Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 137. Kelembutan Topan


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 136


...•...


...•...


Pagi harinya, Cahaya kembali ke sekolah seperti biasa bersama dua orang bodyguardnya.


Terlihat cukup banyak para murid yang menghampiri Cahaya kemudian mengucapkan selamat ulang tahun pada gadis itu, mereka nampaknya melihat isi sosial media tentang papan iklan yang dibuat oleh Topan untuk Cahaya di sepanjang jalan.


Cahaya pun tampak senang dan gembira karena ia mendadak populer di sekolahnya, ya walau sebelum ini ia juga sudah banyak dikenal oleh para murid disana lewat ulah Topan yang mengatakan kalau Cahaya adalah pacarnya.


Disaat Cahaya sedang asyik berbincang dengan para murid disana, tiba-tiba sebuah motor berhenti di depan gerbang dan seorang pria turun dari motor tersebut lalu hendak menghampiri Cahaya.


Tio dan Jaber yang masih berjaga dari dalam mobil menyaksikan hal tersebut, mereka saling pandang kemudian membandingkan pria disana dengan foto yang diberikan oleh Hendra kepada mereka pagi tadi untuk melarang Cahaya menemuinya.


"Heh, itu cowok disana kayaknya mirip sama foto yang dikasih bos Hendra!" ujar Tio.


"Iya bener lu, yuk kita turun! Dia gak boleh ganggu non Aya lagi!" ucap Jaber.


Kedua bodyguard itu pun turun dari mobil, mereka langsung mencegat Topan yang baru hendak masuk menemui Cahaya di dalam sana.


"Tunggu!" teriak Tio dengan suara keras.


Topan pun menghentikan langkahnya, ia terkejut melihat dua pria bertubuh kekar dan besar mendatanginya sembari menatapnya dengan mata tajam.


"Ada apa? Kalian siapa?" tanya Topan.


"Lu gak boleh temuin non Aya!" jawab Tio.


"Loh kenapa? Emang apa hubungan kalian sama Cahaya, kalian ini siapanya Cahaya?" tanya Topan.

__ADS_1


"Wah senga banget nih anak! Kita ini bodyguardnya non Aya, dan kita ditugaskan untuk jaga non Aya dari cowok kayak lu! Mending sekarang lu pergi dah, jauh-jauh dari non Aya dan jangan pernah dekati non Aya lagi!" ujar Tio.


"Ohh cuma bodyguard... kenalin, gue pacarnya." ucap Topan tersenyum sambil mengulurkan tangan ke hadapan dua bodyguard itu.


"Kurang ajar! Berani lu sama kita berdua ha?" ujar Tio sudah semakin emosi dan siap menghajar Topan.


"Yaelah bang, orang gue cuma mau kasih tau kok ke kalian. Sensi amat jadi bodyguard, malu tuh sama roti sobek di tubuhnya!" ucap Topan.


Perkataan Topan semakin memancing emosi kedua bodyguard tersebut, mereka maju mendekati Topan dengan kedua tangan terkepal dan siap untuk melayangkan pukulan ke wajah Topan.


Cahaya yang berada tak jauh dari sana, tidak sengaja menoleh dan melihat Topan tengah bersama dua bodyguardnya di depan sana, tentu saja Cahaya merasa panik takut Topan kenapa-kenapa.


"Bentar guys, gue mau kesana dulu! Sekali lagi thanks ya udah ucapin selamat buat gue dan doain gue!" ucap Cahaya.


"Iya sama-sama, Aya. Kita juga mau ke dalam dulu, ya?" ucap salah seorang dari mereka.


Cahaya yang panik langsung menghampiri Topan dengan tergesa-gesa sebelum terlambat, ia tak mau tentunya jika sampai Topan terluka karena ulah dua bodyguardnya.


"Stop!" teriak Cahaya menghentikan kedua pria bertubuh kekar itu dari langkahnya.


"Non Aya?" ucap Tio dan Jaber kaget.


"Maaf non, tapi tadi kita ngeliat cowok ini muncul dan mau masuk ke dalam. Sesuai perintah bos, kita terpaksa hadang dia supaya gak ketemu sama non Aya!" ucap Tio menjelaskan.


"Haish, Topan ini pemilik sekolah dan bangunan disini! Kalian gak bisa dong larang dia buat masuk ke dalam, punya hak apa kalian?" ujar Cahaya.


Kedua bodyguard itu terdiam saling senggol dan lirik melirik, mereka tak bisa berkutik karena tau kalau Topan adalah pemilik sekolah dan tentunya mereka tidak bisa melarang Topan untuk masuk.


Sementara Topan hanya tersenyum tipis sembari memandang wajah gadisnya dari samping dan membuat Cahaya gugup serta menundukkan wajahnya karena malu.


"Ternyata Cahaya masih bela gue, mungkin benar kalau dia udah mulai cinta sama gue!" batin Topan.




Setelah bodyguard Cahaya pergi, Topan bisa dengan leluasa berduaan dengan gadisnya di dalam sekolah dan berkeliling sambil bergandengan tangan.


Cahaya pun tak menolak ajakan Topan yang ingin jalan berdua dengannya dan menggandeng tangannya itu, karena menurutnya ia harus mulai bisa membuka hatinya untuk Topan dan belajar mencintai pria yang tulus padanya.

__ADS_1


Langkah mereka terhenti saat sampai di sebuah taman sekolah yang indah dan paling penting sepi dari orang-orang, mereka pun duduk disana berdekatan tanpa melepas genggaman tangannya.


"Cahaya, kamu makin cantik aja sih! Aku sebagai seorang pria selalu gak bisa berpaling dari wajah cantik kamu itu, bahkan aku juga selalu terbayang wajah kamu saat aku sedang tidur dan melamun!" ucap Topan sambil tersenyum.


"Hah? Lu bicara apaan sih? Gue gak ngerti deh sama maksud dari gombalan lu itu, heran gue!" ujar Cahaya sedikit terkekeh.


"Ya itu dia, emang yang namanya cinta sulit dimengerti. Jadi, jangan salahin aku kalau aku sering bicara ngelantur dan gak jelas! Karena aku udah mulai candu akan cintamu!" ucap Topan sembari mencium tangan gadisnya lembut.


"Topan, ngapain sih pake cium tangan segala? Udah kayak anak mau pamit sekolah aja," ujar Cahaya.


"Hahaha, aku mau hormati wanita yang aku sayangi ini! Gapapa kan, sayangku?" ucap Topan.


"Umm... lu jangan kayak gini dong! Gue malu tau kalau sampe ada temen gue atau siapapun yang lihat, apalagi guru-guru!" ujar Cahaya.


"Gausah malu! Mereka juga udah pada tau kalau kamu pacar aku!" ucap Topan.


"Ya iya sih bener, tapi kan tetep aja gue malu kalo ada yang lihat kita lagi berduaan disini. Apalagi lu pake cium-cium tangan gue segala, nanti dikiranya gue nyuruh yang gak bener lagi sama lu!" ujar Cahaya.


"Hahaha, tenang aja. Sini aku peluk!" ucap Topan tersenyum kemudian merangkul Cahaya dan membawanya ke dalam dekapan tubuhnya.


Cahaya hanya terdiam tak memberi perlawanan seperti biasanya, ia justru memandangi wajah Topan dengan sedikit mendongakkan kepalanya. Cahaya tersenyum saat Topan mengecup puncak kepala sembari mengelus lembut lengannya.


"Nyaman ya?" tanya Topan dengan nada menggoda.


Sontak Cahaya sedikit malu dan langsung memalingkan wajahnya ke arah lain, namun tentunya Topan berhasil membuat Cahaya kembali menatapnya dengan sedikit menarik dagu gadis itu menggunakan jari telunjuknya.


"Jangan nunduk! Aku lebih seneng lihat kamu tatap mata aku, apalagi deketan begini!" ucap Topan.


"Tapi, gue yang gak seneng!" ujar Cahaya.


"Masa sih?" tanya Topan tak percaya.


"Iya lah..." jawab Cahaya dengan yakin.


Topan hanya terkekeh kecil sembari mengusap wajah gadisnya yang memejamkan mata saat merasakan ada sentuhan di bagian wajahnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2