Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 159. Berhenti syuting


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 158


...•...


...•...


Topan pulang setelah puas berkumpul dengan temannya, ia sedang dalam perasaan senang karena kini sudah tak memiliki musuh lagi atau hambatan yang bisa membuatnya kesulitan, karena Bram serta Bella sudah mau bersama dan kini saling berhubungan satu sama lain, bahkan mereka juga bersedia berdamai dengan Topan dan menjadi teman serta sahabat baginya.


Topan masuk ke dalam rumahnya pelan-pelan, ia tidak mau membuat orang rumah terbangun karena sekarang ini sudah hampir tengah malam dan ia baru bisa pulang. Topan juga khawatir mamanya pasti akan marah jika bertemu dengannya saat ini, apalagi ia telah ingkar janji kepada mamanya itu.


Saat Topan baru hendak melangkah menaiki tangga, tiba-tiba ponselnya justru berdering membuatnya harus berhenti sejenak untuk mematikan telpon itu agar tidak ketahuan orang rumah.


Setelahnya, Topan pun lanjut berjalan ke atas menuju kamarnya dan perlahan-lahan menaiki tangga. Akan tetapi, gangguan kembali datang karena seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Topan memejamkan mata mengira kalau yang menepuknya adalah sang mama atau bahkan papanya, dengan perlahan Topan menoleh ke belakang untuk memastikan siapa yang menepuk pundaknya.


Mata Topan terbelalak melihat mamanya berdiri disana dengan wajah marah sembari memegang penggorengan di tangannya.


"Ma-mama...??" ujar Topan pelan dengan nada gugup serta ketakutan.


"Ini jam berapa, Topan? Kamu bilang sama mama tadi cuma mau pergi keluar sebentar, tapi kenapa sampai jam segini kamu baru pulang? Asal kamu tau Topan, Wulan itu sampai kesal loh karena kamu gak datang-datang dan mama minta dia buat nunggu dulu sampe jam sembilan malam!" ucap Eun-Kyung.


"Eee maaf, mah! Aku tadi ada urusan penting, aku kira emang sebentar... eh ternyata lumayan lama, tapi serius mah aku gak sengaja!" ucap Topan.


"Halah! Alasan aja kamu! Intinya kamu harus minta maaf dan tanggung jawab sama Wulan, karena kamu udah bikin dia nunggu lama! Mama kan udah bilang sebelumnya, kamu jangan pergi dulu eh malah ngeyel pengen pergi!" ujar Eun-Kyung kesal.


"I-i-iya mah, nanti aku telpon Wulan buat minta maaf kok." ucap Topan.

__ADS_1


"Enak aja ditelpon! Kamu harus ketemu sama dia secara langsung, biar mama yang atur pertemuan kalian di restoran mahal besok! Udah, sekarang kamu boleh pergi ke kamar dan istirahat supaya besok kamu segar bugar saat ketemu Wulan!" ucap Eun-Kyung.


"Ta-tapi mah, aku—"


"Gak ada tapi tapian! Pokoknya kamu harus ketemuan sama Wulan besok, kamu gak boleh nolak apalagi gak datang ke tempat yang mama udah persiapkan buat jalanin ketemu!" potong Eun-Kyung.


Akhirnya Topan terpaksa mengikuti kemauan mamanya daripada terjadi masalah yang lebih parah, ya walau sebenarnya ia sangat tidak ingin bertemu dengan Wulan karena ia memiliki keinginan untuk menemui Cahaya dan membahas soal Calissa.


"Iya, oke deh mah. Aku setuju sama ide mama, besok aku bakal ketemu sama Wulan." ucap Topan pasrah.


"Nah bagus! Itu baru anak mama yang pintar! Sekarang kamu ke kamar gih, istirahat! Dan jangan sekali-kali kamu berusaha buat kabur dari rumah, supaya gak ketemu Wulan!" ucap Eun-Kyung.


"Iyaa mamaku yang cantik...." ucap Topan.


Eun-Kyung pun tersipu mendengarnya, ia menepuk pundak putranya sambil senyum-senyum salah tingkah.


"Yaudah mah, aku ke kamar ya? Good night, mah!" ucap Topan mencium tangan mamanya lalu segera pergi menaiki tangga.


"Iya, night too..." ucap Eun-Kyung.




Sesampainya di kamar, Topan langsung mengunci pintu kemudian duduk di ranjangnya yang empuk itu sembari mengerutkan keningnya akibat permintaan sang mama yang benar-benar membuatnya pusing.


Topan bingung bagaimana caranya ia untuk menolak keinginan mamanya dan tidak menemui Wulan di restoran sesuai kemauan sang mama itu, karena Topan memang masih harus mencari tau tentang Calissa dan mengapa Calissa bisa sampai melakukan tindakan keji itu pada Cahaya.


"Aaarrgghh! Mama ada-ada aja deh! Harusnya gue kan besok ketemu sama Cahaya dan bahas soal Calissa, tapi kenapa mama malah minta gue buat ketemuan sama Wulan coba? Apa sih mau mama itu sebenarnya? Minta maaf kan gak harus ketemu, apalagi di restoran!" gumam Topan geram.


Topan yang kalut langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan posisi terlentang dan kedua tangan ia rentangkan ke samping.


"Terpaksa deh gue harus ketemu sama Wulan besok, tapi kayaknya sebentar aja bisa deh. Kan gak mungkin mama bakalan ikut juga, jadi gue bisa bilang sama Wulan kalau gue ada urusan dan gue harus pergi! Iya, benar begitu!" gumamnya.

__ADS_1


Setelah mendapatkan ide yang harus ia lakukan di pertemuannya dengan Wulan, Topan pun kembali bangkit untuk melepas sepatunya lalu berjalan menuju kamar mandi sambil menguap dengan mengucek-ngucek matanya. Topan hendak buang air dan cuci muka sejenak sebelum ia tertidur.


❤️


Keesokan paginya, Topan pun keluar dari kamarnya dan turun ke bawah setelah selesai mandi bersiap untuk pergi ke kampus hari ini.


Tampak mama serta papanya sedang heboh sendiri di meja makan mengingat waktu yang sudah agak siang dan tentunya mereka tidak mau terlambat pergi ke tempat kerja mereka.


Topan pun menghampiri keduanya disana.


"Pagi pah, pagi mah!" ucap Topan menyapa orangtuanya sembari menarik kursi lalu duduk di depan kedua orangtuanya.


"Eh Topan sayang udah bangun, pagi juga ganteng!" ucap Eun-Kyung tersenyum.


"Iya mah, aku ada kelas pagi soalnya. Makanya kepaksa deh aku bangun pagi, walaupun aku masih ngantuk mah!" ucap Topan sambil menguap dan mengambil piring kosong di dekatnya.


"Udah udah, sini biar mama yang ambilin nasi sama lauknya! Kamu masih ngantuk nanti yang ada piringnya pecah lagi!" ucap Eun-Kyung mengambil alih piring di tangan Topan lalu mengambilkan nasi serta lauk ke dalam piring tersebut.


"Makasih ya, mah!" ucap Topan tersenyum.


"Iya, mama kan jarang banget siapin makan buat kamu kayak gini. Makanya sekarang mumpung mama masih ada waktu, ya mama mau coba bikin seneng kamu!" ucap Eun-Kyung.


"Benar itu, selama ini kan kamu selalu sibuk dengan urusan kerja kamu. Sampai-sampai kamu lupa mengurus anak kita, saran aku mending kamu berhenti deh syutingnya! Supaya kamu bisa lebih fokus ngurus Topan, dan biar Topan ini gak keseringan main di luar sampai malam!" ujar Sergie.


"Ish, papa ini apa sih? Kalau mama berhenti syuting, karir mama anjlok dong?" ucap Eun-Kyung.


"Ya gapapa, mah. Demi anak loh! Jujur aku gak pengen kalau Topan terus-terusan bergaul dengan teman-teman gak bebernya itu, apalagi pulang sampai larut malam kayak semalam!" ucap Sergi.


"Udah lah pah, mah! Topan ini kan udah gede, gak perlu lah pake kayak gitu segala! Lagian Topan juga bisa jaga diri kok, dan Topan tau mana yang benar atau enggak. Jadi, papa gak perlu khawatir apalagi sampe minta mama buat berhenti syuting!" ucap Topan melerai perdebatan orangtuanya.


"Tuh kan, pah! Topan aja gak mau mama berhenti syuting, pasti Topan itu bangga sama mama karena mama ini artis terkenal di seluruh dunia!" ucap Eun-Kyung sambil tersenyum membanggakan dirinya di hadapan suami dan putranya.


Sergie hanya geleng-geleng sembari menghela nafasnya, sedangkan Topan tampak terkekeh geli melihat kelakuan mamanya itu.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2