
...HALO GUYS!...
...WELCOME TO MY NEW STORY!...
..."TOPAN & CAHAYA"...
...~~~...
#TOPAN&CAHAYA EPS. 152
...•...
...•...
Cahaya sudah kembali pulang ke rumahnya dengan masih memikirkan siapa lelaki yang bersama Calissa di pinggir jalan tadi dan tampak dekat.
"Kira-kira cowok itu siapa ya? Tapi, gue kok ngerasa gak asing sih sama tuh cowok? Nanti coba gue lihat lagi deh di kamar supaya lebih jelas, soalnya gue penasaran banget sama cowok simpanannya Calissa!" gumam Cahaya.
Disaat Cahaya hendak menaiki tangga, tiba-tiba bik Minah asisten rumah tangga disana muncul menyambut kedatangannya itu.
Cahaya pun berhenti sejenak lalu tersenyum saat melihat bik Minah di depan matanya.
"Eh non Aya udah pulang, non mau bibik bikinin minum atau apa gitu? Pasti non Aya capek kan abis pulang sekolah?" ucap bik Minah menawarkan minuman pada Cahaya.
"Boleh bik, iya sih kebetulan aku haus nih. Kalo gitu tolong bikinin aku es sirup yang seger dong bik, terus nanti juga sekalian tolong bawain ke kamar aku! Soalnya aku mau langsung ke kamar nih, capek banget badan rasanya." ucap Cahaya.
"Ahaha, iya non siap! Yaudah, non Aya istirahat aja di kamar supaya capeknya hilang! Nanti bibik kesana deh kalo minumnya udah jadi." ucap bik Minah.
"Makasih ya, bik! Kalo gitu aku mau langsung ke kamar dulu ya?" ucap Cahaya tersenyum.
"Iya non, bibik juga langsung ke dapur buat bikinin es sirup pesanan non Aya." ucap bik Minah sambil tersenyum.
Setelahnya, Cahaya pun pergi menaiki tangga untuk menuju kamarnya dan istirahat disana. Cahaya sudah tidak sabar untuk melihat kembali siapa sebenarnya pria yang tadi ia lihat di jalan tengah bersama Calissa alias mama mudanya.
Sesampainya di kamar, Cahaya dengan cepat langsung membuka ponselnya dan mengamati foto yang ia ambil sebelumnya.
__ADS_1
"Cowok ini emang beneran gak asing banget, walau dia menghadap ke belakang tapi gue kayak kenal gitu sama tubuhnya dia! Sayang banget gue masih belum tau kira-kira siapa ya dia?" gumamnya.
Cahaya masih terus mencoba untuk mengenali siapa lelaki yang bersama Calissa itu. Menurutnya, ini bisa menjadi bahan baginya untuk membongkar semua kedok Calissa dan membuat papanya sadar kalau Calissa bukanlah wanita yang baik. Namun, masalahnya saat ini Cahaya belum bisa mengenali siapa lelaki di foto tersebut.
Sudah berulang kali Cahaya memperbesar foto itu, tapi tetap saja ia gagal mengenali pria tersebut.
TOK TOK TOK...
Tak lama kemudian, pintu kamarnya terketuk dari luar. Cahaya pun bergegas turun dari ranjangnya untuk membukakan pintu.
Ceklek...
"Eh, bibik!" ucap Cahaya saat melihat bik Minah sudah berdiri di depannya dengan membawa segelas sirup segar pesanannya tadi.
"Iya non, ini esnya." ucap bik Minah.
"Makasih ya, bik! Ini saya ambil aja supaya bibik gak perlu repot-repot bawa ke dalam, pasti bibik masih banyak kerjaan kan di bawah? Aku gak mau ganggu kerjaan bibik soalnya," ucap Cahaya.
"Iya sih non, yaudah kalo gitu bibik langsung lanjut ke bawah dulu ya?" ucap bik Minah.
Setelahnya, bik Minah pun kembali membawa nampan kosong di tangannya lalu menuruni tangga menuju dapur untuk lanjut bekerja.
Sementara Cahaya juga masuk kembali ke dalam kamarnya dengan membawa gelas berisi es sirup itu di tangannya dan meminumnya sembari berjalan lalu menutup pintu kamarnya itu.
Cahaya meletakkan gelasnya di meja, lalu kembali mengambil ponselnya dari atas ranjang. Cahaya yang sudah agak jernih mulai berhasil mengenali tubuh pria di foto tersebut.
"Iya iya, cowok ini tuh mirip banget sama Topan. Apa mungkin dia emang Topan?" gumam Cahaya.
...•••...
Disisi lain, Bram mengantarkan Bella pulang ke rumahnya dengan mobil miliknya. Bram merasa tidak enak sekaligus cemas jika membiarkan Bella pulang sendiri dengan kondisi kaki terluka. Bella pun juga tidak menolak kali ini dan mau ikut bersama Bram ke dalam mobilnya tak seperti biasanya tentu.
Bram tampak sangat senang karena perlakuan Bella kepadanya kali ini jauh berbeda dibanding sebelumnya, sekarang Bella jadi lebih baik dan mau berbincang dengannya lagi.
"Bel, kamu beneran udah gapapa kan? Kaki kamu itu udah gak sakit lagi kan?" tanya Bram masih cemas dengan kondisi gadis di sampingnya.
__ADS_1
"Santai aja! Gue udah baikan kok, thanks ya ini juga berkat lu!" ucap Bella menjawab pertanyaan Bram sambil tersenyum.
Bram merasa sangat senang dapat melihat senyum manis di wajah Bella yang sudah lama tidak bisa ia saksikan lagi, belakangan ini ia memang lebih sering melihat wajah jutek Bella dan raut kebencian juga yang terpampang di wajah gadis itu.
"Baru kali ini gue ngeliat Bella tersenyum, bener-bener hari bahagia buat gue!" batin Bram.
Sama dengan Bram, Bella juga ikut senang melihat raut kegembiraan di wajah pria tersebut. Ia memang baru menyadari kalau Bram memang sangat menyayangi dirinya, dan tentunya ia menyesal karena selama ini selalu mengusir Bram bahkan berlaku kasar kepada pria yang tulus menyayanginya itu.
"Bram, gue laper nih. Kalo kita mampir ke resto terdekat buat makan dulu, mau gak?" tanya Bella pada pria itu sembari menatap wajahnya.
"Kamu lapar? Ya okelah, kalo gitu nanti kita mampir ke restoran dekat-dekat sini. Kebetulan aku juga tau kok dimana, sabar dulu ya agak jauh sih emang dari sini!" ucap Bram tersenyum.
"Iya, makasih ya!" ucap Bella.
"Gak perlu makasih terus! Aku juga kebetulan lagi lapar kok, jadi kita bisa makan bareng-bareng. Kan jarang-jarang aku bisa makan bareng kamu!" ucap Bram masih tersenyum.
"Haha iya..." Bella hanya tertawa kecil lalu kembali menatap ke depan.
Tak butuh waktu lama bagi Bram untuk menemukan restoran itu karena memang jaraknya tidak terlalu jauh, tentu saja Bram langsung mengarahkan mobilnya ke halaman restoran tersebut lalu memarkir mobilnya tepat di depan restoran itu.
"Kita masuk yuk!" ucap Bram.
"Eh udah sampe, ya? Kok cepet banget sih? Bukannya tadi lu bilang tempatnya agak jauh?" tanya Bella terkejut saat mengetahui mereka sudah sampai di depan restoran.
"Ahaha, ya iya dong aku kan bawa mobilnya agak dicepetin. Soalnya aku khawatir kamu keburu kelaparan terus sakit perut!" ucap Bram.
"Ya gak juga sih, kan gue bisa tahan laparnya. Daripada lu harus ngebut begitu, eh tapi kok gue gak ngerasa ya kalo lu ngebut? Padahal biasanya kalo gue naik mobil ngebut, itu pasti kerasa loh!" ucap Bella kebingungan.
"Itu kan karena kamunya ngelamun daritadi. Gimana bisa kerasa coba?" ucap Bram sambil tertawa.
"Oh ya? Duh, maaf ya kalo gitu! Gue juga gak sadar kalo gue ngelamun." ucap Bella sambil garuk-garuk kepala dan tersenyum.
Bram pun geleng-geleng saja mendengarnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...