Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 124. Memilih menjauh


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 123


...•...


...•...


Topan yang sedang berteriak-teriak memanggil nama Cahaya dari depan gerbang, langsung terkejut karena kemunculan Hendra alias papa Cahaya kesana dengan wajah murka, Topan pun berhenti berteriak untuk berbicara dengan papa Cahaya itu.


Sedangkan Hendra sendiri tampak emosi dengan kelakuan Topan, ia tak terima ada yang berani teriak-teriak di depan rumahnya seperti itu apalagi orang itu adalah pria yang dibencinya karena sudah dianggap meracuni pikiran Cahaya putrinya.


"Heh, ngapain kamu teriak-teriak di rumah saya?" tegur Hendra mendekati Topan.


"Maaf om, saya cuma mau ketemu Cahaya! Saya gak akan bisa jauh dari dia, apalagi kalau om mau bawa dia keluar negeri!" ucap Topan memelas.


"Gausah drama kamu! Sebaiknya kamu pulang sana, sebelum saya tambah emosi!" ujar Hendra.


"Saya gak akan pulang, om! Saya bakal tetap disini sampai Cahaya muncul menemui saya, karena itu tujuan awal saya datang ke rumah ini." ucap Topan.


"Kamu pulang! Sampai kapanpun saya gak akan izinkan kamu bertemu dengan putri saya lagi, karena kamu sudah membawa pengaruh buruk terhadap putri saya itu!" ucap Hendra tegas.


"Gak om, om itu salah kira! Saya sama sekali gak pernah hasut Cahaya untuk kabur dari rumah atau benci sama om, justru saya selalu berusaha supaya Cahaya mau pulang kesini!" ucap Topan.


"Halah! Saya gak percaya sama omongan kamu yang penuh dengan kebohongan itu!" ujar Hendra.


"Saya gak bohong, om! Semua yang katakan barusan itu benar adanya, semalam saya juga minta sama Cahaya buat pulang ke rumahnya! Tapi, Cahaya tetap kekeuh gak mau pulang karena dia merasa kalau om ini berubah 180 derajat!" ucap Topan.


"Jangan bikin karangan cerita di depan saya! Sebaiknya kamu pulang, atau saya hajar lagi kamu disini!" bentak Hendra.


"Saya kan udah bilang om, saya gak pulang sebelum saya berhasil bertemu Cahaya! Kalau om mau hajar saya, yaudah hajar aja sampai om puas! Yang penting om jangan pernah pisahin saya dari Cahaya putri om itu!" ucap Topan.

__ADS_1


"Benar-benar gila kamu! Pak Ahmad, cepat buka kunci gemboknya!" ucap Hendra emosi.


"Siap, pak!"


Pak Ahmad selaku satpam di rumah Hendra langsung bergerak membukakan kunci pagar sesuai perintah dari bosnya itu, sontak Hendra pun segera melangkah keluar menghampiri Topan dan bersiap menghajar pria itu dengan tangannya.


Bughh....


Hendra langsung memukul wajah Topan dengan keras hingga Topan tersungkur ke badan mobilnya sembari memegangi wajahnya, tampak Hendra masih belum puas untuk terus menghajar wajah Topan dengan tangannya sendiri disana.


"Itu yang kamu mau kan?" ucap Hendra.


"Iya om, silahkan aja hajar saya sampai om puas! Asalkan om gak bawa Cahaya pergi ke luar negeri, saya gak akan sanggup om!" ucap Topan.


"Oke, saya turuti permintaan kamu!" ucap Hendra.


Hendra bersiap kembali untuk memukul wajah Topan yang kedua kalinya, ia mengepalkan dua tangannya dan tubuhnya yang sudah dipenuhi emosi itu mulai gemetar, perlahan Hendra maju mendekati Topan disana untuk memukulnya lagi.


"Papa berhenti...!!!"


"Aya, mau apa kamu?" tanya Hendra.


"Pah, tolong papa jangan sakitin Topan lagi! Aku janji, aku akan nurut sama papa dan aku juga bakal hormat sama Calissa! Tapi, tolong dong papa maafin Topan dan jangan sakitin dia!" pinta Cahaya.


"Kenapa kamu ngelakuin ini ke cowok jahat itu?" tanya Hendra terheran-heran.


"Topan bukan cowok jahat, pah! Topan itu baik dan dia cowok yang aku cinta!" ucap Cahaya tegas dan lantang sembari melirik ke arah Topan.


Seketika hati Topan terasa seperti sedang terbang setelah mendengar perkataan yang keluar dari mulut Cahaya barusan, ia sangat senang karena mengetahui kalau ternyata Cahaya juga mencintai dirinya dan langsung tersenyum saat itu juga.


"Baiklah, papa gak akan sakitin Topan. Tapi, kamu juga harus janji sama papa untuk lupain dia dan gak deket-deket lagi sama dia!" ucap Hendra.


Cahaya syok mendengar permintaan papanya itu, ia diambang kesulitan yang amat sangat saat ini karena harus memilih antara dekat dengan Topan atau menjauh darinya, tentu Cahaya tak mungkin bisa jauh dari pria yang dicintainya itu.


Topan yang mendengarnya juga tak kalah terkejut apalagi Cahaya nampak akan menyetujui permintaan papanya itu dan menjauhi dirinya, Topan tentu akan sangat menderita jika Hendra meminta Cahaya untuk jauh-jauh dari dirinya.


"Bagaimana?" tanya Hendra menanti jawaban dari Cahaya putrinya itu.

__ADS_1


Setelah menimbang-nimbang cukup lama, akhirnya Cahaya mendapat keputusan yang menurutnya tepat untuk dirinya dan juga keselamatan Topan si cowok yang dicintainya itu, Cahaya menelan saliva kasar sembari memejamkan mata sebelum berbicara.


"Oke, aku mau terima permintaan papa!" jawab Cahaya sembari menatap wajah Hendra lalu juga Topan secara bergantian.


Hendra tersenyum saat itu juga setelah mendengar jawaban dari putrinya, ia pun tidak jadi menghajar Topan kembali walau tangannya sudah gatal untuk melakukan itu lagi, sedangkan Topan tampak sangat kecewa karena Cahaya memilih menjauh darinya.


"Maaf Topan, ini demi kebaikan kamu dan juga aku! Jaga diri kamu ya, jangan pernah dekati aku lagi!" batin Cahaya sambil memandang wajah Topan.


...•••...


Disisi lain, Bella lagi-lagi harus bertemu dengan Bram saat ia hendak pergi dari rumahnya untuk mencari Topan. Bella pun terpaksa meladeni pria itu sejenak karena dia berdiri menghalangi mobilnya, walau Bella sangat tidak ingin melakukannya.


"Lu mau ngapain lagi sih?" tanya Bella ketus.


"Jadian sama kamu!" jawab Bram sambil tersenyum.


"Dasar orang gila! Udah minggir, gue mau lewat jangan berdiri disitu!" bentak Bella.


"Gue gak mau!"


Bram tetap kekeuh tidak mau pergi dari sana sesuai permintaan Bella, ia malah bersandar pada kap mesin mobil gadis itu dan memunggungi Bella.


Tampak Bella sangat geram dan kesal sekali dengan kelakuan Bram kali ini, ia langsung mendekati Bram dan menatap wajah pria itu dengan tajam sembari mengepalkan dua tangannya disana.


"Bram! Lu jangan macem-macem ya! Cepat pergi atau gue teriak sekarang juga!" ucap Bella.


"Kamu kenapa sih? Emosian banget jadi cewek, emangnya kamu mau kemana ha?" ucap Bram.


"Gausah mau tau urusan orang deh! Minggir cepet gue mau lewat!" ucap Bella kesal.


"Gak mau, kecuali kamu mau pacaran dulu sama aku dan kita resmi jadian!" ucap Bram tersenyum.


"Hah? Dalam mimpi aja gue gak sudi terima cinta lu, jangan harap ya kalo lu bisa pacaran sama gue! Mending lu cari cewek lain aja sana, jangan ganggu gue terus!" ucap Bella.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2