Topan & Cahaya

Topan & Cahaya
Bab 46. Si buncit


__ADS_3

...HALO GUYS!...


...WELCOME TO MY NEW STORY!...


..."TOPAN & CAHAYA"...


...~~~...


#TOPAN&CAHAYA EPS. 45


...•...


...•...


Mawar & Melani sampai di kelas XI C untuk menjemput Cahaya dan menyampaikan pesan dari pak Jumali yang ingin bertemu dengan gadis itu. Mereka berdua langsung menghampiri Cahaya di mejanya, tampak Cahaya sedang tertidur pulas dengan menggunakan tas sebagai bantal.


"Yah si Cahayanya tidur, gimana dong War?" tanya Melani bingung sembari menatap Mawar penuh keheranan.


Mawar juga malah kebingungan harus bagaimana, ia pun garuk-garuk kepala padahal tidak terasa gatal sembari coba berpikir cara yang tepat untuk membangunkan Cahaya tanpa membuat gadis itu terganggu atau merasa marah nantinya.


Akhirnya Mawar dan juga Melani coba menggoyangkan tubuh Cahaya yang masih tertidur itu berharap Cahaya bisa sadar karena ada gerakan dari mereka, namun nyatanya Cahaya sama sekali tak merespon dan masih pulas tertidur.


"Yah dia gak bangun juga, gimana dong ini? Kita bisa dimarahin pak Jumali nanti kalo gagal bawa Cahaya ke ruang guru, nanti pak Jumali nyangkanya kita sengaja lagi gak kasih tau Cahaya karena kita temennya!" ucap Melani cemas.


"Umm, yaudah kita coba kerjain aja si Cahaya supaya dia bangun dari tidurnya!" ujar Mawar punya usul cemerlang untuk membangunkan Cahaya.


"Wah kerjainnya kayak gimana tuh?" tanya Melani.


Mawar celingak-celinguk mencari benda yang bisa ia gunakan untuk mengerjai Cahaya, kali ini ia tak perduli jika nantinya Cahaya akan marah atau kesal padanya karena bagaimanapun mereka harus bisa membawa Cahaya menemui pak Jumali.


Ya Mawar pun mengambil sebuah gantungan kunci yang ada di meja depannya, ia menempelkan bagian bawah gantungan kunci tersebut ke telinga Cahaya. Sontak Cahaya bergerak sedikit merasakan geli karena gantungan itu berbentuk bulu halus, mereka berdua terkekeh geli melihat reaksi Cahaya.

__ADS_1


"Ish kalian ngapain sih? Sumpah deh jangan gitu lah, gue ngantuk tau! Udah sana ah biarin gue tidur mumpung masih jam istirahat, lu gak lihat nih mata gue udah kayak apa??" ujar Cahaya kesal, bibirnya mengerucut karena sebal pada Mawar & Melani yang mengerjainya dengan bulu tadi.


"Hahaha, jangan tidur mulu Aya! Lu dipanggil tuh sama pak Jumali, disuruh ke ruang guru katanya! Mending cepetan deh lu kesana, daripada nanti lu kena omel!" ucap Mawar memberitahu Cahaya.


Sontak wajah Cahaya berubah panik begitu mendengar ucapan Mawar, ia tak bisa mengerti mengapa pak Jumali memanggilnya di jam istirahat seperti ini.


"Ngapain si buncit manggil gue? Ganggu orang tidur aja ah!" ujar Cahaya geram.


"Ih parah banget lu, Aya! Masa pak Jumali dibilang si buncit, awas loh nanti kualat!" ujar Mawar.


"Ah bodoamat! Suruh siapa dia pake ganggu gue segala, emangnya dia gak tahu apa gue lagi ngantuk berat begini?" ucap Cahaya coba membuka matanya lebar-lebar sembari menguap karena ngantuk.


"Udah ayo ikut sama kita ke ruang guru! Kayaknya sih pak Jumali ada urusan penting sama lu, soalnya tadi dia kelihatan serius banget gitu!" ucap Melani.


"Oh ya? Apa mungkin dia mau kasih gue hadiah karena udah dapet 100 di ulangan tadi?" ujar Cahaya menerka-nerka.


"Gak tahu deh, bisa jadi sih! Makanya ikut aja dulu ayo ke bawah, kalo dapet hadiah kan lu seneng juga! Terus bisa bagi-bagi deh sama kita berdua!" ucap Melani nyengir.


Mereka pun mampir sejenak ke toilet agar Cahaya bisa mencuci muka, gadis itu langsung membasuh mukanya dengan air untuk menghilangkan kantuk yang menyerang sedari tadi.


"Gimana, udah segeran belum?" tanya Mawar.


"Iya, lumayan lah! Tapi tetep aja gue masih ngantuk banget...." jawab Cahaya sembari menguap.


"Ya ampun masih aja dia angop, emang lu kenapa sih kok bisa sampe ngantuk banget begini?" ujar Mawar terheran-heran karena sahabatnya masih merasa ngantuk dan terus ngantuk.


"Semalem gue gak bisa tidur, makanya pas nyampe kelas gue langsung tidur!" ucap Cahaya lemas.


"Ohh, yaudah yuk kita lanjut!" ucap Melani.


Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanan menuju ruang guru sambil bercanda tawa supaya Cahaya tidak mengantuk.

__ADS_1


...•••...


Disisi lain, Topan mengantarkan Calissa pulang walau wanita itu sudah berusaha menolak lantaran ia khawatir kalau Topan akan mengetahui alasan sebenarnya ia meninggalkan Topan.


Ya Topan memang tipe cowok pemaksa yang tidak suka ditolak jika ia sudah berkehendak, akhirnya mereka pergi menggunakan mobil milik Calissa sedangkan Topan sengaja meninggalkan mobilnya di jalan tadi demi mengantar Calissa.


"Kamu emang gak ada kesibukan, kok pake nganterin aku pulang segala? Lagian aku kan bisa bawa mobil sendiri, luka aku juga udah mendingan gak terlalu sakit kayak tadi!" ucap Calissa menatap wajah Topan dari samping.


Ketika Calissa mengatakan itu, Topan baru ingat jika ada kelas jam 9 pagi dan ia juga belum memfotokopi tugasnya karena lupa. Namun, sebagai lelaki pantang bagi Topan untuk menjilat ludahnya sendiri. Ia pun tetap mengantar Calissa ke rumahnya sebagai bentuk tanggungjawab dirinya yang sudah menyebabkan Calissa terluka.


"Ah gak ada kok, aku khawatir kamu kenapa-kenapa nanti kalo nyetir mobil sendiri! Makanya aku tawarin diri buat antar kamu pulang ke rumah, oh ya rumah kamu sekarang masih sama kayak yang dulu atau udah pindah?" ujar Topan.


"Umm, iya sama kok!" jawab Calissa gugup.


Calissa baru teringat pada rumah mamanya yang juga berada di dekat sana, ia beruntung juga Topan masih mengingat rumah ketika mereka sering mengobrol berduaan dahulu.


"Huh untung aja diingetin sama Topan, kalo gak bisa repot banget! Tapi, kira-kira mama ada di rumah apa enggak ya?" gumam Calissa di dalam hati cemas memikirkan apakah mamanya ada di rumah atau tidak saat ini.


Tak lama kemudian, Topan memberhentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah besar yang tak lain adalah milik mama Calissa. Pria itu pun memandang wanita di sampingnya tanpa ekspresi, Calissa yang dipandang seperti itu merasa gugup karena tak mengerti Topan hendak apa.


"Udah sampe, aku mau langsung balik ke tempat tadi ya buat ambil mobil aku! Kamu bisa jalan sendiri kan ke dalam, atau perlu aku bantuin?" ucap Topan.


"Eh gapapa gausah, iya biar aku sendiri aja ke dalamnya! Lagian yang sakit kan tangan aku bukan kaki aku, udah kamu mending cepetan deh balik kesana sebelum mobil kamu dicolong orang! Secara mobil kamu kan mewah, pasti banyak yang ngincer!" ucap Calissa berharap Topan segera pergi.


"Iya oke, yaudah hati-hati ya! Sorry banget tadi aku nyetirnya gak fokus jadi nabrak kamu, semoga kamu cepat sembuh ya!" ucap Topan.


"Iya gapapa, makasih udah obatin sama anterin aku pulang!" ucap Calissa.


Topan hanya mengangguk pelan, ia membuka seat belt yang digunakannya kemudian menarik handle pintu lalu turun dari mobil. Tak lupa Topan melambaikan tangan ke arah Calissa sembari ia menutup pintu mobilnya kembali, wanita itu tersenyum membalas lambaian tangan Topan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2