Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 127. Dua bodyguard


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 126


...β€’...


...β€’...


Cahaya pulang dari sekolahnya. Ia terkejut karena ada dua orang bertubuh kekar yang berdiri di depan pagar sekolah, baru kali ini ia melihat mereka ada disana. Cahaya pun berpikir keras siapa kiranya kedua orang tersebut. Namun, ia tak berhasil mengetahui siapakah mereka.


Mawar dan Melani yang ada di samping Cahaya keheranan karena gadis itu terlihat bengong saja menatap ke arah pagar, mereka mengipaskan tangan tepat di hadapan wajah Cahaya untuk bantu menyadarkan gadis itu dari lamunannya sekaligus bertanya apa yang terjadi padanya.


"Aya, lu lihatin siapa sih?" tanya Mawar penasaran.


Cahaya terkejut dan menoleh ke arah Mawar serta Melani yang masih menatapnya, ia pun tersenyum memperlihatkan gigi-giginya sembari garuk kepala karena baru sadar kalau ada kedua temannya disana yang sedari tadi memperhatikan dirinya.


"Itu loh, ada dua orang cowok kekar di depan. Gue baru pertama kali lihat mereka, kira-kira itu siapa ya?" ucap Cahaya menunjuk ke arah dua pria itu.


"Hah? Mana??"


Mawar penasaran, begitupun dengan Melani. Mereka berdua kompak melihat ke arah yang ditunjuk oleh tangan Cahaya dan tampak kaget juga saat menyadari ada sosok pria bertubuh kekar tengah berdiri di depan sekolah mereka.


"Lah iya, kok ada mereka disana? Apa jangan-jangan mereka itu satpam baru sekolah kita?" ujar Mawar.


"Bisa jadi sih, soalnya tubuh kayak mereka ya paling cocok itu jadi satpam atau binaragawan. Tapi, kenapa mereka gak pake seragam satpam ya?" sahut Melani kebingungan.


"Mungkin aja mereka bukan satpam, tapi mereka tuh preman yang mau culik kalian!" ucap Cahaya ngasal.


"Hah? Ih ngaco aja lu, Cahaya! Mana mungkin ada yang mau nyulik kita berdua? Paling mereka tuh mau culik lu, secara lu kan cantik dan kaya!" ucap Mawar.


"Iya tuh, kalo mereka nyulik kita, apa yang mau mereka harapin coba?" sahut Melani.


Cahaya pun tertawa karena ulah kedua sahabatnya itu yang benar-benar membuatnya tak bisa menahan rasa tawa itu, ia menutupi mulutnya dengan telapak tangan seperti kebiasaan para wanita ketika sedang tertawa supaya bisa jaga image.


"Udah ah, gausah dibahas! Gue mau balik nih, tapi kok supir gue belum dateng ya?" ucap Cahaya.

__ADS_1


"Ya gak tau, coba aja lu telpon!" ujar Mawar.


"Iya deh." Cahaya pun mengeluarkan ponselnya dari saku roknya, lalu mulai menghubungi nomor supirnya alias pak Hadi.


Cukup lama ia menunggu sampai pak Hadi itu mengangkat telepon darinya, untung saja ia masih sabar sehingga tidak kelewatan momen saat pak Hadi mengangkat teleponnya itu.


πŸ“ž"Halo non, ada apa ya?" tanya pak Hadi.


πŸ“ž"Kok malah bapak nanya begitu sih? Harusnya saya yang nanya sama bapak, ini pak Hadi kemana? Kok belum dateng juga buat jemput saya di sekolah?" ucap Cahaya terheran-heran.


πŸ“ž"Waduh, maaf banget non. Tapi, kan sekarang yang jemput non Aya bukan saya!" ucap pak Hadi.


πŸ“ž"Hah? Terus saya dijemput sama siapa, pak?" tanya Cahaya kebingungan sembari menatap kedua temannya secara bergantian.


πŸ“ž"Itu loh non, tadi tuan bilang kalau non Aya mulai sekarang bakal diantar jemput sama dua bodyguard non Aya." ucap pak Hadi menjelaskan.


πŸ“ž"Bodyguard?" tanya Cahaya.


πŸ“ž"Iya non, namanya Wawan sama Cipto. Mereka dibayar langsung sama tuan buat ngawal non Aya loh!" jawab pak Hadi.


πŸ“ž"Ohh, yaudah deh. Makasih ya, pak!" ucap Cahaya.


Tuuutttt....


β€’


β€’


Cahaya bersama kedua temannya berjalan menghampiri dua orang pria bertubuh kekar yang berdiri di dekat gerbang itu, mereka tampak terkejut saat dua pria tersebut tersenyum ke arah Cahaya sembari membungkuk sedikit.


"Selamat siang, non Aya!" ucap salah seorang dari mereka yang berkepala botak.


"Siang, kalian kenal gue?" tanya Cahaya heran.


"Iya dong non, kita kan bodyguard alias pengawal non Cahaya. Perkenalkan non, nama saya Tio dan ini partner kerja saya namanya Jaber!" ucapnya.


"Ohh, jadi kalian yang dibayar sama bokap gue buat antar-jemput gue?" tanya Cahaya.


"Ah iya betul non, kalau begitu mari non sekarang langsung aja kita antar pulang ke rumah! Pasti non Aya udah ditunggu disana sama nyonya Calissa, mamanya non itu!" ucap Tio.


"Jangan sebut dia nyokap gue! Karena dia sama sekali bukan nyokap gue, dia cuma wanita perebut suami orang!" ujar Cahaya.

__ADS_1


"Baik, non!" ucap Tio menunduk.


Cahaya pun menoleh ke arah Mawar dan Melani yang ada di sebelahnya, ia berpamitan pada keduanya karena harus pulang saat ini juga bersama dua orang pengawal barunya, ya walau Cahaya sangat tidak suka dikawal seperti ini.


"Guys, gue pulang duluan ya?" ucap Cahaya.


"Iya, hati-hati lu!" ucap Mawar tersenyum.


"Oke, kalian juga. Bye!" Cahaya melambai ke arah Mawar dan Melani sambil tersenyum, kedua wanita itu pun juga membalasnya.


Cahaya langsung meminta Tio serta Jaber untuk berangkat mengantarnya pulang. Tio pun membuka pintu mobil untuk Cahaya nona nya, sedangkan Jaber melangkah masuk ke dalam karena ia yang harus menyetir saat ini.


Selama perjalanan di dalam mobil, Cahaya selalu memandangi gelang pemberian Topan dan tersenyum seketika saat bayangan wajah Topan muncul di kepalanya, ia sepertinya akan sulit untuk bisa menjauh dari pria tersebut.


"Topan, ternyata rindu itu emang berat ya? Baru beberapa jam kita pisah, tapi gue sekarang udah kangen aja sama tingkah lu!" batinnya.


Ciitttt....


Tiba-tiba saja Jaber yang mengendalikan mobil menginjak rem secara mendadak, membuat Cahaya terkejut dan hampir saja terpental ke depan jika ia tidak menahan diri, tentu mereka semua di dalam mobil merasa syok karena kejadian itu.


"Pak, ada apa sih?" tanya Cahaya penasaran.


"Maaf non, itu di depan ada pengendara motor yang tiba-tiba cegat mobil kita. Tapi non tenang aja, kita pasti bakal urus semuanya!" ucap Tio.


"Haish, ganggu aja sih!" ujar Cahaya geram.


Gadis itu coba melihat siapa sebenarnya pengendara motor yang mencegat mobilnya itu, matanya terbelalak begitu melihat sosok pria yang turun dari motornya, walau pria tersebut masih memakai helm, namun Cahaya kenal betul siapa dia.


Disaat kedua bodyguardnya ingin turun menemui pengendara motor tersebut, Cahaya pun langsung menahan mereka untuk tidak melakukan itu. Ia bahkan meminta mereka tetap disana dan biar ia sendiri yang mengurus si pengendara itu.


"Jangan pak! Biar gue aja yang turun temuin dia, gue kenal kok sama dia." ucap Cahaya.


"Tapi nonβ€”"


"Udah gapapa, gue aman kok!" potong Cahaya.


"Baik, non!" ucap Tio dan Jaber bersamaan.


Cahaya pun turun dari mobilnya, lalu mendekat ke arah pria yang sudah berdiri sedari tadi disana sembari menatapnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2