jadi cewek, main turun gitu aja kayak gak diajarin adab! Bilang makasih dulu kek gitu atau senyum buat gue, lah ini malah main pergi bae!" ujar Topan masih tak melepaskan tangan Cahaya.


"Gue harus buru-buru masuk ke dalam, lepasin ah!" ujar Cahaya berontak.


"Bilang makasih dulu baru gue lepasin!" bentak Topan.


"Belum, bilangnya yang lembut dong sambil senyum gitu! Baru deh gue lepasin..." ucap Topan.


"Ish banyak banget maunya ya lu! Gue takut telat, itu gerbang udah mau ditutup loh!" ujar Cahaya.


"Bodoamat, pokoknya turutin gue!" tegas Topan.


Cahaya memejamkan matanya sekilas sambil menghela nafas, ia kesal sekali harus berurusan dengan lelaki seperti Topan.


"Yaudah, makasih ya udah anterin gue sampe sini! Lu baik banget deh jadi cowok!" ucap Cahaya dengan nada lembut sambil tersenyum singkat lalu kembali menunjukkan wajah juteknya.


"Yeh bentar amat senyumnya malah jutek lagi, agak lamaan dulu dong! Lu cakep loh gue akuin kalo senyum kayak tadi..." ucap Topan.


"Ogah!"


"Awh, awhh..." rintih Topan kesakitan karena Cahaya mencubit lengannya dengan kencang.


Cahaya pun langsung keluar dari taksi tersebut meninggalkan Topan yang masih kesakitan, Topan benar-benar tak menyangka kalau Cahaya akan mencubitnya seperti tadi.


"Arrgghhh dasar cewek aneh!" ujar Topan mengelus-elus lengannya yang membiru akibat cubitan dari Cahaya.

__ADS_1


"Mas, kita lanjut jalan sekarang?" tanya supir taksi.


"Nanti pak," jawab Topan.




Cahaya pun sampai di depan gerbang yang sudah tertutup itu, ia melihat jam di ponselnya sudah menunjukkan pukul 6.43 pagi yang artinya ia terlambat 13 menit sampai disana. Cahaya tampak bingung harus apa karena ia bisa terlambat begitu akibat kelakuan Topan yang terus menahannya.


"Ish ini semua gara-gara cowok nyebelin itu! Udah sok cakep, sok kaya, suka rendahin gue lagi! Awas aja tuh cowok kalo sampe ketemu lagi sama gue bakal gue hajar habis-habisan!" ujar Cahaya kesal.


"Ah masa sih?"


Tiba-tiba suara itu muncul membuat Cahaya terkejut lalu reflek menoleh ke belakang sehingga rambutnya ikut terbang, lagi-lagi ia dibuat geram karena ternyata suara itu berasal dari seorang pria yang tak lain adalah Topan.


"Yakin lu kalo kita ketemu lagi, lu bakal hajar gue?" tanya Topan mendekati gadis itu sambil menyunggingkan senyum.


"Lu ngapain sih kesini segala?" ujar Cahaya ketus sambil membuang muka.


"Ya mau bantu lu lah! Emangnya ngapain lagi?" ujar Topan tersenyum.


"Hah? Bantu apaan??" tanya Cahaya tak mengerti.


Topan hanya tersenyum tipis lalu melewati Cahaya, ia berdiri di depan pagar melirik ke dalam sana seperti mencari seseorang.


"Lu ngapain sih?" tanya Cahaya lagi makin dibuat bingung dengan tingkah Topan yang seperti itu.


"Nyari cara buat masukin lu ke dalam!" jawab Topan.


"Hah??"


Tak lama kemudian, seorang satpam keluar menghampiri mereka berdua di depan pagar sambil senyum-senyum memperlihatkan gigi-giginya. Cahaya pun bingung mengapa satpam bernama Adi itu malah senyum saat mendekati mereka.


"Eh ada mas Topan ternyata, lah ini kok neng Aya juga ada disini? Udah telat neng kalo mau sekolah mah!" ujar Adi.


"Ya maka dari itu, pak! Saya minta tolong dong buka pintu gerbangnya biar Cahaya bisa masuk, kasihan loh dia kalau harus pulang lagi! Nanti saya akan bicara dengan guru-guru di dalam!" ucap Topan.


"Ohh siap siap, mas Topan!" ujar Adi lalu dengan gampangnya membuka pintu gerbang itu.


Cahaya pun menganga terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini, sedangkan Topan senyum-senyum sambil menaik-turunkan alisnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2